SDM Jadi Mesin Industrialisasi, Kemenperin Cetak 7.691 Talenta Industri
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita,(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN/DOKUMENTASI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN )
05:44
31 Desember 2025

SDM Jadi Mesin Industrialisasi, Kemenperin Cetak 7.691 Talenta Industri

- Pembangunan industri nasional tak lagi hanya bertumpu pada mesin dan investasi, tetapi pada kualitas manusianya.

Sepanjang 2025, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mencetak 7.691 sumber daya manusia (SDM) industri kompeten.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, ketersediaan SDM unggul merupakan prasyarat mutlak untuk mempercepat industrialisasi, mendorong hilirisasi berkelanjutan, serta mengakselerasi transformasi digital dan inovasi teknologi.

“Asta Cita menempatkan pembangunan manusia unggul sebagai fondasi. Tanpa SDM industri yang kompeten dan adaptif, agenda besar percepatan industrialisasi tidak akan berjalan optimal,” ujar Agus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (30/12/2025). Capaian tersebut merupakan buah dari rangkaian program strategis yang dijalankan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin.

Melalui pendidikan vokasi, pelatihan industri, hingga penguatan kompetensi industri 4.0, Kemenperin membangun ekosistem penyiapan talenta yang terhubung langsung dengan kebutuhan sektor manufaktur.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Doddy Rahadi, menyampaikan sepanjang tahun ini, unit pendidikan tinggi vokasi dan SMK binaan Kemenperin meluluskan 5.386 tenaga kerja siap pakai.

Lulusan ini dibekali kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

“Lulusan vokasi Kemenperin dipersiapkan agar siap kerja dan adaptif terhadap perkembangan teknologi industri. Hasilnya, tingkat serapan lulusan ke industri pada tahun 2025 mencapai 68 persen pada saat setelah lulus dan akan mencapai 100 persen dalam waktu enam bulan setelah waktu kelulusan,” ucap Doddy.

Saat ini, Kemenperin menaungi 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK vokasi industri yang tersebar di berbagai daerah.

Tingginya tingkat penyerapan lulusan turut mendorong animo masyarakat.

Pada Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) 2025, tercatat 82,8 ribu pendaftar politeknik dan akademi komunitas serta 28,8 ribu pendaftar SMK, dengan rasio pendaftar mencapai 1:18,2 untuk politeknik dan 1:10 untuk SMK.

Selain jalur pendidikan formal, BPSDMI memperkuat kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan vokasi.

Sebanyak 2.305 tenaga kerja industri mengikuti program skilling, reskilling, dan upskilling di tujuh Balai Diklat Industri sepanjang 2025, termasuk pelatihan berbasis kemitraan dengan pelaku industri.

Sejalan dengan program Making Indonesia 4.0, pelatihan berbasis industri 4.0 juga digelar melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0.

Sebanyak 130 peserta mengikuti pelatihan tersebut, sementara pendampingan transformasi digital diberikan kepada tiga perusahaan industri untuk mempercepat adopsi teknologi.

Untuk memastikan pengakuan kompetensi, BPSDMI bekerja sama dengan 48 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dalam memfasilitasi sertifikasi bagi 190 tenaga kerja industri.

Pembaruan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) juga terus dilakukan agar selaras dengan kebutuhan industri terkini.

Tak hanya mencetak pekerja siap kerja, Kemenperin juga mendorong lahirnya wirausaha industri baru.

Melalui program Inkubator Bisnis Balai Diklat Industri, sebanyak 27 wirausaha baru dibina sepanjang 2025, dengan total omzet mencapai Rp 8,6 miliar.

Di sisi lain, Kemenperin turut mendukung Program Magang Nasional untuk mempercepat kesiapan tenaga kerja muda.

Pada batch ketiga, tersedia 635 lowongan magang di 54 satuan kerja, yang diminati 13.377 pendaftar.

Penguatan SDM juga dilakukan dari internal kementerian.

Sepanjang 2025, sebanyak 1.178 aparatur sipil negara (ASN) mengikuti 35 program pelatihan guna mewujudkan SMART ASN yang profesional, adaptif, dan berorientasi pelayanan.

Dengan pencapaian tersebut, Kemenperin menegaskan bahwa pembangunan industri Indonesia ke depan tidak hanya soal pertumbuhan angka, tetapi tentang menyiapkan manusia unggul sebagai motor utama transformasi industri nasional.

Tag:  #jadi #mesin #industrialisasi #kemenperin #cetak #7691 #talenta #industri

KOMENTAR