2 Jet T-50i Buatan Korsel Tiba di Indonesia, Dirakit di Madiun
Indonesia kembali menambah kekuatan armadanya dengan menerima dua pesawat latih tempur T-50i buatan Korea Selatan.
Kedatangan dua jet ini menjadi bagian dari kontrak pembelian enam unit T-50i untuk mendukung program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Pengiriman tersebut dilakukan setelah Indonesia lebih dahulu menerima tiga jet tempur Rafale dari Perancis pada Januari 2026.
Baca juga: Media Asing Ramai Ulas Jalan Tol RI Akan Jadi Landasan Jet Tempur
Penambahan armada ini disebut akan memperkuat kemampuan pelatihan sekaligus kesiapan tempur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).
Dirakit di Lanud Iswahjudi
Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa dua pesawat T-50i tersebut dikirim dari Korea Selatan menggunakan kargo udara.
Saat ini, komponen pesawat tengah dalam proses perakitan di Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur.
Menurut Sirait, dua unit tersebut merupakan bagian dari kontrak pengadaan enam pesawat T-50i advanced jet trainer yang telah dipesan Indonesia.
Pengadaan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelatihan pilot sekaligus mendukung kemampuan tempur ringan TNI AU.
Ia juga menanggapi beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan komponen pesawat diangkut secara terpisah menggunakan truk menuju pangkalan udara, dengan sebagian bagian tertutup pelindung berwarna hitam.
“Kami menegaskan bahwa seluruh logistik dan pemindahan alat utama sistem persenjataan dilakukan melalui mekanisme resmi dan aman sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujar Sirait, dikutip dari Antara, Sabtu (14/2/2026).
Sirait memastikan metode pengiriman tersebut telah memenuhi standar yang berlaku dan tidak memengaruhi kualitas maupun performa operasional pesawat.
Perkuat Pertahanan Udara
Ia menambahkan, kedatangan dua T-50i ini akan semakin memperkokoh kemampuan pertahanan udara Indonesia.
Pesawat tersebut akan difungsikan sebagai lead-in fighter trainer, yakni pesawat latih lanjutan sebelum penerbang mengoperasikan jet tempur utama.
Indonesia sebelumnya telah mengoperasikan T-50i generasi awal melalui Skadron Udara 15 yang bermarkas di Lanud Iswahjudi, Jawa Timur.
Baca juga: China Makin Berani, Jet Tempur J-16 Tembakkan Suar ke Pesawat Taiwan
Tiga Rafale lebih dulu tiba
Indonesia resmi menerima tiga jet tempur Rafale dari Perancis, Jumat (23/1/2026).
Pada Januari 2026, Indonesia juga menerima tiga jet tempur Rafale dari Perancis. Pengiriman itu merupakan tahap pertama dari total 42 unit yang dipesan dari Dassault Aviation.
TNI AU disebut telah mampu mengoperasikan tiga Rafale yang tiba pada pekan terakhir Januari. Namun, Sirait belum memerinci jadwal kedatangan pengiriman tahap kedua dan ketiga.
Antara mencatat, kehadiran Rafale bersama tambahan T-50i terbaru diperkirakan akan meningkatkan secara signifikan kemampuan TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.
Penguatan Matra Laut dan Darat
Selain memperkuat armada udara, pemerintah juga terus meningkatkan kemampuan TNI Angkatan Darat (AD) dan TNI Angkatan Laut (AL).
Untuk memperkuat kekuatan laut, Indonesia telah membeli sejumlah kapal perang baru.
Indonesia juga menyatakan minat untuk mengakuisisi kapal induk buatan Italia, Giuseppe Garibaldi.
Kepala Staf TNI AL, Laksamana Muhammad Ali, sebelumnya menyampaikan bahwa kapal induk pertama Indonesia tersebut ditargetkan tiba sebelum peringatan HUT TNI pada 5 Oktober 2026, seiring berlanjutnya proses pembahasan dengan pihak Italia.
“Untuk Garibaldi, masih dalam proses. Kami berharap bisa tiba di Indonesia sebelum HUT TNI,” kata Ali.
Ia menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan masih melakukan negosiasi dengan perusahaan galangan kapal Italia, Fincantieri, yang membangun Giuseppe Garibaldi.
Baca juga: Jet Tempur Su-57 Versi Terbaru Dikirim Massal, Diklaim Bisa Jalankan Semua Misi