Dari Glodok hingga Ancol, 5 Klenteng Bersejarah di Jakarta untuk Wisata Imlek
Berapa lama libur Imlek 2025?(Shutterstock/on_france)
12:07
11 Februari 2026

Dari Glodok hingga Ancol, 5 Klenteng Bersejarah di Jakarta untuk Wisata Imlek

 Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya menjadi momentum ibadah dan perayaan budaya bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga kesempatan untuk menelusuri jejak sejarah akulturasi di Jakarta.

Sejumlah klenteng tua di Ibu Kota menyimpan kisah panjang tentang perdagangan, perlawanan, hingga harmoni antarumat beragama.

Berikut lima rekomendasi klenteng bersejarah di Jakarta yang dapat dikunjungi saat Imlek.

1. Klenteng Kim Tek Ie / Vihara Dharma Bhakti

Warga keturunan Tionghoa beribadat di Vihara Dharma Bakti, Glodok, Jakarta Barat, Rabu (29/1/2025). Tahun Baru Imlek, yang juga dikenal sebagai Tahun Baru China 2576 Kongzili.KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHEN Warga keturunan Tionghoa beribadat di Vihara Dharma Bakti, Glodok, Jakarta Barat, Rabu (29/1/2025). Tahun Baru Imlek, yang juga dikenal sebagai Tahun Baru China 2576 Kongzili.

Klenteng Kim Tek Ie, yang juga dikenal sebagai Vihara Dharma Bhakti, merupakan klenteng tertua di Jakarta yang didirikan pada tahun 1650.

Klenteng ini berlokasi di Jl. Kemenangan III No. 13, Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat.

Tempat ibadah ini dibangun oleh Kwee Hoen, seorang Letnan Tionghoa, dengan nama awal Kwan Im Teng.

Nama tersebut kemudian disebut sebagai asal-usul istilah “klenteng” dalam bahasa Indonesia.

Nama “Kim Tek Ie” memiliki makna “kebajikan emas”, yang menjadi pengingat untuk mengutamakan nilai kebajikan di atas materialisme.

Klenteng ini menyimpan artefak sejarah berharga, termasuk patung-patung Buddha kuno, dan menjadi pusat kegiatan ibadah warga Tionghoa, terutama saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Baca juga: Tahun Baru Imlek 2026, Perayaan Cap Go Meh akan Digelar di Glodok

2. Klenteng Ancol / Vihara Bahtera Bakti

Salah satu persiapan perayaan Imlek di vihara Bahtera Bakti adalah dengan menata lilin di sekitar area sembahyang, Kamis (27/1/2022).KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari Salah satu persiapan perayaan Imlek di vihara Bahtera Bakti adalah dengan menata lilin di sekitar area sembahyang, Kamis (27/1/2022).

Rekomendasi berikutnya adalah Klenteng Ancol atau Vihara Bahtera Bakti yang berada di sekitar 200 meter dari tepi laut, di luar kawasan Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), Jakarta Utara.

Dahulu, klenteng ini bernama Da Bo Gong, yakni Dewa Air yang dipuja para pelaut sejak zaman Dinasti Song untuk keselamatan pelayaran.

Karena bentuk rupanya, banyak yang kemudian menganggapnya sebagai Dewa Bumi.

Klenteng Bahtera Bakti diperkirakan dibangun pada tahun 1650, bersamaan dengan pendirian Klenteng Jin De Yuan.

Keduanya termasuk klenteng tertua di Jakarta. Letaknya yang dekat dengan laut memperkuat kaitannya dengan sejarah pelayaran dan komunitas maritim Tionghoa di Batavia.

Baca juga: Jadwal Acara Imlek 2026 di PIK, Bisa Nonton Atraksi Barongsai Gratis

3. Klenteng Lupan / Vihara Lu Ban

Klenteng Lupanmyheritagetrips Klenteng Lupan

Klenteng Lupan, atau dikenal juga sebagai Lu Ban, berlokasi di Jl. Pinangsia I, dekat LTC Glodok, Jakarta Barat.

Klenteng ini dibangun oleh serikat tukang kayu asal Guangdong pada abad ke-19 sebagai bentuk penghormatan kepada Lu Ban Gong, dewa pelindung para tukang kayu.

Keberadaan klenteng ini mencerminkan keterampilan para perantau Tiongkok yang menetap di Nusantara.

Para tukang kayu tersebut dikenal membawa keahlian luar biasa dalam pengerjaan kayu yang kemudian diwariskan kepada masyarakat lokal.

Klenteng Lupan menjadi simbol perpaduan budaya sekaligus representasi keahlian tradisional yang bertahan lintas generasi.

Baca juga: Jadwal Long Weekend Februari 2026, Ada 4 Hari Libur Imlek

4. Klenteng Shia Djin Kong

Klenteng Shia Djin Kong JakartaRaynardthan Pontoh Klenteng Shia Djin Kong Jakarta

Klenteng Shia Djin Kong dibangun pada tahun 1944 oleh Tung Djie Wie, seorang pakar pengobatan tradisional Tionghoa.

Klenteng ini berada di kawasan permukiman padat dengan mayoritas penduduk beragama Islam di Jakarta.

Keberadaannya menjadi simbol harmoni antarumat beragama.

Menariknya, beberapa keturunan pendiri klenteng yang telah memeluk Islam tetap aktif menjaga dan mengelola tempat ibadah ini.

Klenteng Shia Djin Kong menjadi cerminan semangat toleransi dan keberagaman yang tumbuh di tengah masyarakat.

Baca juga: Menengok Klenteng Sin Tek Bio Pasar Baru, Berdiri Sejak 1698

5. Klenteng Tan Sing Ong / Vihara Tanda Bakti

Vihara Tanda Bhakti atau Vihara Tan Seng Ong berusia berusia 266 tahun,  berlokasi tepat di Jalan Kemenangan III Gang 6 no 97, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARI Vihara Tanda Bhakti atau Vihara Tan Seng Ong berusia berusia 266 tahun, berlokasi tepat di Jalan Kemenangan III Gang 6 no 97, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.

Klenteng Tan Sing Ong, atau Vihara Tanda Bakti, didirikan pada tahun 1756. Lokasinya berada di Jl. Kemenangan III Gang 6 No. 97, Blandongan, Jakarta Barat.

Klenteng ini berdiri setelah tragedi Geger Pecinan, ketika lebih dari sepuluh ribu etnis Tionghoa menjadi korban pembantaian oleh Belanda.

Tempat ibadah ini menjadi rumah bagi Dewa Pelindung Tan Sing Ong sekaligus ruang peringatan atas perlawanan etnis Tionghoa bersama masyarakat Jawa melawan VOC dalam Perang Sepanjang yang berlangsung selama empat tahun (1740–1743).

Keberadaan klenteng ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pengingat sejarah perjuangan dan solidaritas lintas komunitas di masa lalu.

Kelima klenteng tersebut tidak hanya menjadi destinasi spiritual saat Imlek, tetapi juga saksi sejarah panjang perjalanan komunitas Tionghoa di Jakarta.

Dari nilai kebajikan, keselamatan pelayaran, keterampilan tradisional, hingga semangat toleransi dan perjuangan, setiap klenteng menyimpan cerita yang memperkaya khazanah budaya Ibu Kota.

Tag:  #dari #glodok #hingga #ancol #klenteng #bersejarah #jakarta #untuk #wisata #imlek

KOMENTAR