5 Rute Perjalanan Malang–Ponorogo yang Tidak Membosankan, Penuh Pemandangan Alam dan Sensasi Berbeda
Ilustrasi wisata Malang Raya (Google Maps)
11:42
11 Februari 2026

5 Rute Perjalanan Malang–Ponorogo yang Tidak Membosankan, Penuh Pemandangan Alam dan Sensasi Berbeda

 

- Perjalanan darat dari Malang ke Ponorogo kerap dianggap rutinitas biasa, terutama bagi mereka yang sering bolak-balik antarwilayah di Jawa Timur.

Padahal, jika jeli memilih jalur, perjalanan ini bisa berubah menjadi pengalaman menyenangkan yang memanjakan mata, menantang adrenalin, sekaligus membuka kesempatan singgah ke berbagai destinasi menarik di sepanjang jalan.

Alih-alih hanya fokus pada rute tercepat, banyak pelancong kini mulai mencari jalur alternatif Malang–Ponorogo yang menawarkan pemandangan alam, suasana berbeda, dan sensasi berkendara yang tidak monoton.

Mulai dari jalur pegunungan, lintas selatan, hingga rute pedesaan yang tenang, semuanya punya karakter unik.

Berikut ini lima pilihan rute Malang ke Ponorogo yang bisa kamu pertimbangkan jika ingin perjalanan darat terasa lebih hidup dan berkesan.

1. Jalur Ekstrem & Kuliner: Batu–Ngantang–Kandangan–Pare–Nganjuk–Ponorogo

Bagi pecinta 'scenic drive' dan tantangan jalanan, rute ini sering disebut sebagai salah satu yang paling seru.

Jalur ini populer di kalangan bus antarkota dan pengendara berpengalaman karena menyuguhkan kombinasi tanjakan, turunan tajam, serta lanskap pegunungan yang dramatis.

Perjalanan dimulai dari Kota Batu dengan vibes udara sejuk dan pemandangan lereng pegunungan.

Memasuki wilayah Ngantang, jalur mulai menantang dengan turunan panjang dan kelokan yang memacu fokus. Namun, rasa lelah akan terbayar lunas oleh panorama perbukitan hijau yang memanjakan mata.

Menariknya, jalur Kandangan hingga Pare dikenal sebagai surga kuliner pinggir jalan. Warung tradisional, kedai kopi lokal, hingga jajanan khas Jawa Timur mudah ditemui, menjadikan rute ini ideal bagi kamu yang ingin perjalanan santai sambil kulineran.

Jalur ini cocok untuk pencinta alam, road trip santai, dan pemburu kuliner lokal.
Catatan: pastikan kendaraan dalam kondisi prima karena jalurnya cukup menantang.

2. Jalur Wisata Selatan awa Timur: Malang–Kepanjen–Blitar–Tulungagung–Trenggalek–Ponorogo

Jika kamu ingin perjalanan yang sekaligus bernuansa wisata, jalur lintas selatan ini bisa jadi pilihan utama.

Rute ini menawarkan kombinasi sejarah, alam, dan jalanan yang relatif nyaman untuk perjalanan jarak menengah.

Dari Malang menuju Kepanjen, lalu masuk ke Blitar, kamu bisa menyempatkan diri singgah ke sejumlah destinasi populer seperti Makam Bung Karno atau wisata kota lainnya.

Perjalanan berlanjut ke Tulungagung dan Trenggalek dengan karakter jalan yang cenderung halus dan terawat.

Memasuki kawasan Trenggalek menuju Ponorogo, suasana berubah menjadi lebih hijau dengan jalur berkelok ringan yang melewati kawasan hutan dan perbukitan. Rute ini memberikan sensasi berkendara yang tenang tanpa terasa membosankan.

Rute ini cocok untuk keluarga, wisata sejarah, dan perjalanan santai. Nilai plusnya juga, rute ini punya banyak opsi tempat singgah dan rest area alami.

3. Jalur Alternatif Pedesaan: Malang–Batu–Kasembon–Kandangan–Kediri–Ponorogo

Bagi kamu yang ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk jalur utama, rute pedesaan via Kasembon menawarkan pengalaman berbeda.

Jalur ini menghadirkan suasana desa yang asri, sawah terbentang, dan jalanan yang relatif lebih lengang.

Setelah melewati Batu, arahkan perjalanan ke Kasembon. Di sepanjang jalur ini, pengendara akan disuguhi pemandangan hutan bambu, perkampungan tradisional, serta aktivitas warga lokal yang menenangkan mata. Meski jalannya tidak selalu lebar, rute ini cukup nyaman untuk kendaraan pribadi.

Memasuki Kediri, perjalanan kembali ke jalur utama sebelum melanjutkan ke Ponorogo. Jalur ini cocok bagi kamu yang ingin menikmati perjalanan perlahan tanpa tekanan waktu.

4. Jalur Pemandangan Alam & Telaga: Malang–Kediri–Trenggalek–Ngebel–Ponorogo

Ingin perjalanan yang instagramable? Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute paling indah menuju Ponorogo.

Setelah melewati Kediri dan Trenggalek, perjalanan berlanjut ke kawasan Telaga Ngebel, ikon wisata alam Ponorogo.

Jalur menuju Ngebel berada di dataran tinggi dengan udara dingin, hutan pinus, serta kabut tipis di pagi atau sore hari.

Pemandangan telaga yang muncul menjelang masuk Ponorogo menjadi highlight utama rute ini.

Meski jalurnya berkelok dan menanjak, kondisi jalan relatif baik dan sering dipilih wisatawan yang ingin menikmati sisi alami Ponorogo sebelum tiba di pusat kota. Jalur ini cocok untuk pencinta alam, fotografer, dan wisata akhir pekan.

5. Kombinasi Tol & Jalan Nasional: Malang–Tol Singosari–Madiun–Dolopo–Ponorogo

Bagi yang mengutamakan efisiensi waktu tanpa mengorbankan kenyamanan visual, rute ini bisa jadi kompromi ideal. Dari Malang, pengendara bisa memanfaatkan Tol Singosari hingga keluar di wilayah Madiun.

Meski sebagian perjalanan dilakukan di tol, keseruan kembali terasa saat memasuki jalur nasional Dolopo menuju Ponorogo.

Jalanan lurus dan mulus dengan latar perbukitan di sisi kiri-kanan memberikan pengalaman berkendara yang nyaman dan tidak monoton.

Rute ini sering dipilih pengendara yang ingin tiba lebih cepat namun tetap menikmati panorama alam khas Jawa Timur. Jalur ini cocok untuk perjalanan bisnis, keluarga, dan pengendara yang ingin efisien.

Kesimpulannya, perjalanan Malang ke Ponorogo tidak harus selalu lewat jalur yang sama dan terasa membosankan.

Dengan memilih rute yang tepat, perjalanan darat justru bisa menjadi bagian paling menyenangkan dari pengalaman bepergian.

Mulai dari jalur ekstrem pegunungan, lintas selatan penuh wisata, hingga rute pedesaan yang menenangkan, setiap pilihan menawarkan cerita dan sensasi berbeda. Tinggal sesuaikan dengan gaya perjalanan, kondisi kendaraan, dan waktu yang kamu miliki.

Dengan perencanaan yang matang, perjalanan Malang–Ponorogo bisa berubah dari sekadar perpindahan kota menjadi petualangan kecil yang berkesan.

 

Editor: Bayu Putra

Tag:  #rute #perjalanan #malangponorogo #yang #tidak #membosankan #penuh #pemandangan #alam #sensasi #berbeda

KOMENTAR