Dukung Transisi Energi, Elnusa Petrofin Terlibat dalam Green Terminal Tanjung Sekong
— PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mendukung implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.
Peresmian terminal berkonsep ramah lingkungan oleh PT Pertamina (Persero) tersebut menjadi bagian dari penguatan praktik environmental, social, and governance (ESG) serta pengembangan ekosistem energi rendah karbon di lingkungan Pertamina Group.
Keterlibatan Elnusa Petrofin dalam proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas portofolio bisnis rendah karbon (low carbon business).
Baca juga: Sepanjang 2025, Elnusa Petrofin Gelar 1.010 Kegiatan CSR di 98 Unit Operasi
PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mendukung implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.
Perusahaan juga memperkuat posisinya sebagai penyedia jasa energi terintegrasi yang adaptif terhadap transisi energi global.
Langkah tersebut mencerminkan komitmen Elnusa Group dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham melalui diversifikasi bisnis yang selaras dengan tren global dekarbonisasi dan roadmap Net Zero Emission (NZE) 2060.
Inisiatif ini sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis baru berbasis energi hijau di lingkungan Pertamina Group.
Program Green Terminal dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas pelabuhan berbasis delapan pilar keberlanjutan.
Baca juga: Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Jelang Libur Panjang Imlek-Ramadhan
Pilar tersebut mencakup sistem manajemen lingkungan, infrastruktur berstandar internasional, digitalisasi operasional, teknologi ramah lingkungan, ekonomi sirkuler, pengendalian kualitas lingkungan, perlindungan biodiversitas, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Implementasi standar tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat daya saing aset energi nasional di tengah tuntutan pasar global yang semakin menekankan praktik bisnis berbasis ESG.
Ratusan tabung elpiji 3 kilogram tambahan yang disalurkan ke Jawa Timur selama libur panjang, Sabtu (14/2/2026)
Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono mengatakan, Green Terminal merupakan bagian dari pengembangan ekosistem energi hijau dan implementasi roadmap NZE 2060 Pertamina.
“Inisiatif ini sekaligus sebagai upaya memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi tuntutan global terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab,” ujar Agung dalam siaran pers, Senin (16/2/2026).
Baca juga: Kilang Mini LNG Pasuruan Disiapkan untuk Tekan Impor LPG
Terminal strategis dengan kontribusi besar terhadap pasokan LPG nasional
Terminal LPG Tanjung Sekong dipilih sebagai proyek percontohan Green Terminal karena perannya yang strategis dalam infrastruktur energi nasional.
Terminal ini berkontribusi sekitar 35 hingga 40 persen terhadap kebutuhan LPG nasional.
Selain itu, terminal tersebut memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 98.000 metrik ton serta dermaga dengan kapasitas hingga 65.000 deadweight tonnage (DWT).
Dengan kapasitas dan peran tersebut, Terminal LPG Tanjung Sekong menjadi salah satu simpul penting dalam rantai pasok energi nasional.
Baca juga: Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi Energi Nasional, Ini yang Dilakukan
Transformasi terminal ini menjadi Green Terminal diharapkan memperkuat fondasi keberlanjutan pada salah satu aset energi paling vital di Indonesia.
Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi infrastruktur energi nasional agar lebih selaras dengan target penurunan emisi karbon.
Dalam implementasinya, Elnusa Petrofin berperan sebagai mitra logistik dalam rantai nilai energi hijau Pertamina. Peran ini terutama terkait dukungan distribusi Green Hydrogen yang diproduksi oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dari panas bumi Ulubelu.
Green Hydrogen tersebut dimanfaatkan untuk mendukung operasional pembangkit listrik rendah karbon milik PT Pertamina Energy Terminal (PET) di Tanjung Sekong.
Baca juga: Elnusa Petrofin Dukung Ketahanan Energi di Kalbar
Sinergi ini mencerminkan integrasi hulu dan hilir dalam ekosistem energi bersih yang sedang dikembangkan Pertamina Group.
Terminal LPG di Wayame, Ambon, Provinsi Maluku dengan kapasitas total 2.000 matrik ton.
Green Hydrogen ditargetkan penuhi 25 persen kebutuhan listrik terminal
Pemanfaatan pembangkit listrik berbasis Green Hydrogen tersebut ditargetkan mampu memenuhi hingga 25 persen kebutuhan listrik operasional terminal.
Selain itu, penggunaan energi tersebut juga diharapkan dapat menurunkan emisi tidak langsung atau Scope 2 emissions yang berasal dari konsumsi listrik.
Partisipasi dalam rantai distribusi energi rendah karbon ini menjadi pijakan awal bagi Elnusa Group untuk memperluas kapabilitas logistik energi bersih.
Baca juga: Pertamina Catat 429 Kopdes Merah Putih Sudah Jadi Outlet LPG
Selain mendukung transisi energi, langkah tersebut juga membuka potensi recurring revenue atau pendapatan berulang di segmen energi transisi.
Direktur Utama Elnusa Petrofin Doni Indrawan menegaskan, dukungan terhadap Green Terminal merupakan bagian dari transformasi bisnis perusahaan menuju layanan logistik energi yang lebih berkelanjutan.
Menurut Doni, kolaborasi lintas entitas di lingkungan Pertamina Group menjadi faktor penting dalam mendorong implementasi infrastruktur energi rendah karbon.
Melalui kolaborasi tersebut, implementasi Green Terminal Tanjung Sekong diharapkan dapat menjadi model pengembangan infrastruktur energi rendah karbon di Indonesia.
Baca juga: Elnusa Petrofin Hadirkan Program Hutan untuk Dukung Net Zero Emission
Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat penciptaan nilai perusahaan di tengah era transisi energi.
Tag: #dukung #transisi #energi #elnusa #petrofin #terlibat #dalam #green #terminal #tanjung #sekong