Catatan Simon Tahamata Untuk Timnas U17 Indonesia Usai Dua Kali Kalah Lawan China
Kepala Pemandu Bakat PSSI, Simon Tahamata(KOMPAS.com/Pratama Yudha)
03:40
14 Februari 2026

Catatan Simon Tahamata Untuk Timnas U17 Indonesia Usai Dua Kali Kalah Lawan China

Kekalahan atas China dalam dua laga uji coba Timnas U17 Indonesia mendapat masukan dari Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata.

Timnas U17 Indonesia harus menelan dua kekalahan dengan skor 0-7 dan 2-3 pada 8 dan 11 Februari di Stadion Indomilk Arena, Tangerang.

Uji coba tersebut merupakan persiapan bagi skuad Garuda Asia yang dipersiapkan untuk tampil di Piala Asia U17 2026.

Baca juga: Petuah Simon Tahamata ke Timnas U17 Indonesia Jelang Piala Asia U17 2026

Pada Piala Asia U17 2026 mendatang, Indonesia akan tergabung di Grup B bersama Jepang, China, dan Qatar.

Melihat hasil dalam dua laga tersebut, Simon memberikan sejumlah catatan termasuk mentalitas dalam menghadapi duel satu lawan satu dengan lawan.

Soroti Hasil Pertandingan Pertama

Simon Tahamata menyatakan bahwa penampilan tim pada laga perdana jauh dari harapan, setelah skuad Merah Putih harus kebobolan empat gol di paruh pertama pertandingan.

Memasuki babak kedua, Timnas U-17 Indonesia mengalami kesulitan dalam mengembangkan permainan dan menyusun serangan. 

Situasi tersebut dimanfaatkan oleh Timnas U-17 China untuk mencetak tiga gol tambahan dan menutup laga dengan kemenangan besar.

"Pertandingan pertama tidak bagus," ungkap Simon kepada wartawan di GBK Arena, Senayan, Jakarta, pada Jumat (13/2/2026) dikutip dari BolaSport.com.

Baca juga: Jalan Terjal Timnas U17 Indonesia ke Piala Dunia U17 2026

Meski hancur lebur di pertandingan pertama, Simon memiliki catatan positif saat melakoni uji coba kedua tiga hari berselang.

Skuad Garuda Asia mampu mencetak dua gol meski kembali menelan kekalahan 2-3 usai kebobolan di menit-menit akhir.

Simon Tahamata menilai bahwa meskipun hasil pertandingan belum berpihak pada tim, kemajuan para pemain sudah mulai tampak. 

Baca juga: Dukungan Nova Arianto Untuk Kurniawan Dwi Yulianto di Timnas U17 Indonesia

Ia pun yakin perkembangan tersebut akan terus berlanjut seiring waktu.

Ia juga mengimbau para pemain agar tidak merasa cemas, karena menurutnya skuad Asia tersebut akan terus menunjukkan peningkatan ke depannya.

"Yang kedua saya senang. Apa yang Coach Nova sampaikan untuk mereka, itu pemain bisa jalankan. Tidak usah khawatir, nanti bisa bagus," ucap Simon Tahamata.

Pelatih kepala Timnas U17 Indonesia Nova Arianto Sartono (kedua kanan) memberikan arahan ke pesepak bola Timnas U17 Indonesia saat sesi latihan di Lapangan Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (7/2/2026). Latihan tersebut digelar jelang laga persahabatan melawan Timnas Cina U-17 yang akan berlangsung di Stadion Indomilk Arena pada 8 dan 11 Februari 2026. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/agrANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL Pelatih kepala Timnas U17 Indonesia Nova Arianto Sartono (kedua kanan) memberikan arahan ke pesepak bola Timnas U17 Indonesia saat sesi latihan di Lapangan Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (7/2/2026). Latihan tersebut digelar jelang laga persahabatan melawan Timnas Cina U-17 yang akan berlangsung di Stadion Indomilk Arena pada 8 dan 11 Februari 2026. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/agr

Catatan Penting Simon Tahamata

Permainan China tak membuat Simon Tahamata heran dengan kekalahan telak yang diraih skuad Garuda Asia. Ia menilai China memiliki skuad yang sangat kuat.

"Ya. Anda jangan lupa, Cina punya keseblasan paling bagus. Mereka bisa kontrol (permainan)," jelas Simon.

"Dan apa yang Coach Nova sampaikan kepada mereka, semua terjadi. Hasilnya bagus, kan. Sekarang memang harus dikejar terus."

Simon mengkritik para pemain yang masih menunjukkan rasa takut saat menghadapi lawan, namun ia yakin Timnas U-17 Indonesia bisa memperbaikinya di sisa waktu yang ada.

Baca juga: Dukungan Nova Arianto Untuk Kurniawan Dwi Yulianto di Timnas U17 Indonesia

"Saya bilang, yang penting sekarang pemain yang bermain di sayap kiri atau sayap kanan, harus berani satu lawan satu," jelas Simon.

"Jangan khawatir, berani. Hilang bola di depan, ada sembilan, ada tujuh orang di belakang kamu. Boleh hilang bola. Dan itu musti diajarkan dari situ, kenapa, bagaimana saya kehilangan bola."

Simon membagikan pengalamannya saat masih bermain sebagai pemain sayap. Meski tak memiliki fisik yang tinggi, ia menegaskan jika tetap berani menghadapi lawan.

Baca juga: Hasil Timnas U17 Indonesia vs China 2-3, Kekalahan Tipis Pasukan Nova

"Saya sendiri bermain di sayap kiri, kalau di bola saya cari lawan. Saya jarang putar, saya cari lawan. Kamu harus berani," sambungnya.

Dengan usia yang kini masih tergolong muda, Simon meminta agar para pemain Garuda Asia tidak mendapat tekanan apapun dan meminta agar fokus dalam memperbaiki diri.

"Mereka baru berumur 16. Jangan terlalu menekan mereka. Mereka masih punya waktu," pungkasnya.

Tag:  #catatan #simon #tahamata #untuk #timnas #indonesia #usai #kali #kalah #lawan #china

KOMENTAR