Bukan Nabung dengan Jumlah Besar, Ini Cara Unik Gen Z Kelola Keuangan
Banyak pakar keuangan sepakat bahwa formula pengelolaan keuangan terbaik adalah 50:30:20. Sebanyak 50 persen dari penghasilan dialokasikan untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, serta 20 persen untuk tabungan, utang, dan dana darurat.
Formula yang kerap dikenal dengan hard saving tersebut sangat populer, bahkan kerap dijadikan rumus untuk bisa mencapai kebebasan finansial di masa mendatang.
Namun, di kalangan Gen Z, prinsip hard saving justru mulai ditinggalkan. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang ketat menyisihkan tabungan dengan persentase besar, Gen Z mengambil jalan sebaliknya.
Mereka lebih memilih menabung secara fleksibel, semisal menyisihkan jumlah kecil secara konsisten demi menghindari stres finansial. Gaya menabung ini disebut sebagai soft saving.
Diberitakan Kompas.com, Selasa (5/3/2024), soft saving merupakan pengelolaan keuangan dengan menekankan perkembangan diri dan kesehatan mental daripada keamanan finansial atau status di masa mendatang.
Dengan mengutamakan kesehatan mental, soft saving tidak berfokus pada seberapa besar target investasi yang ingin dicapai. Alhasil, beban finansial yang bisa menyebabkan burn out dapat dikurangi demi mendapatkan hidup berkualitas.
Berdasarkan hasil Prosperity Index Study yang dilakukan Intuit, 3 dari 4 Gen Z memilih kualitas hidup baik ketimbang uang ekstra di bank. Sementara itu, 2 dari 3 Gen Z mengatakan, mereka tertarik dengan keuangan sebagai cara mendukung hal lain yang menjadi ketertarikannya dalam hidup.
Mereka pun lebih mementingkan keseimbangan kehidupan kerja, menekuni hobi, dan menikmati hal-hal bermakna, seperti liburan. Karena itulah, soft saving digandrungi kalangan Gen Z.
Direktur Bisnis Bank Raya Kicky Andrie Davetra mengatakan, saat ini Gen Z merupakan demografi dan usia produktif terbesar di Indonesia dengan rentang usia 12-27 tahun.
Mereka pada umumnya memiliki mindset memprioritaskan kebutuhan saat ini dan menginginkan financial freedom di usia muda.
“Untuk menjembatani hal tersebut, diperlukan pemahaman pengelolaan keuangan yang baik dan bagaimana mengalokasikan pendapatan atau gaji secara optimal untuk investasi jangka panjang,” ujar Kicky kepada Kompas.com lewat keterangan tertulis, Rabu (24/12/2025).
Mempraktikkan soft saving
Cara mempraktikkan soft saving cukup mudah. Mulailah dengan menabung dalam jumlah kecil agar bisa menumbuhkan kebiasaan, semisal menabung dari uang kembalian saat makan siang.
Sebagai contoh, jika kamu punya anggaran makan siang Rp 30.000 dan ternyata saat itu hanya menghabiskan Rp 20.000, sisa Rp 10.000 bisa ditabung langsung.
Bayangkan bila dalam 20 hari kerja kebiasaan ini konsisten dilakukan, tak terasa dalam satu bulan kamu sudah memiliki tabungan Rp 200.000.
Guna memudahkan, gunakan fitur tabungan otomatis untuk memindahkan dana tersebut ke rekening tabungan khusus.
Metode soft saving membantu siapa pun membangun kebiasaan menabung tanpa tekanan. Dengan mengalihkan dana kecil secara konsisten, kamu tetap bisa menjalani gaya hidup seperti biasa sambil perlahan memperkuat ketahanan finansial.
Sejumlah negara juga telah mengadopsi pendekatan serupa melalui fitur tabungan otomatis, yang terbukti efektif membantu generasi muda mengumpulkan dana tanpa perlu repot mengatur transfer manual.
Soft saving mudah di Bank Raya
Di Indonesia, fitur serupa dihadirkan oleh Bank Raya. Anak usaha Bank Rakyat Indonesia ini menghadirkan fitur Saku yang memudahkan nasabah mengelola dana sesuai kebutuhan.
Saku Bujet, misalnya, membantu pengguna mengatur anggaran harian, seperti belanja dan transportasi. Kemudian, Saku Pintar menyediakan fitur autodebit untuk menabung rutin harian, mingguan, atau bulanan.
Selanjutnya, Saku Jaga menawarkan bunga kompetitif bagi dana darurat yang tetap dapat diakses kapan saja.
Fitur “Nabung Rutin” di Saku Pintar dapat dimanfaatkan untuk mempraktikkan soft saving karena memungkinkan pengguna mengatur autotransfer sebesar Rp 10.000 hingga Rp 20.000 setiap hari.
Untuk mendorong praktik baik ini, Bank Raya juga menggelar program apresiasi nasabah melalui Pesta Raya mulai Jumat (8/8/2025) hingga Sabtu (31/1/2026).
Selama periode tersebut, setiap aktivitas seperti membuka rekening, mengisi saldo, melakukan transfer, pembayaran tagihan, dan transaksi QRIS akan menghasilkan poin.
Poin tersebut dapat ditukar menjadi beragam hadiah langsung, mulai dari voucher belanja, gadget, hingga logam mulia atau ditukarkan menjadi kupon undian untuk memenangkan saldo Rp 1 juta, Samsung S25 Ultra, motor listrik Alva Cervo, hingga mobil listrik BYD Seal.
Bank Raya, imbuh Kicky, berupaya untuk menghadirkan produk perbankan digital yang built to last sehingga produk yang dihadirkan tidak lekang oleh waktu karena fungsinya yang selalu relevan dan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi perbankan, serta mudah dan reliable.
“Kami menjaga produk yang diluncurkan adalah produk digital berkualitas dan esensial sehingga menciptakan pengalaman perbankan yang berfokus pada kenyamanan, efisiensi, dan kepuasan nasabah,” tutur Kicky.
Jangan remehkan kekuatan langkah kecil. Hanya dengan menyisihkan Rp 10.000 per hari setara harga jajan sore, kamu bisa mengumpulkan Rp 300.000 dalam sebulan!
Siapa sangka, konsistensi "receh" ini justru jadi strategi jitu untuk panen poin lebih banyak dan memuluskan jalanmu menyabet hadiah di tier tertinggi.
Bagaimana, tak sabar untuk menang? Yuk, praktikkan soft saving di Bank Raya!
Tag: #bukan #nabung #dengan #jumlah #besar #cara #unik #kelola #keuangan