BPS Ungkap Lapangan Usaha Sektor Tambang hingga Real Estate Alami Penurunan Jumlah Tenaga Kerja Per Agustus 2025
- Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa hampir seluruh lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja. Namun, penurunan jumlah tenaga kerja justru terjadi di sektor pertambangan dan penggalian, aktivitas keuangan dan asuransi serta real estate.
"Jika dibandingkan dengan bulan Agustus tahun 2024, hampir seluruh lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja kecuali kegiatan jasa lainnya, pertambangan dan pengalian, serta aktivitas keuangan dan asuransi, serta real estate," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud dalam rilis BPS di Jakarta, Rabu (5/11).
Dia membeberkan, tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja terbanyak adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Sementara, tiga lapangan usaha yang mengalami peningkatan tenaga kerja terbanyak dalam satu tahun terakhir ini adalah lapangan usaha pertanian, kemudian akomodasi dan makan minum, serta lapangan usaha industri pengolahan.
Peningkatan tenaga kerja di lapangan usaha pertanian mencapai 0,49 juta, akomodasi makanan dan minum sebanyak 0,42 juta, dan lapangan usaha industri pengolahan sebanyak 0,30 juta tenaga kerja. Sedangkan, untuk tenaga kerja di sektor pertambangan berada di posisi -0,00 atau tidak ada peningkatan tenaga kerja selama Agustus 2024 hingga Agustus 2025.
Sementara untuk tenaga kerja di sektor real estate ada penurunan sebanyak -0,05 juta dan aktivitas keuangan dan asuransi sebanyak -0,06 juta tenaga kerja. Di sisi lain, penduduk yang bekerja menurut status pekerjaan, pada Agustus 2025, dari sebanyak 146,54 juta orang penduduk yang bekerja, sebesar 38,74 persen diantaranya berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai.
"Dibandingkan setahun sebelumnya, penduduk bekerja berstatus buruh, karyawan, atau pegawai mengalami penambahan terbanyak, yaitu sebesar 0,65 juta orang," beber Edy.
Selain itu, dalam setahun terakhir, BPS mencatat jumlah penduduk bekerja dengan status pekerja keluarga mengalami penurunan terbesar, yakni sekitar 0,30 juta orang. "Sementara itu dengan peningkatan penduduk bekerja sebagai buruh, karyawan, ataupun pegawai, versi pekerja formal per Agustus 2025 mengalami peningkatan menjadi sekitar 42,20 persen dari total penduduk yang bekerja," pungkasnya.
Sebelumnya, BPS telah merilis bahwa jumlah angkatan kerja mengalami peningkatan sebesar 1,89 juta orang per Agustus 205 mencapai 154 juta orang. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 146,54 juta orang diantaranya telah bekerja.
BPS menyebut, sejumlah penduduk yang bekerja bertambah sekitar 1,90 juta orang dibandingkan dengan bulan Agustus 2024. Jika dirinci, penduduk yang bekerja terdiri dari yang pertama pekerja penuh sebanyak 98,65 juta orang atau bertambah sekitar 0,20 juta orang.
Sementara pekerja paruh waktu sebanyak 36,29 juta orang bertambah 1,66 juta orang, sedangkan mereka yang masuk dalam kategori setengah pengangguran sebanyak 11,60 juta orang atau bertambah 0,04 juta orang. Dengan begitu, angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja menjadi pengangguran yaitu sebesar 7,46 juta orang atau menurun sekitar 4.000 orang dibandingkan dengan bulan Agustus 2024.
Tag: #ungkap #lapangan #usaha #sektor #tambang #hingga #real #estate #alami #penurunan #jumlah #tenaga #kerja #agustus #2025