Kasatgas PRR Tito Karnavian Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana Sumatera
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian saat menghadiri Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Jakarta, Rabu (11/2/2026).(Dok. Kemendagri)
15:34
11 Februari 2026

Kasatgas PRR Tito Karnavian Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana Sumatera

- Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian memaparkan berbagai progres pemulihan pascabencana yang dinilai berjalan signifikan.

Hal tersebut disampaikan Tito dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Tito menjelaskan berbagai upaya penanganan yang terus dilakukan, salah satunya pengerahan banyak alat berat serta personel dari lintas kementerian dan lembaga, termasuk mahasiswa dan taruna sekolah kedinasan, untuk terlibat langsung di lapangan

"Semua upaya dilakukan untuk percepatan pemulihan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu.

Baca juga: Pemulihan Bencana di Sumatera Capai 70 Persen, 37 Daerah Kembali Normal

Berdasarkan laporan harian Posko Satgas per Selasa (10/2/2026), jumlah pengungsi di tiga wilayah terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan angka penurunan yang signifikan.

Sebelumnya, pada 2 Desember 2025, jumlah pengungsi tercatat mencapai 2.178.269 orang. Kini, jumlah pengungsi telah berkurang menjadi 74.369 orang yang tersebar di tiga provinsi. 

Dalam konferensi tersebut, Tito menyoroti progres pembersihan lumpur yang terus berjalan. Di Provinsi Aceh, sebanyak 156 dari 263 lokasi sasaran telah selesai dibersihkan, sedangkan 107 lokasi masih dalam proses.

Di Sumut, pembersihan lumpur telah selesai di 4 dari 11 lokasi dan sisanya masih dalam proses. Sementara itu, Sumbar telah menuntaskan pembersihan lumpur di seluruh 29 lokasi sasaran.

Baca juga: Tak Lagi Menembus Lumpur, Warga Cipelah Akhirnya Meminang Jalan Mulus

Selain persoalan lumpur, sektor pelayanan dasar juga menjadi perhatian utama. Seluruh fasilitas kesehatan terdampak di tiga provinsi tersebut dilaporkan tetap berfungsi.

Di Aceh, dua pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang rusak berat tetap memberikan pelayanan di luar gedung. Adapun ribuan fasilitas pendidikan terdampak di ketiga provinsi terus didorong agar segera kembali beroperasi normal.

Pada sektor infrastruktur, Tito mencatat pemulihan ketenagalistrikan dan telekomunikasi menunjukkan capaian positif.

Listrik dan jaringan internet di Sumbar dilaporkan sudah pulih 100 persen, sementara Aceh dan Sumut hampir sepenuhnya pulih, kecuali base transceiver station (BTS) yang masih dalam proses penanganan.

Baca juga: Jaringan Listrik di Sumatera Berangsur Pulih, Daerah Terpencil Masih Pakai Perangkat Darurat

Di sisi lain, pembangunan sumur bor dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) darurat juga terus dipercepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Pemulihan ekonomi dan hunian

Pada kesempatan tersebut, Tito turut menekankan pentingnya pemulihan ekonomi lokal. Aktivasi pasar rakyat terdampak bencana di ketiga provinsi telah berjalan secara fungsional, sehingga roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak.

Selain itu, lebih dari 2.000 rumah ibadah di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah kembali difungsikan.

Terkait bantuan tempat tinggal, pembangunan hunian sementara (huntara) terus dikebut. Data terbaru menyebutkan bahwa sebanyak 5.489 dari 17.036 unit di tiga provinsi telah selesai dibangun.

Sementara itu, pembangunan hunian tetap (huntap) mulai berjalan dengan progres awal di Aceh dan Sumbar. Untuk mempercepat pembangunan huntap, Tito meminta proses administrasi dan teknis agar dapat segera dirampungkan.

Baca juga: Target Rampung April 2026, 103 Unit Huntap Korban Longsor Tapanuli Utara Masih Proses Pengerjaan

Adapun terkait penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH), Tito mengingatkan pentingnya percepatan pembukaan rekening dan penyaluran dana kepada masyarakat.

Hingga saat ini, realisasi penyaluran DTH di tiga provinsi telah mencapai hampir 50 persen, dengan capaian tertinggi di Sumbar.

Selain itu, untuk mempercepat pemulihan, personel dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), aparatur sipil negara (ASN), relawan, serta tenaga kesehatan (nakes) telah dikerahkan di daerah terdampak, dengan dukungan ribuan taruna dan mahasiswa sekolah kedinasan.

Tag:  #kasatgas #tito #karnavian #paparkan #progres #pemulihan #pascabencana #sumatera

KOMENTAR