Ekspor Pertanian Jepang 2025 Rp 176,8 Triliun, Rekor 13 Tahun Beruntun
— Ekspor produk pertanian, kehutanan, perikanan, dan makanan Jepang mencapai 1,7 triliun yen pada 2025.
Angka tersebut naik 12,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi selama 13 tahun berturut-turut, demikian disampaikan Kementerian Pertanian Jepang pada Selasa (3/2/2026).
Jika dikonversikan dengan asumsi kurs rata-rata 1 yen setara Rp 104, nilai ekspor tersebut mencapai sekitar Rp 176,8 triliun.
Baca juga: China Batalkan Seluruh Penerbangan ke Jepang Jelang Imlek
Ilustrasi ekspor.
Kenaikan ekspor terjadi di tengah dinamika perdagangan global.
Dikutip dari Kyodo News, Rabu (5/2/2026), ekspor ke Amerika Serikat (AS) tetap meningkat meskipun pemerintah Presiden AS Donald Trump menerapkan kebijakan tarif tinggi.
Sementara itu, ekspor ke China juga naik meski pembatasan impor negara tersebut terhadap produk perikanan Jepang masih berlaku.
Namun demikian, capaian tersebut belum memenuhi target pemerintah sebesar 2 triliun yen atau sekitar Rp 208 triliun untuk 2025.
Baca juga: Cara Mendapatkan Promo Tiket Pesawat ke Jepang dengan Kartu Kredit HSBC
Target jangka panjang pemerintah Jepang
Pemerintah Jepang pada 2020 menetapkan target untuk meningkatkan ekspor produk pertanian, kehutanan, perikanan, dan makanan menjadi 2 triliun yen pada 2025 dan 5 triliun yen pada 2030.
Dengan asumsi kurs yang sama, target 2030 setara sekitar Rp 520 triliun.
Untuk mencapai target tersebut, Jepang dinilai perlu memperluas diversifikasi negara tujuan ekspor sekaligus memperkuat kapasitas pasokan dalam negeri.
Ilustrasi pertanian Jepang.
Data Kementerian Pertanian Jepang menunjukkan ekspor ke seluruh 10 negara dan wilayah tujuan utama mencatatkan pertumbuhan secara tahunan.
Baca juga: Ekspor Tuna Indonesia ke Jepang Bebas Tarif, Ini Syaratnya
Amerika Serikat jadi pasar terbesar
Berdasarkan negara dan wilayah, Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor terbesar. Nilai ekspor ke negara tersebut meningkat 13,7 persen menjadi 276,2 miliar yen atau sekitar Rp 28,7 triliun. Nilai itu menyumbang 17,3 persen dari total ekspor.
Teh hijau, termasuk matcha, menjadi salah satu produk unggulan dengan lonjakan ekspor sebesar 82,6 persen.
Hong Kong menempati posisi kedua dengan nilai ekspor 222,8 miliar yen atau sekitar Rp 23,2 triliun, naik 0,8 persen secara tahunan. Taiwan berada di posisi ketiga dengan 181,2 miliar yen atau sekitar Rp 18,8 triliun, tumbuh 6,4 persen.
China berada di peringkat keempat dengan nilai ekspor 179,9 miliar yen atau sekitar Rp 18,7 triliun, naik 7,0 persen. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan ekspor ikan mas hias nishikigoi, bir, serta kayu gelondong.
Baca juga: Jepang Jajaki Peluang Investasi di Indonesia, Nilai Iklim Usaha 2026 Lebih Kondusif
Ekspor ke China tercatat tumbuh untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir.
Teh hijau dan produk perikanan dorong pertumbuhan
Dari sisi kategori produk, teh hijau mencatat kenaikan terbesar secara nominal, yakni 35,7 miliar yen atau sekitar Rp 3,7 triliun.
Peningkatan berikutnya berasal dari kerang sebesar 21,1 miliar yen atau sekitar Rp 2,2 triliun dan ikan ekor kuning sebesar 11,3 miliar yen atau sekitar Rp 1,2 triliun.
Di sisi lain, ekspor kerang olahan turun 5,9 miliar yen atau sekitar Rp 614 miliar, sementara ekspor apel menurun 5,8 miliar yen atau setara sekitar Rp 603 miliar.
ilustrasi beras jepang.
Baca juga: Rupiah Terlemah Saat IHSG To The Moon, Anomali di RI Ternyata Juga Dialami Jepang, India, Korsel
Ekspor beras naik 15,4 persen menjadi 13,8 miliar yen atau sekitar Rp 1,4 triliun. Kenaikan nilai tersebut mencerminkan peningkatan harga.
Dari sisi volume, ekspor beras Jepang hanya tumbuh 3,2 persen menjadi 46.573 ton.
Pemerintah Jepang menargetkan peningkatan ekspor beras, termasuk produk beras yang telah dimasak, menjadi sekitar 350.000 ton pada 2030. Target tersebut berarti peningkatan lebih dari tujuh kali lipat dalam lima tahun mendatang.
Namun, belum dapat dipastikan apakah ekspor dapat ditingkatkan sebesar itu dalam periode yang relatif singkat.
Baca juga: India Geser Jepang, Kini Jadi Ekonomi Terbesar Keempat di Dunia
Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang Norikazu Suzuki menyampaikan optimisme terhadap pencapaian target tersebut.
“Target tersebut dapat dicapai jika pemerintah memimpin dalam mengembangkan pasar luar negeri lebih lanjut," kata dia dalam konferensi pers.
Tag: #ekspor #pertanian #jepang #2025 #1768 #triliun #rekor #tahun #beruntun