Kenapa Banyak Orang Sembelit saat Liburan? Ini Penjelasan Ahli
Ilustrasi(FREEPIK)
14:42
25 Januari 2026

Kenapa Banyak Orang Sembelit saat Liburan? Ini Penjelasan Ahli

Liburan seharusnya menjadi momen untuk bersantai dan menikmati waktu di luar rutinitas. Namun, bagi tidak sedikit orang, bepergian justru dibarengi keluhan sembelit atau sulit buang air besar.

Meski kerap dianggap sepele, kondisi ini bisa cukup mengganggu karena membuat tubuh terasa tidak nyaman selama perjalanan.

Sembelit saat liburan bukanlah hal yang jarang terjadi. Perubahan pola makan, jadwal yang tidak teratur, hingga pilihan makanan yang berbeda dari kebiasaan sehari-hari membuat sistem pencernaan harus beradaptasi. Dalam proses adaptasi inilah, keluhan pencernaan sering muncul.

Apa penyebabnya?

Melansir Antara, salah satu penyebab utama tubuh terasa tidak enak hingga sembelit saat bepergian jauh adalah kurangnya asupan serat.

Ahli gizi Lauren Manaker, MS, RDN, LD, CLEC menjelaskan bahwa serat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tubuh, terutama ketika rutinitas berubah selama perjalanan.

“Serat sangat penting saat bepergian karena membantu tubuh tetap seimbang meskipun ada perubahan rutinitas,” kata Manaker.

Namun, dalam praktiknya, kebutuhan serat sering kali tidak terpenuhi saat liburan karena orang cenderung lebih sering makan di restoran atau mengandalkan makanan praktis.

Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (NIH) merekomendasikan asupan serat harian sekitar 25–38 gram, tergantung usia dan jenis kelamin.

Sayangnya, target ini sering sulit tercapai saat bepergian jauh karena menu makanan yang tersedia umumnya rendah serat dan tinggi karbohidrat olahan.

Kekurangan serat membuat pergerakan usus melambat. Serat seharusnya membantu menambah volume tinja dan mendorongnya bergerak lebih lancar di saluran pencernaan. Tanpa cukup serat, tinja menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan, sehingga sembelit pun terjadi.

Bantu jaga energi dan pencernaan tetap seimbang

Tak hanya berperan dalam kelancaran buang air besar, serat bisa membantu menjaga kestabilan energi selama perjalanan. Ahli gizi Maddie Pasquariello, MS, RD menjelaskan bahwa serat dapat meredam lonjakan gula darah yang kerap terjadi saat jadwal makan berantakan.

Ia menuturkan, mengonsumsi karbohidrat yang disertai serat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, mencegah penurunan energi, serta mengurangi perubahan suasana hati—hal-hal yang sering dialami saat liburan padat aktivitas.

Selain itu, serat larut yang terdapat pada makanan seperti oat dan kacang-kacangan dapat menyerap air dan melunakkan tinja. Sementara serat tidak larut, yang banyak ditemukan pada biji-bijian utuh dan sayuran, membantu menjaga pergerakan usus tetap aktif.

Serat juga memberi asupan bagi bakteri baik di usus yang berperan dalam kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh.

Meski demikian, Manaker mengingatkan agar peningkatan asupan serat dilakukan secara bertahap, terutama bagi orang yang tidak terbiasa mengonsumsi makanan tinggi serat, agar tidak menimbulkan keluhan tambahan seperti kembung.

Dengan kata lain, sembelit saat liburan merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan kebiasaan. Menjaga asupan serat, memperhatikan pola makan, dan tidak mengabaikan kebutuhan tubuh dapat membantu perjalanan jauh tetap nyaman tanpa gangguan pencernaan.

Tag:  #kenapa #banyak #orang #sembelit #saat #liburan #penjelasan #ahli

KOMENTAR