Guyon Arief Hidayat ke Anwar Usman: Orang Tua yang Sudah Tak Berguna di MK
- Eks Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat melontarkan guyonan kepada Anwar Usman saat sedang sambutan dalam acara Wisuda Purnabaktinya sebagai Hakim MK.
Mulanya, Arief menyapa delapan hakim MK, Anwar Usman menjadi urutan yang paling terakhir karena akan segera menyusul purnabakti.
"Terakhir, sahabat saya yang paling lama, saya sebut terakhir soalnya, ini orang-orang tua yang sudah tidak berguna lagi di Mahkamah untuk segera memasuki usia pensiun, Yang Mulia Bapak Profesor Dr Anwar Usman beserta ibu," kata Arief berkelakar, di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Cerita Arief Hidayat Pernah Dibujuk Anwar Usman untuk Jadi Calon Wakil Ketua MK
Arief mengaku sudah bersahabat lama dengan Anwar. Ia bahkan pernah dibujuk untuk maju menjadi Wakil Ketua MK.
"Saya teringat pada awal menjadi Hakim Konstitusi, itu saya tidak bercita-cita untuk jadi pimpinan di sini, tapi waktu itu Prof Anwar dan Prof Harjono yang datang ke ruang saya 'Prof Arief supaya mau dicalonkan untuk menjadi wakil ketua Mahkamah Konstitusi," cerita Arief.
Arief akhirnya menjabat sebagai Wakil Ketua MK pada 1 November 2013 hingga 12 Januari 2015.
"Berkali-kali beliau datang, akhirnya saya iya-kan," kata dia.
Baca juga: Canda Arief Hidayat, Anak Minta Lahiran di Solo agar Cucu Jadi Wapres
Ia menceritakan, Harjono sebelum menjadi hakim MK merupakan gurunya saat mengambil S2 di Universitas Airlangga (Unair).
Sedangkan Anwar Usman disebutnya sebagai "Ustadz dari Bima" yang mendorongnya maju sebagai Wakil Ketua MK.
"Ya karena ini amanah dari Pak Harjono itu guru saya waktu S2 di Unair. Juga ustaz dari Bima yang mendorong, akhirnya saya bersedia jadi pimpinan di Mahkamah Konstitusi," ujar Arief.
Arief Hidayat menjadi hakim MK sejak 1 April 2013, ketika diambil sumpah jabatan oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Baca juga: Tak Sedih Pensiun, Arief Hidayat: Saya Sedih kalau MK Teraniaya
Dinamika 13 tahun di MK
Selama 13 tahun di MK, ia merasakan dinamika dalam kehidupannya sungguh luar biasa ketika menjadi satu diantara sembilan hakim konstitusi.
"Mulai dari dinamika yang sifatnya membanggakan, menyenangkan, hingga penuh kesedihan dan kepiluan juga terjadi di MK ini. Semuanya telah terlewati dalam waktu 13 tahun," ungkap Arief.
Dalam kesempatan ini, Arief Hidayat menyampaikan permohonan maaf kepada delapan hakim MK dan para staf di MK.
Di MK, posisinya akan digantikan oleh Adies Kadir yang namanya telah ditetapkan oleh DPR dalam rapat paripurna pada Selasa (27/1/2026).
Tag: #guyon #arief #hidayat #anwar #usman #orang #yang #sudah #berguna