Warga Terganggu karena Rumah Jadi Penginapan, Kyoto Bakal Inspeksi Airbnb
Ilustrasi Kyoto, Jepang.(UNSPLASH/SORASAK)
12:56
4 Februari 2026

Warga Terganggu karena Rumah Jadi Penginapan, Kyoto Bakal Inspeksi Airbnb

Malam di Kyoto yang dulu identik dengan suasana hening kini tak selalu dirasakan oleh sebagian warganya. Di beberapa kawasan permukiman, suara koper yang diseret larut malam, percakapan keras wisatawan asing, hingga sampah yang tertinggal di depan rumah mulai menjadi pemandangan sehari-hari.

Lonjakan kunjungan wisatawan pasca pandemi membawa dampak ekonomi, tetapi juga menimbulkan rasa terganggu bagi warga yang tinggal berdampingan dengan akomodasi sewa jangka pendek.

Keluhan tersebut kian sering disuarakan, terutama terkait penginapan bergaya Airbnb yang beroperasi di lingkungan perumahan. Banyak warga merasa ruang hidup mereka perlahan berubah menjadi area wisata tanpa jeda.

Baca juga: Bulan Terbaik Menikmati Salju di Jepang: dari Hokkaido, Tokyo hingga Kyoto

Inspeksi mendadak Airbnb hingga larut malam

Pemerintah Kyoto berencana melakukan inspeksi mendadak terhadap akomodasi sewa jangka pendek, termasuk pada malam hari hingga dini hari.

Melansir dari Japan Today, Selasa (4/1/2026) inspeksi mendadak pada malam hari ini menjadi salah satu langkah terbaru Pemerintah Kota Kyoto untuk memastikan sektor pariwisata berjalan lebih tertib, sekaligus memberi ruang hidup yang lebih nyaman bagi warganya.

Inspeksi tanpa pemberitahuan ini ditujukan untuk memastikan pengelola mematuhi aturan yang berlaku, mulai dari izin operasional, batas jumlah tamu, hingga pengelolaan kebisingan.
Langkah ini dinilai penting karena banyak pelanggaran justru terjadi di luar jam kerja normal.

Aktivitas tamu pada malam hari kerap menjadi sumber utama keluhan warga, terutama terkait ketenangan lingkungan.

Baca juga: Review Teishoku, Menu Makan Lengkap ala Jepang untuk Karyawan Kantor

Menekan penginapan ilegal

Selain menjaga ketertiban, inspeksi mendadak juga menyasar penginapan yang beroperasi tanpa izin resmi. Pemerintah kota menilai masih ada properti sewa jangka pendek yang tidak terdaftar atau tidak memenuhi standar, namun tetap menerima tamu.

Dengan pengawasan langsung dan mendadak, otoritas berharap dapat menutup celah pelanggaran sekaligus memberi efek jera bagi pemilik properti yang mengabaikan aturan.

Kyoto selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya terpopuler di Jepang, dengan kuil, distrik bersejarah, dan tradisi yang menarik wisatawan dari seluruh dunia. Namun, tingginya minat kunjungan juga menimbulkan dilema antara kepentingan pariwisata dan kualitas hidup warga.

Baca juga: Tak Disangka, Gelar Master Sushi Dunia Tahun Ini Justru Diraih Chef dari Luar Jepang

Inspeksi terhadap Airbnb ini menjadi bagian dari strategi lebih luas untuk mengelola arus wisatawan, sekaligus menjaga agar pariwisata tetap berjalan berkelanjutan dan tidak mengorbankan kenyamanan penduduk lokal.

Langkah Kyoto sejalan dengan tren global di berbagai kota wisata dunia yang mulai memperketat pengawasan terhadap akomodasi sewa jangka pendek. Sejumlah destinasi populer mengambil kebijakan serupa untuk menekan overtourism, mengurangi konflik sosial, dan melindungi kawasan permukiman.

Tag:  #warga #terganggu #karena #rumah #jadi #penginapan #kyoto #bakal #inspeksi #airbnb

KOMENTAR