Hotel di Jakarta Tak Lagi Andalkan Tamu Pemerintah, Kini Bidik Sektor Wisata
Sejak efisiensi anggaran pemerintah diberlakukan Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025, sejumlah hotel mengeluhkan penurunan tamu yang cukup tajam.
Hotel-hotel di Jakarta dan kota lain yang membidik tamu pemerintahan, mengalami penurunan okupansi cukup tajam usai terdampak efisiensi anggaran.
"Kalau tahun lalu, kuartal satu itu kan bisa dibilang kaget banget, akhirnya okupansi bisa sampai kurang dari 50 persen," kata General Manager at Hotel The 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, Eva Rosdiana saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Hotel Jakarta Akui Masih Ramai Tamu, Meski Okupansi Diprediksi Menurun
Rendahnya tingkat okupansi di hotel bintang empat di Jakarta tersebut membuat manajemen memutar otak dan mengalihkan segmen pasar.
Hotel The 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa tidak lagi menargetkan banyak tamu dari segmen pemerintahan, melainkan tamu-tamu wisata dan bisnis swasta.
"Sekarang ini pasar pemerintahan targetnya enggak 30 persen, hanya 10 persen karena kan ada pengurangan (efisiensi) ya," ungkap Eva.
Baca juga: Okupansi Hotel Berpotensi Turun Selama Tahun 2026, Kenapa?
Adapun sisanya, Eva menargetkan peningkatan kerja sama dengan pihak swasta dan agen perjalanan wisata demi menjaga operasional hotel tetap berjalan optimal.
"Saat ini, tetap lebih baik dibandingkan tahun lalu. Tingkat okupansi selama dua bulan terakhir ini kita sudah sampai 72 persen," ujarnya.
Sementara itu, hotel di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, mengaku masih ramai kedatangan tamu pemerintahan.
Baca juga: Hotel Tertinggi Dunia, Ada 1.000 Kamar dan Bisa Tidur di Atas Awan
Kamar hotel tipe Premier di Grandhika Iskandarsyah Jakarta, Rabu (11/2/2026),Tingkat okupansi di Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta ini bahkan mencapai 86 persen pada Januari 2026.
Sebagai General Manager di Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta, Danang Triwidyantoro mengaku menyusun sejumlah strategi demi memulihkan okupansi hotel.
Salah satunya adalah memanfaatkan lokasi hotel yang strategis karena berdekatan dengan kantor pemerintah dan kawasan ramai pengunjung di Blok M.
"Menambah segment corporate, luar negeri dan social event juga berkolaborasi dengan EO untuk menjadi hotel partner," ungkap Danang saat dihubungi Kompas.com, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Hotel Ini Bikin Liburan Serasa di Kapal Pesiar, Ada 7 Kolam Renang dan Beragam Kuliner
Bidik sektor wisata
Strategi serupa juga dijalankan oleh Hotel Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center, bahkan telah diterapkan lebih dulu sejak pandemi Covid-19 mereda sekitar tiga tahun lalu.
Tingkat okupansi hotel yang mulanya merosot dari 70-80 persen menjadi 20 persen, perlahan meningkat dengan strategi ini.
"Sebetulnya semenjak Covid-19 itu kan market government sudah mulai turun sekali ya. Jadi terlepas dari tahun-tahun sebelumnya, saat post Covid kita sudah mulai switching market," kata General Manager Hotel Aston Priority Simatupang, Andi Gevika Rizki.
Kini, Aston Priority Simatupang menetapkan target yang sama untuk tamu pemerintahan, korporasi, dan wisatawan dengan porsi masing-masing sebesar 30 persen.
Baca juga: Tarif Hotel di Busan Korea Selatan Naik 10 Kali Lipat Jelang Konser BTS 2026
"Bahkan menjelang tahun 2023 itu sudah mulai banyak tamu-tamu leisure-nya, liburan. Jadi, yang staycation itu tinggi, long weekend sudah mulai pick up gitu," ungkap Andi saat ditemui Kompas.com di sela preview iftar Aston Priority Simatupang, Jumat (13/2/2026) malam.
Kerja sama dengan online travel agent juga terus dioptimalkan. Melalui berbagai program promosi, tingkat okupansi hotel pun berhasil meningkat.
"Akhirnya di tahun 2023 itu, yang ke sini kalau Sabtu dan Minggu sudah mulai stabil di angka 60-70 persen okupansinya, bahkan di waktu-waktu tertentu bisa sampai full," ungkap Andi.
"Dan pick up-nya memang kalau di Jakarta itu same day booking, last minute booking ya. Jadi satu hari sebelumnya tuh kadang masih belum terlihat gitu (okupansinya)," pungkasnya.
Baca juga: InJourney Targetkan akan Kelola 106 Hotel pada Tahun 2026
Tag: #hotel #jakarta #lagi #andalkan #tamu #pemerintah #kini #bidik #sektor #wisata