Kenang Masa Keemasan Migas, Bahlil Targetkan Lelang 110 Blok pada 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana, Jakarta, Rabu (11/2/2026).(Sekretariat Presiden )
14:56
16 Februari 2026

Kenang Masa Keemasan Migas, Bahlil Targetkan Lelang 110 Blok pada 2026


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyinggung masa keemasan produksi minyak nasional yang pada periode 1996–1997 sempat menembus 1,5 juta hingga 1,6 juta barrel per hari (bph).

Bahlil bilang, pada saat itu kebutuhan dalam negeri masih berada di kisaran 500.000 bph. Dengan selisih produksi yang cukup besar, Indonesia kala itu mampu mengekspor sekitar 1 juta barrel per hari.

"Kondisi tersebut membuat Indonesia sempat menjadi anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), dengan kontribusi sektor minyak mencapai 43 persen terhadap APBN," ujar Bahlil saat sambutan di acara Sidang Dewan Pleno BP HIPMI di Makassar, Minggu (15/2/2026).

Namun, pascareformasi, menurut Bahlil, produksi minyak nasional terus mengalami tren penurunan dan dalam satu dekade terakhir tak pernah mampu memenuhi target yang ditetapkan dalam asumsi APBN.

"Alhamdulillah, kemarin untuk pertama kali dalam 10 tahun terakhir, target APBN 605 ribu barel per hari bisa tercapai. Realisasi lifting kita sekitar 605.300 barrel per hari," ujar dia.

Baca juga: Lifting Minyak Lampaui Target APBN 2025, DPR Sebut Tren Stagnasi Produksi Mulai Berbalik

Walaupun kinerja lifting mulai memperlihatkan tren positif, Indonesia tetap dibayangi tantangan yang tidak ringan. Saat ini, volume impor minyak mentah dan produk turunannya mencapai kurang lebih 1 juta barrel per hari. Secara keseluruhan, nilai impor energi, meliputi BBM, crude oil, hingga LPG menyentuh angka sekitar Rp 520 triliun.

Bahlil menegaskan bahwa tanpa langkah terobosan yang konkret dan terukur, upaya mewujudkan kemandirian energi akan sulit tercapai. Ia juga menggarisbawahi adanya kepentingan pihak-pihak tertentu yang diuntungkan oleh tingginya ketergantungan pada impor.

Sebagai respons, pemerintah tengah menyiapkan sekitar 110 wilayah kerja migas yang siap ditawarkan melalui mekanisme lelang. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak produksi dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

"110 blok baru ini untuk mendorong ketahanan energi dan swasembada energi. Saya sudah minta," ujarnya.

Selain itu, sepanjang tahun ini nilai proyek yang berada di bawah koordinasi SKK Migas bersama para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mencapai sekitar 42 miliar dollar AS, atau setara lebih dari Rp 600 triliun. Seluruh kesempatan tersebut, menurut Bahlil, dibuka secara profesional, akuntabel, dan transparan.

Ia juga menerapkan kebijakan afirmatif dengan menegaskan bahwa proyek bernilai di bawah Rp 100 miliar tidak lagi boleh sepenuhnya digarap kontraktor yang berbasis di Jakarta, guna memperluas partisipasi pelaku usaha daerah.

"Kasih pekerjaan itu kepada anak-anak daerah di mana lokasi itu ada," jelas dia.

Meski demikian, Bahlil menekankan bahwa pelaku usaha di daerah dituntut memiliki kesiapan yang matang dan standar profesional yang memadai. Ia mengingatkan agar partisipasi tidak sebatas pengajuan proposal, melainkan disertai kapabilitas teknis serta tata kelola manajerial yang benar-benar siap dijalankan.

"Di dunia migas itu bicara profesional. Ini peluang, silakan dimanfaatkan," tegas Bahlil.

Tag:  #kenang #masa #keemasan #migas #bahlil #targetkan #lelang #blok #pada #2026

KOMENTAR