TNI AL Ungkap Alasan Pilih Bangka Belitung Jadi Lokasi Latihan Militer
TNI Angkatan Laut menggelar latihan berupa Anti Akses dan Anti Amfibi di perairan Kepulauan Bangka Belitung pada Minggu (15/2/2026). (DOK. Dispen AL )
15:58
16 Februari 2026

TNI AL Ungkap Alasan Pilih Bangka Belitung Jadi Lokasi Latihan Militer

- TNI Angkatan Laut mengungkapkan alasan memilih perairan Bangka Belitung menjadi lokasi latihan berupa anti-akses dan anti-amfibi pada Minggu (15/2/2026).

“Pemilihan wilayah Bangka Belitung sebagai lokasi latihan didasarkan pada nilai strategisnya,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (16/2/2026).

Baca juga: TNI AL Latihan di Babel, Kapal Perang hingga Drone Kamikaze Dikerahkan

Pasalnya, Bangka Belitung dinilai menjadi salah satu jalur pelayaran penting sekaligus wilayah perairan yang rawan.

“Melalui latihan anti-akses dan anti-amfibi ini TNI AL diharapkan semakin menguji kesiapan tempur untuk mengantisipasi berbagai bentuk ancaman yang dapat mengganggu keamanan laut nasional,” tegas dia.

Baca juga: Latihan TNI AL dengan Marinir AS Dibuka, Pangkoarmada I: Untuk Tingkatkan Perdamaian

Dalam hal ini, Tunggul menegaskan bahwa perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan laut Indonesia, sekaligus mendukung terwujudnya stabilitas kawasan dan keamanan maritim nasional.

Diberitakan sebelumnya, TNI Angkatan Laut menggelar latihan berupa anti-akses dan anti-amfibi di perairan Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada Minggu (15/2/2026).

Latihan anti-akses dan anti-amfibi

Latihan Anti-Akses disimulasikan untuk mencegah musuh memasuki wilayah laut Indonesia, sedangkan latihan Anti-amfibi ditujukan untuk menghadapi serangan musuh dari laut yang berupaya mendarat di pantai.

Dalam latihan ini, TNI AL mengerahkan sembilan Kapal Republik Indonesia (KRI), yakni KRI Brawijaya-320, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, KRI Surik-645, KRI Semarang-594, dan KRI Pulau Fani-731.

TNI AL juga melibatkan Satuan Tugas Udara yang terdiri dari pesawat patroli maritim CN-235 MPA, pesawat Cassa untuk penerjunan tempur, dua helikopter Panther, Camcopter Puspenerbal, drone kamikaze, pasukan pendarat, serta roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir.

“Seluruh unsur tersebut terintegrasi dalam satu skenario operasi,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, dikutip Kompas.com, Minggu.

Latihan diisi dengan penembakan meriam 76 mm dari KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan aksi Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) oleh prajurit KRI Brawijaya-320.

Korps Marinir juga menembakkan roket MLRS sebagai bagian dari skenario pertahanan pantai, serta melepaskan tembakan GPMG dan mortir 60 mm (MO-60).

Setelah itu, pasukan pendarat Korps Marinir diterjunkan untuk melaksanakan pendaratan amfibi.

Tag:  #ungkap #alasan #pilih #bangka #belitung #jadi #lokasi #latihan #militer

KOMENTAR