Sindiran Tajam Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Bergantung Naturalisasi daripada Pemain Muda
Skuad Timnas Indonesia Senior (pssi.org)
18:36
16 Februari 2026

Sindiran Tajam Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Bergantung Naturalisasi daripada Pemain Muda

Baca 10 detik
  • Media Vietnam mengklaim sistem pembinaan pemain muda mereka lebih unggul dibandingkan Timnas Indonesia.

  • Ketergantungan pada pemain naturalisasi dinilai bisa melemahkan performa Timnas Indonesia di masa depan.

  • Vietnam fokus pada pengembangan bakat lokal untuk menjaga stabilitas prestasi sepak bola mereka.

Media Vietnam baru-baru ini memberikan pandangan kritis terkait perkembangan talenta muda di wilayah ASEAN, terutama Timnas Indonesia.

Mereka mencoba membedah mengapa prestasi tim nasional mereka di kategori umur seringkali terlihat lebih menonjol.

Sorotan utama tertuju pada perbedaan strategi antara tim nasional Vietnam dengan Timnas Indonesia saat ini.

Dalam ulasannya, mereka menekankan pentingnya struktur fondasi pembinaan yang dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.

Pihak media tersebut meyakini bahwa stok pemain berkualitas yang melimpah menjadi kunci utama kesuksesan mereka.

Berbeda dengan negara lain, mereka merasa program pengembangan usia dini di Vietnam sudah sangat matang.

Kemandirian dalam mencetak atlet profesional diklaim sebagai pembeda kualitas tim nasional di kancah internasional.

Mereka menilai banyak negara di sekitar mereka yang dahulu berada di level setara kini mulai tertinggal.

Efektivitas akademi lokal di Vietnam disebut mampu menghasilkan pemain yang siap bersaing di level tertinggi.

Namun, fokus tulisan tersebut kemudian mengarah pada kebijakan yang diambil oleh federasi sepak bola Indonesia.

Penggunaan pemain keturunan atau naturalisasi dianggap memiliki risiko besar bagi kestabilan sebuah tim nasional.

Media Vietnam berpendapat bahwa ketergantungan pada pemain luar bisa menjadi bumerang di masa depan nanti.

Analisis mereka menunjukkan adanya potensi kerapuhan jika para pemain tersebut tidak dalam kondisi terbaiknya.

Kekhawatiran ini muncul seiring dengan masifnya gelombang pemain diaspora yang memperkuat skuad Garuda di berbagai level.

"Akibatnya, setiap kali pemain naturalisasi ini berkualitas buruk atau mengalami masalah karena alasan apa pun, Timnas Indonesia, Malaysia, dan Filipina langsung melemah," tulis BTV.

Pernyataan tersebut menegaskan pandangan mereka mengenai kerentanan tim yang tidak memiliki akar pembinaan kuat.

Vietnam merasa lebih aman karena mereka mengandalkan produk asli dari kompetisi domestik yang berjalan rutin.

Stabilitas performa dianggap hanya bisa dicapai jika para pemain tumbuh dalam sistem sepak bola nasional.

Tanpa ketergantungan pada faktor eksternal, mereka yakin bisa mempertahankan dominasi di level junior lebih lama.

Keberhasilan Vietnam menembus berbagai turnamen besar di level Asia menjadi bukti nyata yang mereka suguhkan.

Mereka membandingkan pencapaian tersebut dengan negara-negara yang sibuk melakukan proses naturalisasi pemain secara instan.

Meskipun Indonesia mulai menunjukkan peningkatan, media Vietnam tetap memandang sebelah mata sistem yang diterapkan saat ini.

Bagian dari evaluasi mereka mencakup bagaimana kesiapan mental pemain lokal dalam menghadapi tekanan kompetisi besar.

Kekuatan mental ini diklaim terbentuk karena proses panjang di akademi, bukan karena pindah kewarganegaraan.

Visi jangka panjang menjadi alasan mengapa Vietnam tetap konsisten di jalur pengembangan bakat-bakat putra daerah.

Mereka tidak ingin terjebak dalam tren mencari pemain di luar negeri hanya demi prestasi yang bersifat sementara.

Keberlanjutan prestasi dipandang lebih berharga daripada trofi yang didapat tanpa proses pembinaan yang sehat.

Oleh karena itu, Vietnam terus memperkuat jaringan pencarian bakat hingga ke pelosok daerah di negaranya.

Harapannya, mereka tetap menjadi kiblat sepak bola usia muda di kawasan Asia Tenggara untuk waktu lama.

Koneksi yang kuat antara kompetisi liga domestik dan kebutuhan tim nasional menjadi poin penting lainnya.

Para pemain muda diberikan jam terbang yang cukup di klub agar siap saat dipanggil membela negara.

Hal ini dianggap berbeda dengan kondisi di beberapa negara tetangga yang pemain mudanya sulit mendapat menit bermain.

Kondisi tersebut akhirnya memaksa federasi untuk melirik pemain dari luar guna menutupi kekurangan posisi tertentu.

Media Vietnam menutup ulasannya dengan peringatan bahwa fondasi lokal tetaplah elemen paling vital dalam sepak bola.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #sindiran #tajam #media #vietnam #sebut #timnas #indonesia #bergantung #naturalisasi #daripada #pemain #muda

KOMENTAR