Okupansi Berpotensi Menurun, Hotel Tegaskan Tidak Ada PHK
Ilustrasi PHK. .(Unsplash)
14:28
16 Februari 2026

Okupansi Berpotensi Menurun, Hotel Tegaskan Tidak Ada PHK

Hotel-hotel di Jakarta menegaskan tidak ada potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi para karyawan.

"Sekarang itu sudah efisien betul hotel itu, pemangkasan sudah ada di sana sini. Yang dipangkas lagi itu apa? Sudah sulit gitu," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jakarta, Sutrisno Iwantono, ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (12/2/2026).

Pernyataan ini disampaikan menyusul adanya potensi tingkat okupansi kamar hotel menurun selama tahun 2026 yang disampaikan oleh Ketua Umum PHRI Hariyadi BS Sukamdani.

Baca juga: Deretan Hotel Mewah dengan Lantai Berlapis Emas, Ada yang Dibongkar untuk Dijual Saat Harga Naik

"Dari sisi hotel, 2026 cukup rawan. Okupansi (kamar hotel) berpotensi turun karena anggaran perjalanan dinas dan kegiatan pemerintah dialihkan ke sektor lain," kata Hariyadi dalam Rapat Kerja Nasional PHRI di Semarang, Selasa (10/2/2026) seperti dikutip Antara.

Saat diwawancara Kompas.com secara terpisah pada Jumat, (13/2/2026), sejumlah hotel di Jakarta juga menegaskan tidak ada PHK selama operasional hotel masih berjalan optimal pada 2026.

"Kalau PHK kita enggak ada, tapi kita review pasti ya karena sistemnya kontrak (PKWT), tidak tetap, jadi itu yang kita review dan berdasarkan jumlah kebutuhan yang kita butuhkan aja," ungkap General Manager Hotel Aston Priority Simatupang, Andi Gevika Rizki.

Baca juga: Kapan Awal Puasa Ramadhan 2026? Catat Tanggalnya

Tipe kamar Governor Suite di Aston Priority Simatupang. Pemerintah menetapkan biaya menginap sebesar Rp 9.331.000 per orang per hari untuk pejabat setingkat menteri, wakil menteri, dan pejabat eselon I.Dokumentasi Aston Priority Simatupang. Tipe kamar Governor Suite di Aston Priority Simatupang. Pemerintah menetapkan biaya menginap sebesar Rp 9.331.000 per orang per hari untuk pejabat setingkat menteri, wakil menteri, dan pejabat eselon I.Menurut Andi, operasional semua departemen di Hotel Aston Priority Simatupang saat ini masih tercukupi sesuai kebutuhan.

"Sekarang pun kami sudah mulai rekrut lagi, sudah mulai interview karena mau mengejar mudah-mudahan di kuartal dua nanti nih pick up," ungkap Andi.

General Manager at Hotel The 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, Eva Rosdiana, juga menuturkan hal yang sama.

Baca juga: Upaya Turunkan Harga Tiket Pesawat saat Lebaran, InJourney Diskon 50 Persen Tarif Jasa Bandara

"Kalau PHK sih saya rasa enggak ada sih ya. Soalnya sekarang kan kalau pengurangan karyawan sudah bisa diprediksi dengan total bisnis levelnya," tutur Eva.

Dengan kondisi hotel saat ini, menurut Eva, dirinya lebih memilih penggunaan karyawan harian untuk memenuhi kebutuhan operasional hotel.

Berkaca dengan pandemi Covid-19 dan efisiensi anggaran pemerintah, Eva kini mengurangi jumlah karyawan permanen.

"Jadi yang kontraknya kita bikin 40 persen dari rasio. Sisanya kita menggunakan ee kerja harian. Jadi casual lah bahasanya," ungkap Eva.

Saat kondisi hotel ramai tamu, pekerja harian atau casual worker akan dipanggil sewaktu-waktu untuk memenuhi kebutuhan operasional, termasuk saat Ramadhan dan Lebaran.

Baca juga: Salah Satu Danau yang Paling Bening di Dunia, Airnya Tak Boleh Disentuh

Tag:  #okupansi #berpotensi #menurun #hotel #tegaskan #tidak

KOMENTAR