PLN Cek Kesiapan SPKLU dari Lampung–Surabaya, Antisipasi Lonjakan Pengguna EV saat Libur Nataru
– PLN baru saja menggelar turing untuk mengecek kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjelang puncak perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Langkah bertajuk PLN Mobile Eventure 2025 itu dilaklukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang akhir tahun.
Pengecekan dilakukan pada SPKLU di jalur-jalur strategis mudik dan destinasi wisata mulai dari Lampung hingga Surabaya, Jawa Timur.
Executive Vice President Pengembangan Produk Niaga PLN Ririn Rachmawardini menjelaskan bahwa perjalanan ini berlangsung selama empat hari penuh.
Agenda utamanya adalah mengecek kesiapan SPKLU di rest area dan kota-kota yang diproyeksikan menjadi tujuan utama pengguna kendaraan listrik saat libur Nataru.
“Kami mengecek kondisi SPKLU di setiap rest area maupun kota besar yang berpotensi menjadi tujuan mobilisasi pengguna EV di libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Ririn.
Dalam EVenture ini, PLN melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari kementerian teknis, asosiasi pengguna kendaraan listrik, mitra ATPM, komunitas EV, hingga unit-unit internal PLN.
“Tujuan kami adalah meng-inline-kan program. Kesiapan siaga Nataru dari PLN harus sejalan dengan perhatian dan kewenangan masing-masing kementerian, baik dari sisi teknis, jarak tempuh, hingga infrastruktur pendukung,” kata Ririn.
Di tempat yang sama, Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto mengatakan, pihaknya membawa lebih dari sepuluh kendaraan listrik dalam satu rombongan.
Sehingga PLN dapat memetakan kondisi riil antrean, waktu tunggu, dan respons sistem SPKLU.
“Ketika kita mampir bersama-sama ke satu SPKLU, kita bisa melihat antreannya seperti apa. Dari situ kita bisa simpulkan, apakah perlu penambahan unit atau penguatan backup. Ini penting agar mudik Nataru dengan kendaraan listrik bisa benar-benar nyaman,” ujar Adi
Adi juga menyoroti potensi lonjakan pengguna kendaraan listrik pada Nataru kali ini, seiring semakin banyaknya model EV baru di pasar.
Menurutnya, momen libur akhir tahun sering menjadi ajang pertama masyarakat mencoba perjalanan jarak jauh dengan kendaraan listrik.
Dari perjalanan EVenture, PLN menerima beragam masukan. Tidak hanya soal performa teknis SPKLU, tetapi juga aspek nonteknis seperti informasi kepada pengguna.
Perbedaan karakteristik kendaraan listrik, mulai dari kapasitas baterai hingga tipe charger, menuntut edukasi yang lebih jelas kepada masyarakat. Minimnya informasi berpotensi memicu penumpukan di satu titik pengisian.
“Masukan yang kami terima sangat banyak. Ada yang perlu kami akselerasi, terutama dalam menyampaikan informasi kepada pelanggan, agar pengguna EV merasa lebih tenang dan perjalanan mereka lebih nyaman,” timpal Ririn.
Untuk itu, PLN menyiapkan petugas di seluruh posko SPKLU selama periode siaga Nataru dengan sistem kerja tiga shift, didukung call center khusus SPKLU yang beroperasi 24 jam.
PLN juga menyiapkan SPKLU Mobile sebagai solusi darurat jika terjadi kepadatan atau kendala teknis di lokasi tertentu.
Langkah ini memastikan pengguna kendaraan listrik tidak terjebak dalam kondisi tanpa layanan di tengah perjalanan.
Ririn menambahkan, pihaknya mendorong pengguna EV memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai pusat kendali perjalanan.
Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mengetahui lokasi SPKLU, memanfaatkan fitur trip planner, memantau ketersediaan charger, hingga menerima notifikasi saat pengisian daya selesai.
Fitur-fitur ini dirancang untuk mengurangi risiko antrean dan meningkatkan rasa aman pengguna selama perjalanan jauh.
Tag: #kesiapan #spklu #dari #lampungsurabaya #antisipasi #lonjakan #pengguna #saat #libur #nataru