Biomassa Lokal Diolah Jadi Energi Ramah Lingkungan untuk Ekspor
Ilustrasi pelet kayu atau wood pellet.(PIXABAY/ERNESTO RODRIGUEZ)
20:12
25 Mei 2026

Biomassa Lokal Diolah Jadi Energi Ramah Lingkungan untuk Ekspor

Pemanfaatan biomassa mulai dilirik sebagai salah satu sumber energi alternatif yang dinilai lebih ramah lingkungan di tengah meningkatnya kebutuhan energi global.

Di Indonesia, potensi limbah kayu dan residu pertanian dinilai cukup besar untuk diolah menjadi sumber energi bernilai ekonomi, termasuk dalam bentuk wood pellet untuk kebutuhan industri internasional.

PT Global Excel Trade (Grexel) menilai limbah biomassa di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi energi berkelanjutan yang bernilai tinggi.

Baca juga: Manfaatkan Biomassa, PLN IP Produksi Energi Bersih 1.101,59 GWh Sepanjang 2025

Ilustrasi energi terbarukan.SHUTTERSTOCK/BOY ANTHONY Ilustrasi energi terbarukan.

Perusahaan tersebut mengolah limbah kayu dan residu pertanian menjadi wood pellet atau pelet kayu yang digunakan sebagai sumber energi alternatif untuk kebutuhan industri global.

Melalui pendekatan waste to energy, Grexel memanfaatkan biomassa lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk energi bernilai tinggi.

Direktur Grexel Dwi Rosianto mengatakan, pengembangan energi biomassa menjadi bagian dari upaya perusahaan membawa potensi energi Indonesia ke pasar internasional.

“Di Grexel, kami percaya bahwa limbah biomassa memiliki potensi besar untuk menjadi energi berkelanjutan yang bernilai. Melalui inovasi dan proses yang bertanggung jawab, kami ingin membawa potensi energi Indonesia ke pasar global,” ujar Dwi dalam keterangan resmi, Senin (25/5/2026).

Baca juga: PLN EPI Targetkan Pemanfaatan 10 Juta Ton Biomassa untuk PLTU pada 2030

Manfaatkan limbah kayu dan residu pertanian

Grexel memanfaatkan limbah kayu dan residu pertanian, termasuk bonggol jagung, sebagai bahan baku produksi wood pellet. Produk tersebut menjadi salah satu sumber energi biomassa berkelanjutan yang digunakan untuk kebutuhan industri global.

Dalam pengembangan bisnisnya, Grexel juga mendapat dukungan dari Mekar Investama Teknologi untuk penguatan operasional dan pengembangan usaha perusahaan ke depan.

MEKAR merupakan perusahaan financial technology yang berdiri sejak 2010 dan berfokus pada pengembangan inklusi keuangan di Indonesia. Perusahaan tersebut menghubungkan pemberi dana dengan pelaku UMKM dan komunitas pertanian melalui platform pembiayaan berbasis sektor produktif.

Kapasitas produksi capai 2.000 ton per bulan

Saat ini fasilitas produksi Grexel di Temanggung telah siap beroperasi dengan kapasitas hingga 2.000 ton per bulan pada fase ekspansi awal. Kapasitas tersebut disebut akan terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar.

Baca juga: Ada Marketplace Biomassa, Masyarakat Bisa Jual Limbah Organik ke PLN IP untuk PLTU

Selain memperkuat kapasitas produksi, kehadiran fasilitas tersebut juga diharapkan membuka peluang kerja baru dan tumbuh bersama masyarakat sekitar.

Perluas fasilitas biomassa di Temanggung

Grexel terus memperkuat langkahnya dalam pengembangan energi biomassa melalui pembukaan fasilitas baru di Temanggung, Jawa Tengah.

Fasilitas tersebut dipilih karena memiliki potensi sumber daya biomassa yang besar dan dinilai mendukung pengembangan operasional perusahaan ke depan.

Dwi mengatakan, ekspansi fasilitas di Temanggung menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjawab peluang pasar global.

Baca juga: Industri Biomassa Gorontalo Tumbuh, Ribuan Warga Nikmati Dampak Ekonomi

“Pabrik di Temanggung menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas dan konsistensi pasokan kami ke pasar internasional. Kami optimistis dapat terus memperluas jangkauan ekspor sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai sumber energi biomassa yang berkelanjutan,” kata dia.

Tag:  #biomassa #lokal #diolah #jadi #energi #ramah #lingkungan #untuk #ekspor

KOMENTAR