Ironi AKBP Didik Putra Kuncoro: 6 Fakta Kelam Eks Kapolres Bima, Simpan Sekoper Narkoba
Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro. ANTARA/Handout/am
16:52
16 Februari 2026

Ironi AKBP Didik Putra Kuncoro: 6 Fakta Kelam Eks Kapolres Bima, Simpan Sekoper Narkoba

Baca 10 detik
  • Mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, diduga telah mengonsumsi narkoba sejak Agustus tahun sebelumnya (2025).
  • Bareskrim Polri menemukan satu koper berisi berbagai jenis narkotika yang disimpan oleh Didik untuk dikonsumsi pribadi.
  • Hasil tes menunjukkan urine AKBP Didik negatif, namun hasil uji rambut membuktikan bahwa ia positif mengonsumsi narkoba.

Kasus yang menjerat mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, mengejutkan publik dan mencoreng institusi Polri. Perwira menengah yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan narkotika justru terlibat dalam lingkaran setan barang haram tersebut.

Berikut adalah rangkuman fakta-fakta kunci terkait kasus AKBP Didik Putra Kuncoro:

1. Diduga Telah Mengonsumsi Narkoba Sejak 2025

Penyelidikan awal kepolisian mengindikasikan bahwa kebiasaan AKBP Didik mengonsumsi narkoba bukanlah hal baru. Pihak Mabes Polri menyebut dugaan ini telah berlangsung selama berbulan-bulan sebelum akhirnya terungkap.

"Dari hasil pemeriksaan sejauh ini, diduga itu sejak bulan Agustus tahun lalu. Namun, itu jadi bahan untuk didalami," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, dalam keterangan pers di Markas Besar Polri, Minggu (15/2/2026) malam.

2. Simpan Sekoper Narkoba untuk Konsumsi Pribadi

Fakta paling mencengangkan adalah penemuan satu koper penuh berisi berbagai jenis narkotika. Bareskrim Polri mengonfirmasi bahwa barang bukti tersebut sengaja disimpan oleh AKBP Didik untuk dikonsumsi sendiri. Rincian barang bukti yang ditemukan antara lain:

  • Sabu seberat 16,3 gram
  • Ekstasi 49 butir dan 2 butir sisa pakai (total 23,5 gram)
  • Aprazolam 19 butir
  • Happy Five 2 butir
  • Ketamin 5 gram

"Untuk dipakai. Iya, itulah yang diambil, didapat dari Kasat," jelas Kasubdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Zulkarnain Harahap.

3. Hasil Tes Penuh Teka-teki: Urine Negatif, Rambut Positif

Terdapat kejanggalan dalam hasil tes narkoba AKBP Didik. Meskipun hasil tes urinenya bersama sang istri dinyatakan negatif, hasil pemeriksaan yang lebih mendalam melalui sampel rambut menunjukkan hasil sebaliknya.

“(Urine) Dia (AKBP Didik) dengan istrinya, dengan polwan, negatif. Tetapi, Propam sudah melakukan uji rambut, positif. Sedangkan yang dua lagi, malam lagi keluar,” jelas Zulkarnain.

4. Bandar Pemasok Berinisial 'E' Kini Diburu Polisi

Kepolisian telah berhasil mengidentifikasi sosok yang diduga menjadi pemasok utama narkoba kepada AKBP Didik. Bandar tersebut diketahui memiliki inisial E dan kini menjadi buronan utama tim Bareskrim Polri. Nama E terungkap dari pengakuan tersangka lain, yakni AKP ML (Malaungi).

"Identitas bandar dengan inisial E saat ini profil lengkapnya sudah ada. Saat ini sedang dalam proses untuk pengejaran dan penangkapan,” kata Johnny.

5. Terungkap Berkat 'Nyanyian' Kasat Narkoba

Kasus ini terungkap melalui pengembangan dari penangkapan lain. Awalnya, polisi menangkap asisten rumah tangga dari anggota Polri Bripka IR dengan barang bukti sabu. Dari interogasi, muncul nama Kepala Satuan Narkoba Polres Bima Kota, AKP Maulangi.

AKP Maulangi inilah yang kemudian menyebut keterlibatan atasannya, AKBP Didik Putra Kuncoro. Atas perbuatannya, Didik kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal berlapis.

6. DPR Desak Hukuman Diperberat

Kasus ini mendapat perhatian serius dari parlemen. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mendukung penuh langkah tegas Polri dan mendesak agar AKBP Didik dijatuhi hukuman yang lebih berat dibandingkan pelaku biasa, mengingat statusnya sebagai aparat penegak hukum.

"Hal ini penting karena sebagai anggota Polri seharusnya dia terdepan dalam pemberantasan narkoba, tetapi justru dia terlibat," katanya.

Editor: Bangun Santoso

Tag:  #ironi #akbp #didik #putra #kuncoro #fakta #kelam #kapolres #bima #simpan #sekoper #narkoba

KOMENTAR