Komisi XII DPR Minta Pemerintah Data Logam Tanah Jarang Indonesia untuk Pertahanan
- Anggota DPR RI Komisi XII Arif Riyanto meminta Badan Industri Mineral (BIM) segera melakukan riset dan pendataan, terkait potensi sumber daya serta cadangan Logam Tanah Jarang (LTJ) di Indonesia.
Fokus utama riset tersebut adalah LTJ yang keberadaaannya berasosiasi sebagai mineral ikutan dalam komoditas timah dan nikel.
Menurut Arif, logam tanah jarang merupakan komoditas strategis yang akan menentukan masa depan industri global.
Ia mencontohkan, Tiongkok saat ini menguasai sekitar 60 persen produksi logam tanah jarang dunia dan telah memanfaatkannya untuk mendukung kemajuan teknologi tinggi.
“Logam tanah jarang adalah mineral masa depan dunia. Penguasaannya sangat menentukan posisi suatu negara dalam pengembangan teknologi canggih,” kata Arif kepada wartawan, Senin (16/2).
Ia menjelaskan, Indonesia sendiri telah lama melakukan penambangan bijih timah dan nikel. Meski demikian, potensi LTJ yang terkandung sebagai mineral ikutan dari kedua komoditas tersebut dinilai belum didata secara akurat dan komprehensif.
Karena itu, Arif mendorong BIM untuk segera memiliki neraca sumber daya dan cadangan LTJ.
Sebab, neraca tersebut dinilai penting sebagai dasar penyusunan peta jalan (roadmap) pemanfaatan LTJ nasional, termasuk untuk mendukung kebutuhan industri pertahanan dan teknologi tinggi.
“Di Indonesia, keterdapatan logam tanah jarang ini sering berasosiasi dengan mineral lain seperti timah dan nikel. Karena itu, pendataan harus segera dilakukan agar kita memiliki basis data yang kuat,” tegasnya.
Logam Tanah Jarang merupakan kelompok logam strategis yang banyak digunakan dalam industri pertahanan, energi terbarukan, kendaraan listrik, serta berbagai perangkat teknologi tinggi.
Arif juga mempertanyakan kesiapan BIM dalam mengoordinasikan riset dan pendataan tersebut.
Ia menekankan pentingnya peran BIM sebagai orkestrator kebijakan, riset, dan pengembangan mineral strategis, termasuk Logam Tanah Jarang dan mineral radioaktif.
"Dengan adanya pendataan dan neraca sumber daya yang jelas, pemerintah diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang lebih terarah dalam mengoptimalkan potensi Logam Tanah Jarang sebagai basis kemandirian industri pertahanan negara," pungkasnya.
Tag: #komisi #minta #pemerintah #data #logam #tanah #jarang #indonesia #untuk #pertahanan