Mau Jadi Diplomat, Retno Marsudi Sempat Diragukan Karena Perempuan
- Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, mengaku sempat diragukan saat memutuskan menjadi diplomat karena dirinya seorang perempuan.
Dunia diplomasi dikenal sebagai lingkungan yang maskulin sehingga keputusan Retno dipertanyakan.
“Ketika saya mulai menjadi diplomat, orang-orang bertanya kepada saya, ‘Anda bergabung dengan profesi yang didominasi laki-laki, apakah Anda yakin akan bertahan?’” kata Retno dalam wawancara dengan Kompas Gramedia (KG) Group di Indonesia Economic Summit di Jakarta, Rabu (4/2/2926).
Baca juga: Ragam Jabatan Mantan Menlu Retno Marsudi, Terbaru Komisaris XLSmart
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sempat dibuat terkejut dengan kehadiran Menteri Luar Negeri Indonesia periode 2014?2024, Retno Marsudi pada saat meresmikan Bunda Clinic yang berlokasi di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025).
Adapun Retno merupakan perempuan pertama yang menjabat Menteri Luar Negeri RI. Ia menjabat sejak periode pertama hingga periode kedua Presiden RI Ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Namanya harum sebagai Menlu sekaligus diplomat perempuan RI yang aktif dalam politik internasional dan lantang menyuarakan hak asasi manusia, terutama terkait warga Palestina.
Retno mengaku bisa dirinya bisa bertahan di lingkungan kerja yang maskulin karena konsisten memegang nilai, prinsip, dan integritas.
Konsistensi itu Retno sampaikan dalam forum perempuan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ekonomi Indonesia hingga pertemuan di Qatar.
Baca juga: Retno Marsudi Resmi Jadi Komisaris Independen PT Vale Indonesia
Utusan Khusus Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk air itu mendorong para perempuan menjadi sosok yang membela integritas, nilai, dan tujuan.
“Dengan memiliki ketiga hal itu, insya Allah kita akan mampu bertahan dalam profesi apa pun yang kita geluti,” ujar Retno.
Sebagai diplomat, kata Retno, ia hidup dalam tekanan dan harus siap sedia dalam 24 jam x 7 hari.
Di tengah tekanan pekerjaan itulah, integritas, prinsip, nilai, dan tujuan menjadi kompas yang menunjukkan jalan.
Baca juga: 58 Persen Pembeli SBN Ritel pada 2025 adalah Perempuan
“Mereka akan menuntun Anda untuk mencapai, dari perspektif diplomat, kepentingan nasional, tetapi pada saat yang sama, kita memberikan kontribusi bagi dunia,” kata Retno.
Tag: #jadi #diplomat #retno #marsudi #sempat #diragukan #karena #perempuan