IIMS 2026 Jadi Panggung EV: 7 Hal Penting yang Perlu Dipikirkan sebelum Beli Mobil Listrik Baru
e-Vitara menjadi EV pertama yang diluncurkan Suzuki di Indonesia. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
23:56
13 Februari 2026

IIMS 2026 Jadi Panggung EV: 7 Hal Penting yang Perlu Dipikirkan sebelum Beli Mobil Listrik Baru

 

 

-Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang diselenggarakan pada 5–15 Februari di JIExpo Kemayoran, Jakarta, menjadi panggung paling menarik bagi pencinta roda empat dan teknologi ramah lingkungan. Tak hanya mobil konvensional yang ikut meramaikan arena pameran, beberapa mobil listrik terbaru juga resmi diluncurkan bagi pasar Indonesia, yaitu:

Suzuki eVitara: SUV listrik pertama yang diperkenalkan Suzuki di Indonesia. 

iCar V23: SUV listrik premium yang resmi meluncur di ajang ini. 

 LEPAS E4: SUV listrik yang melakukan debut dunia dan membuka pre-book di Indonesia.

Wuling Eksion EV: SUV listrik terbaru dari Wuling dengan rentang jarak tempuh signifikan.

Nah, dengan makin banyak pilihan, masyarakat yang berniat membeli mobil listrik kini punya opsi beragam, dari SUV ramah keluarga hingga EV bergaya urban. Namun, sebelum menandatangani SPK, ada baiknya memperhatikan 7 hal penting yang perlu dipikirkan sebelum beli:

  1. Jarak Tempuh dan Kapasitas Baterai

Salah satu pertanyaan paling penting: seberapa jauh mobil itu bisa berjalan dalam sekali cas? Perhatikan kapasitas baterai dan standar jarak tempuhnya — ini menentukan seberapa sering Anda harus berhenti untuk isi ulang. EV dengan range lebih panjang sangat berguna untuk perjalanan jauh antar kota.

 

  1. Infrastruktur Pengisian (Charging)

Walaupun stasiun pengisian makin banyak dibangun, tidak semua rute punya fasilitas yang lengkap. Pastikan jalur yang sering Anda lalui punya charging station, terutama untuk perjalanan luar kota. Tingkat kemudahan akses SPKLU bisa memengaruhi kenyamanan penggunaan sehari-hari.

 

  1. Harga Total dan Biaya Operasional

Harga “di kertas” saja tidak cukup. Hitung juga biaya pajak, asuransi, dan kemungkinan insentif pemerintah. Meskipun biaya listrik umumnya lebih murah daripada bensin, biaya servis tertentu (seperti penggantian baterai di masa depan) juga perlu dipertimbangkan.

 

  1. Fitur Keamanan dan Teknologi Pendukung

Selain desain dan performa, teknologi keselamatan seperti rem otomatis, sistem pengingat jalur, dan kontrol stabilitas adalah hal penting. Fitur ini tidak hanya meningkatkan nilai kendaraan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi pengendara dan penumpang.

 

  1. Nilai Jual Kembali

Mobil listrik masih berkembang di Indonesia, jadi prospek nilai jual kembali (resale value) menjadi pertimbangan penting. Mobil dengan permintaan tinggi atau merek kuat biasanya punya daya jual bekas lebih baik dibanding yang kurang dikenal.

 

  1. Kebutuhan Penggunaan Sehari-hari

Sesuaikan pilihan dengan kebutuhan Anda. Butuh mobil untuk aktivitas dalam kota? EV kecil atau kompak mungkin sudah cukup. Jika sering membawa banyak penumpang atau bepergian jauh, pertimbangkan SUV dengan range lebih besar dan ruang kabin luas.

 

  1. Ketersediaan Layanan Purna Jual

Jangan lupa cek jaringan layanan purna jual dari merek yang Anda pilih. Semakin luas jaringan bengkel resmi dan service center, semakin mudah dan cepat solusi ketika mobil perlu perawatan atau perbaikan.

 

 

Penutup

Dengan pertimbangan di atas, calon pembeli mobil listrik di Indonesia bisa membuat keputusan yang lebih matang dan sesuai kebutuhan. Pasar EV memang semakin ramai setelah ajang seperti IIMS 2026 memperkenalkan banyak pilihan baru. Tetapi keputusan cerdas tetap bergantung pada penguasaan informasi dan kenyamanan penggunaan jangka panjang. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan

Tag:  #iims #2026 #jadi #panggung #penting #yang #perlu #dipikirkan #sebelum #beli #mobil #listrik #baru

KOMENTAR