Salah Naik Pesawat, Penumpang Mau ke Luar Kota Malah Jadi Pindah Benua
Ilustrasi pesawat United Airlines.(UNSPLASH/AEROJET)
15:06
16 Februari 2026

Salah Naik Pesawat, Penumpang Mau ke Luar Kota Malah Jadi Pindah Benua

- Nasib sial dialami oleh salah satu penumpang pesawat United Airlines, Victor Calderon.

Niat hati ingin terbang menuju Houston, Amerika Serikat, Victor justru berakhir di Tokyo, Jepang, yang berjarak sekitar 8.800 kilometer dari lokasi asalnya.

Peristiwa ini bermula saat Victor dijadwalkan terbang dari Los Angeles menuju Houston pada Agustus 2025.

Dikutip dari LA Times, Kamis (12/2/2026), Victor langsung mengenakan headphone dan duduk di kursi kelas ekonomi sesaat setelah masuk ke dalam kabin.

Seperti penumpang pada umumnya, ia mengabaikan pengarahan keselamatan sebelum terbang dan memilih asyik menonton film serta mendengarkan musik.

Baca juga: Pesawat Berisi 55 Meluncur ke Laut Usai Lepas Landas, Semua Selamat

Merasa janggal usai ada tawaran bantal 

Kecurigaan pria berusia 54 tahun ini baru muncul saat seorang pramugari menawarkan bantal kepadanya. 

Baginya, layanan tersebut terasa tidak biasa untuk penerbangan domestik di Amerika Serikat. Dua jam mengudara, ia mulai disajikan makanan berat.

“Aneh sekali, biasanya mereka hanya memberi camilan dan minuman soda,” pikirnya sambil memperhatikan cita rasa Asia pada makanan itu.

Sekitar enam jam kemudian, dia mulai gelisah karena pesawat belum mendarat di Houston meski sudah 3,5 jam perjalanan.

Karena itu, Victor memberi tahu pramugari bahwa dia harus berada di Houston sebelum pukul 5 sore untuk naik pesawat ke tujuan akhirnya di Managua, Nikaragua.

Pria kelahiran El Salvador yang kini tinggal di Los Angeles itu menyadari bahwa dia sudah berada di tengah penerbangan sejauh 8.800 kilometer menuju Tokyo.

Baca juga: Kuba Kehabisan Avtur, Pesawat Tak Bisa Isi Bahan Bakar di Bandara

Kursi dengan nomor yang sama kosong

Dalam sebuah wawancara mengenai insiden itu pada Rabu (11/2/2026), Victor mengaku sangat terkejut. 

Menurutnya, ketika naik pesawat, ada sejumlah gerbang yang berdekatan, termasuk gerbang untuk penerbangan internasional, yang berangkat kira-kira pada waktu yang sama dengan penerbangannya ke Texas. 

Kebetulan, kursi yang telah ditetapkan untuk penerbangannya ke Houston, 34D, kosong pada penerbangan ke Tokyo.

Saat tiba di bandara, dia berulang kali bertanya kepada staf tentang arah menuju Gerbang 75A, gerbang yang tertera pada boarding pass yang tercetak.

"Ketika naik ke pesawat, petugas tiket langsung mengambil tiket dan memindainya," jelas dia.

Baca juga: Pesawat Jatuh di Jalanan Ramai, Tabrak Sejumlah Mobil

Terancam ditahan

Ilustrasi pohon sakura di Jepang.Dok. Unsplash/Yusheng Deng Ilustrasi pohon sakura di Jepang.

Sayangnya, Victor tak bisa memanfaatkan situasi salah naik pesawat itu untuk berkeliling Tokyo.

Staf penerbangan bahkan memperingatkannya bahwa dia bisa berisiko ditahan jika meninggalkan bandara karena tindakan itu sendiri dianggap ilegal. 

Menurut Departemen Luar Negeri AS, wisatawan harus memiliki paspor yang sah serta bukti tiket pulang atau tiket lanjutan.

Hanya beberapa jam setelah mendarat pada 8 Agustus 2025, dia diterbangkan kembali ke Los Angeles dan tidak pernah menginjakkan kaki di luar sayap internasional Bandara Haneda.

“Sejujurnya, saya sangat takut dengan semua yang telah terjadi di masa lalu, terlebih lagi ketika pramugari memberi tahu saya bahwa saya bisa ditangkap. Saya memikirkan hal terburuk. Mereka akan mengira saya teroris, jadi saya gugup,” ujarnya.

United Airlines membantu mengalihkan rutenya ke Nikaragua. Maskapai tersebut juga menaikkan kelas kursinya ke kelas satu untuk mengganti kerugian akibat kesalahan tersebut. 

Ia tiba di tujuannya 48 jam setelah waktu kedatangan yang direncanakan.

Baca juga: Digadang Akan Saingi Boeing dan Airbus, China Pamerkan Pesawat Comac

Terima kompensasi dari United Airlines

Dalam sebuah pernyataan, para pejabat United mengatakan bahwa mereka telah menghubungi tim bandara untuk memahami bagaimana hal ini bisa terjadi dan telah meminta maaf kepada pelanggan atas pengalamannya. 

Mereka juga menawarkan kredit perjalanan dan penggantian biaya.

“Kami selalu menyarankan pelanggan untuk memantau rambu-rambu di gerbang dan pengumuman boarding untuk memastikan pesawat yang mereka naiki menuju tujuan yang diinginkan,” tambah maskapai tersebut.

Victor mengatakan, kompensasinya adalah 300 dollar AS atau sekitar Rp 5 juta dalam bentuk kredit penerbangan, kurang dari setengah dari yang dia bayarkan untuk penerbangan aslinya.

Baca juga: Ketika Satpam Bandara Kepergok Telan Uang Penumpang Pesawat...

Merasa geram, dia menghubungi unit investigasi konsumen di stasiun Telemundo 52 di Los Angeles yang membela warga dari penipuan, kecurangan, dan ketidakadilan.

Dia membayar 655 dollar AS atau sekitar Rp 11 juta untuk penerbangan awalnya dan harus membeli pakaian sementara, karena barang bawaannya masih berada di tempat lain.

Telemundo 52 Responde meminta United Airlines untuk mengevaluasi kembali keputusannya, dengan melampirkan bukti pembayaran untuk penerbangan asli, hotel, dan pakaian yang dibeli Calderon, yang totalnya mencapai 1.095 dollar AS atau sekitar Rp 18,4 juta. 

Bulan ini, maskapai tersebut mempertimbangkan kembali kompensasi yang ditawarkan dan memberinya total 1.000 dollar AS atau sekitar Rp 16,8 juta dalam bentuk kredit perjalanan.

Tag:  #salah #naik #pesawat #penumpang #luar #kota #malah #jadi #pindah #benua

KOMENTAR