Nasib Apes Emiten Udang Kaesang, PMMP Rugi Rp1,9 Triliun dan Ekuitas Minus di 2025
Kinerja keuangan PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten pengolah makanan beku berbasis udang yang terafiliasi dengan putra bungsu Presiden ke-7 RI, Kaesang Pangarep, kian mengkhawatirkan. Foto Instagram
13:42
11 Februari 2026

Nasib Apes Emiten Udang Kaesang, PMMP Rugi Rp1,9 Triliun dan Ekuitas Minus di 2025

Baca 10 detik
  • Rugi Masif: PMMP menderita rugi bersih USD122,9 juta pada 2025, berbanding terbalik dari laba tahun 2024.
  • Pendapatan Anjlok: Penjualan bersih PMMP terjun bebas 61,76%, dipicu anjloknya ekspor udang Vannamei & Salmon.
  • Ekuitas Negatif: PMMP alami defisiensi modal USD30,4 juta akibat beban membengkak dan utang yang tinggi.

Kinerja keuangan PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten pengolah makanan beku berbasis udang yang terafiliasi dengan putra bungsu Presiden ke-7 RI, Kaesang Pangarep, kian mengkhawatirkan. Sepanjang tahun buku 2025, perseroan mencatatkan rapor merah yang sangat dalam.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang dirilis Selasa (10/2/2026), PMMP menderita rugi bersih sebesar USD122,92 juta (setara Rp1,93 triliun dengan asumsi kurs Rp15.700/USD). Kondisi ini berbalik drastis dibandingkan tahun 2024 yang masih membukukan laba bersih sebesar USD81,24 ribu.

Penyebab utama jebloknya kinerja PMMP adalah anjloknya angka penjualan bersih sebesar 61,76%. Perseroan hanya mampu meraup pendapatan sebesar USD71,83 juta, terjun bebas dari perolehan tahun sebelumnya yang mencapai USD187,87 juta.

Lini bisnis utama perseroan kompak rontok dimana produk udang vannamei merosot 65,99% menjadi USD58 juta (sebelumnya USD170,56 juta), udang black tiger terpangkas 56,89% menjadi USD3,15 juta dan produk udang salmon anjlok paling tajam hingga 495,8%, menyisakan USD439 ribu.

Tak hanya pendapatan yang seret, PMMP juga dihantam lonjakan beban lain-lain yang tidak wajar. Pos beban ini membengkak hingga 79.153% menjadi USD84,14 juta dari sebelumnya hanya USD106 ribu. Alhasil, perseroan mencatat rugi sebelum pajak sebesar USD122,83 juta.

Kondisi neraca keuangan PMMP pun kini berada di zona merah. Per Desember 2025, total aset menyusut 26,35% menjadi USD220,73 juta. Sementara itu, jumlah liabilitas (utang) melonjak hingga USD257,13 juta.

Situasi ini memaksa PMMP mencatatkan defisiensi modal alias ekuitas negatif sebesar USD30,4 juta. Padahal pada 2024, posisi ekuitas perseroan masih positif di angka USD81,32 juta. Kondisi ekuitas negatif ini biasanya menjadi sinyal kuning bagi bursa terkait keberlangsungan usaha (going concern) suatu emiten.

Adapun Kaesang memiliki PMMP melalui PT Harapan Bangsa Kita dengan kepemilikan 7,27%. Sementara itu, penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham PMMP adalah Soesilo Soebardjo. Dia mengendalikan PMMP melalui PT Tiga Makin Jaya dengan kepemilikan 34,7% dan secara langsung sebesar 22,41% per 31 Juli 2025.

Editor: Mohammad Fadil Djailani

Tag:  #nasib #apes #emiten #udang #kaesang #pmmp #rugi #rp19 #triliun #ekuitas #minus #2025

KOMENTAR