IOC Jual Kaos Propaganda Nazi Olimpiade 1936, Barang Ludes tapi Tuai Kecaman
Desain kaos yang dijual Komite Olimpiade Internasional atau International Olympic Committee (IOC), yang merujuk pada ajang yang pernah dimanfaatkan Adolf Hitler untuk mempromosikan rezim Nazi Jerman. (Olympic Shop via The Independent)
15:12
16 Februari 2026

IOC Jual Kaos Propaganda Nazi Olimpiade 1936, Barang Ludes tapi Tuai Kecaman

Komite Olimpiade Internasional atau International Olympic Committee (IOC) menuai kecaman setelah menjual kaos bergambar karya seni Olimpiade Berlin 1936.

Desain tersebut merujuk pada ajang yang pernah dimanfaatkan Adolf Hitler untuk mempromosikan rezim Nazi Jerman.

Kaos edisi terbatas itu dipasarkan melalui toko daring resmi Olimpiade dan kini telah habis terjual.

Baca juga: Gara-gara Pamer Simbol Nazi, Pria Ini Dilarang Masuk Australia

Kontroversi desain era Nazi

Kaos yang dipermasalahkan merupakan bagian dari koleksi “Olympic Heritage Collection”.

Desainnya mereplikasi poster propaganda Olimpiade 1936, menampilkan sosok pria dengan mahkota daun laurel, cincin Olimpiade, serta Gerbang Brandenburg. Koleksi tersebut langsung menuai reaksi keras di media sosial.

“Sejarah harus diajarkan, bukan dikomersialkan,” tulis seorang pengguna X.

Pengguna lain berkomentar, "Penjualan yang mengejutkan—tim merchandise Olimpiade benar-benar menganggap seni Berlin era Nazi adalah hal yang bagus? Pelajaran sejarah diperlukan secepatnya."

Di Reddit, seorang pengguna menulis, "IOC benar-benar busuk. Selalu begitu."

Sementara itu, kritik lain di X menyebut, “Menjual merchandise Berlin tahun 1936 adalah tindakan nirempati; hal ini berisiko menormalisasi propaganda Nazi dibandingkan secara kritis mengakui babak kelam dalam sejarah Olimpiade.”

Adapun Olimpiade 1936 digelar tiga tahun setelah rezim Hitler berkuasa di Jerman. Para sejarawan mencatat ajang tersebut sebagai sarana propaganda utama untuk menyebarkan ide supremasi ras dan antisemitisme Nazi.

Klara Schedlich dalam sebuah pernyataan menyebut, “Olimpiade 1936 merupakan alat propaganda utama rezim Nazi.”

Ia menyatakan bahwa IOC “jelas tidak cukup merefleksikan sejarahnya sendiri,” dan menambahkan bahwa tanpa konteks yang jelas, “pilihan gambar tersebut bermasalah.”

Baca juga: Musk Tanggapi Kecaman atas Gerakan Salam Nazi Saat Pidato Merayakan Pelantikan Trump

Pembelaan IOC

Bendera Komite Olimpiade Internasional (IOC).olympics.com Bendera Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Menanggapi kritik tersebut, International Olympic Committee membela penjualan kaos itu.

IOC menjelaskan bahwa desain tersebut mereproduksi poster asli tahun 1936 karya seniman Jerman Franz Wurbel, dan menjadi bagian dari koleksi warisan yang menampilkan karya seni dari setiap Olimpiade.

Dalam pernyataannya kepada The New York Post, IOC mengatakan, “Tentu saja, kami mengetahui konteks sejarah yang mendalam seputar Olimpiade Berlin 1936.”

IOC juga menambahkan, “Olimpiade 1936 juga mempertemukan 4.483 atlet dari 49 negara yang berkompetisi dalam 149 cabang olahraga dan mencakup prestasi olahraga yang luar biasa. Banyak dari mereka mengejutkan dunia dengan prestasi atletik mereka, termasuk Jesse Owens.”

Diketahui, Jesse Owens merupakan atlet Amerika Serikat yang mencatat sejarah pada Olimpiade 1936.

Ia memenangkan empat medali emas di nomor 100 meter, 200 meter, estafet 4x100 meter, dan lompat jauh, sekaligus menantang langsung ideologi rasial Hitler melalui prestasinya.

Baca juga: Anak Pejabat Nazi Ditangkap, Usai Lukisan Hilang 80 Tahun Muncul di Iklan Rumah

Tag:  #jual #kaos #propaganda #nazi #olimpiade #1936 #barang #ludes #tapi #tuai #kecaman

KOMENTAR