Salju Lebat Guyur Pesisir Laut Jepang, Pariwisata Terdampak
Ilustrasi badai salju di AS(Unsplash/Flow Clark)
20:14
31 Januari 2026

Salju Lebat Guyur Pesisir Laut Jepang, Pariwisata Terdampak

Salju lebat terus mengguyur wilayah pesisir Laut Jepang pada Sabtu (24/1), memicu peringatan dari Badan Meteorologi Jepang (JMA) terkait potensi gangguan transportasi sepanjang akhir pekan.

Hujan salju intens antara lain tercatat di Kota Katsuyama dan Ono, Prefektur Fukui.

JMA mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap jalan licin dan risiko longsoran salju, seiring bertahannya massa udara dingin dan kuatnya pola tekanan musim dingin hingga Minggu.

Destinasi wisata terdampak

Salju lebat telah melanda wilayah utara hingga barat Jepang yang menghadap Laut Jepang. Beberapa area terdampak merupakan destinasi wisata populer, seperti Kanazawa di Prefektur Ishikawa serta Prefektur Niigata yang dikenal dengan resor ski.

Sejak awal pekan, ketebalan salju di sejumlah lokasi meningkat hingga dua kali lipat dibanding rata-rata normal.

Selain itu, lalu lintas jalan tol diperkirakan terganggu, khususnya pada jalur antara Nagoya dan Osaka.

Baca juga: Bulan Terbaik Menikmati Salju di Jepang: dari Hokkaido, Tokyo hingga Kyoto

Sejumlah ruas jalan di Jepang bagian tengah dan barat bahkan diperkirakan ditutup sementara pada malam hari sebagai langkah pencegahan, menurut keterangan Central Nippon Expressway Co. dan West Nippon Expressway Co.

Dalam 24 jam hingga pukul 18.00 Minggu, jumlah curah salju diperkirakan mencapai 80 sentimeter di wilayah Hokuriku, serta 70 sentimeter di Kanto-Koshinetsu di sekitar Tokyo dan wilayah Tokai yang berpusat di Nagoya.

Salju memakan korban jiwa dan ada trem tergelincir

Di Prefektur Niigata, seorang pria berusia 76 tahun meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari atap rumah saat membersihkan salju.

Ia ditemukan tergeletak sekitar pukul 11.40, hanya 10 menit setelah sempat memberi tahu putranya bahwa ia akan turun dari atap. Korban sempat sadar ketika dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Di Prefektur Toyama, sebuah trem yang sedang tidak beroperasi mengalami anjlok sekitar pukul 10.10 waktu setempat.

Baca juga: Asal-usul Nama Greenland, Padahal Hampir Seluruh Wilayahnya Putih dengan Salju

Operator Manyo Line, yang menghubungkan Kota Takaoka dan Imizu, menyatakan tengah menyelidiki kemungkinan akumulasi salju sebagai salah satu penyebab insiden tersebut.

Otoritas setempat terus memantau perkembangan cuaca dan mengimbau masyarakat untuk menghindari risiko dengan membatasi aktivitas luar ruang yang tidak mendesak selama kondisi salju ekstrem masih berlangsung.

Tag:  #salju #lebat #guyur #pesisir #laut #jepang #pariwisata #terdampak

KOMENTAR