Perjalanan Darat Malang–Jember Selalu Ramai? Ini 5 Jalur Alternatif yang Jarang Dilalui
Jalur lintas selatan (JLS). (Radar Tulungagung)
13:42
13 Januari 2026

Perjalanan Darat Malang–Jember Selalu Ramai? Ini 5 Jalur Alternatif yang Jarang Dilalui

- Perjalanan darat dari Malang ke Jember hampir tak pernah benar-benar sepi. Jalur utama yang melintasi Dampit hingga kawasan Gumitir kerap dipadati truk pasir, kendaraan logistik, hingga arus wisatawan, terutama saat akhir pekan atau musim liburan.

Tak heran, waktu tempuh yang ideal 4–5 jam bisa molor jauh lebih lama. Buat kamu yang ingin mencari suasana berkendara lebih tenang, atau sekadar ingin menghindari kepadatan ekstrem, ada beberapa jalur alternatif Malang–Jember yang jarang dilirik.

Meski sebagian rutenya memutar dan menuntut kesiapan ekstra, jalur-jalur ini bisa jadi opsi penyelamat di kondisi tertentu.

Berikut lima jalur alternatif Malang–Jember yang patut dipertimbangkan, lengkap dengan karakteristik dan catatan penting sebelum melintas.

1. Jalur Lintas Selatan (JLS) via Malang Selatan – Jember Selatan

Jalur ini cocok untuk kendaraan pribadi, pencinta perjalanan santai. Rute ini memanfaatkan sebagian Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan kawasan Malang Selatan hingga pesisir Jember.

Dari Kota Malang, perjalanan bisa diarahkan ke Bululawang, Turen, Dampit, lalu masuk ke wilayah Pronojiwo (Lumajang). Selanjutnya, ikuti jalur selatan Lumajang hingga tembus kawasan Puger, Gumukmas, atau Kencong sebelum masuk Kota Jember.

Dibanding jalur utama, rute ini relatif lebih lengang dan menawarkan panorama alam khas pesisir selatan. Namun, kondisi jalan tidak selalu mulus. Beberapa ruas masih sempit, bergelombang, dan minim penerangan. Idealnya, jalur ini dilalui pada siang hari dengan kendaraan yang prima.

2. Via Tumpang – Gubugklakah – Ngadas – Jemplang (Bromo)

Rute ini cocok untuk pengendara berpengalaman, pencari jalur ekstrem

Jika bosan dengan jalur konvensional, rute tembus kawasan Bromo ini bisa jadi alternatif yang tak biasa. Dari Malang, arahkan kendaraan ke Tumpang, lalu lanjut ke Gubugklakah, Ngadas, hingga Jemplang. Setelah itu, perjalanan diteruskan ke Lumajang dan akhirnya menuju Jember.

Jalur ini terkenal dengan tanjakan terjal dan kontur jalan yang menantang. Tak heran jika rute ini jarang dipilih untuk perjalanan Malang–Jember. Namun sebagai gantinya, pemandangan pegunungan dan lautan pasir Bromo jadi bonus yang sulit ditandingi. Pastikan kondisi cuaca cerah dan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melintas.

3. Jalur Pantura Memutar via Pasuruan – Probolinggo – Situbondo

Cocok untuk kondisi darurat atau penutupan total jalur selatan. Ini adalah jalur alternatif paling memutar, sekaligus paling jarang dipilih untuk perjalanan langsung Malang–Jember.

Rutenya mengarah ke Pasuruan, Probolinggo, lalu mengikuti Pantura menuju Situbondo, Bondowoso, dan masuk ke Jember. Meski jaraknya jauh dan waktu tempuh bisa mencapai 7 jam atau lebih, jalur ini kerap menjadi pilihan pengalihan saat jalur Gumitir atau Lumajang ditutup total.

Kelebihannya, kondisi jalan relatif stabil dan cocok untuk kendaraan besar. Kekurangannya jelas: waktu dan jarak yang jauh.

4. Jalur Perkebunan Silo, Jember

Rute ini cocok untuk roda dua, warga lokal yang hafal medan. Jalur perkebunan di kawasan Silo sebenarnya bukan rute resmi Malang–Jember, namun sering dimanfaatkan pengendara motor sebagai jalan pintas.

Rute ini membentang dari Pos Tanah Manis hingga Kampung Anyar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Jaraknya memang lebih pendek, tapi risikonya tinggi. Jalan makadam, tanpa penerangan, dan minim permukiman membuat jalur ini rawan, terutama malam hari. Disarankan hanya dilalui pengendara yang benar-benar paham medan dan kondisi sekitar.

5. Via Bondowoso – Sumbermalang – Besuki

Sebagai alternatif, rute ini aman dengan lalu lintas ringan. Opsi lain yang jarang disorot adalah rute Bondowoso–Sumbermalang–Besuki.

Jalur ini memang memutar dibandingkan rute Lumajang, namun relatif lebih stabil dan nyaman. Arus kendaraan cenderung ringan, dengan pemandangan perbukitan dan kawasan agraris di sepanjang perjalanan.

Meski bukan jalur tercepat, rute ini bisa jadi pilihan realistis saat jalur utama padat atau terjadi gangguan lalu lintas.

Tips Penting Sebelum Berangkat

Apa pun jalur yang kamu pilih, selalu manfaatkan aplikasi navigasi digital seperti Google Maps atau Waze dengan fitur lalu lintas real-time. Kondisi jalan di wilayah Malang, Lumajang, hingga Jember bisa berubah cepat, terutama akibat cuaca, aktivitas tambang, atau kendaraan berat.

Jalur utama via Dampit dan Piket Nol memang paling populer, tapi juga paling rentan macet. Dengan memahami alternatif yang ada, perjalanan darat Malang–Jember bisa terasa lebih fleksibel, aman, dan sesuai kebutuhan.

 

Editor: Kuswandi

Tag:  #perjalanan #darat #malangjember #selalu #ramai #jalur #alternatif #yang #jarang #dilalui

KOMENTAR