Polisi Tambah Personel di Yahukimo Usai Penembakan Pesawat Smart Air
Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kota Jayapura/ Findi Rakmeni.(KOMPAS.com/FINDI RAKMENI)
15:02
16 Februari 2026

Polisi Tambah Personel di Yahukimo Usai Penembakan Pesawat Smart Air

Polri menambah kekuatan personel di wilayah Yahukimo dan sekitarnya seusai insiden penembakan pesawat Smart Air di Korowai, Kabupaten Boven Digoel, pekan lalu.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan warga serta memastikan aktivitas penerbangan tetap berjalan.

"Menindaklanjuti arahan pimpinan Polri, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan penambahan kekuatan personel yang didukung Sat Brimob Polda Papua, jajaran Reskrim, serta Polres Yahukimo," kata Yusuf dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Baca juga: Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Penembakan Pesawat Smart Air di Papua

Yusuf menjelaskan bahwa Polres Boven Digoel dengan sekitar 300 personel harus mengamankan wilayah yang luas dan didominasi hutan lebat.

Tantangan geografis dan keterbatasan akses disebut menjadi kendala utama dalam proses pengejaran pelaku.

Yusuf juga mengungkapkan bahwa aparat telah menangkap empat orang terduga pelaku penembakan pesawat Smart Air.

"Dua di antaranya dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, masing-masing berinisial GW dan EH. Sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman," ujar Yusuf.

Baca juga: Penembak Pilot Smart Air Diburu ke Yahukimo, Bandara Koroway Batu Dijaga 29 Personel

Berdasarkan keterangan saksi dan penumpang yang selamat, diperkirakan terdapat tiga hingga empat senjata api laras panjang yang digunakan pelaku dalam penembakan tersebut.

Sejumlah pelaku lain disebut membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang.

"Jenis dan asal senjata api masih dalam proses identifikasi," kata dia.

Secara umum, kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo diperkirakan berjumlah sekitar 200 orang dan tersebar dalam beberapa kelompok kecil.

Sejak Januari hingga pekan lalu, tercatat 23 kasus kekerasan yang diduga berkaitan dengan kelompok tersebut.

Baca juga: Ikatan Pilot Indonesia Kecam Penembakan Pilot dan Co-pilot Smart Air

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan bahwa perlindungan warga sipil menjadi prioritas utama.

“Korban dalam rangkaian kekerasan ini adalah warga sipil, mulai dari pilot, sopir, hingga pekerja yang membantu pembangunan sekolah. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Kami pastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti," kata Faizal.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Adarma Sinaga menambahkan, selain mengejar pelaku, aparat juga memperketat pengamanan bandara serta meningkatkan patroli untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata.

Baca juga: Tangis Ibu Lepas Co-pilot Smart Air Baskoro: Selamat Jalan, Kapten Kebanggaan Mama

“Kami tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas penerbangan perintis bisa berjalan. Pengamanan bandara, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus kami tingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” ujar Adarma.

Sebelumnya, pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR milik PT Smart Air Aviation ditembaki sesaat setelah mendarat di Bandara Korowai, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

Pilot dan kopilot pesawat tersebut tewas akibat kejadian penembakan, sedangkan 13 orang penumpang selamat.

Polisi mengungkapkan, pelaku penembakan merupakan anggota KKB dari Yahukimo.

Tag:  #polisi #tambah #personel #yahukimo #usai #penembakan #pesawat #smart

KOMENTAR