Berjemur Pakai Bikini Dekat Kuil, Turis Asing Tuai Kecaman di Thailand
Liburan sering kali identik dengan kebebasan, cuaca cerah, dan pakaian santai. Namun sebuah kejadian di Chiang Mai, Thailand, mengingatkan bahwa tidak semua ruang publik di destinasi wisata bisa diperlakukan sama.
Sejumlah turis asing menjadi sorotan setelah foto mereka berjemur mengenakan bikini di area dekat sebuah kuil Buddha di Chiang Mai viral di media sosial.
Peristiwa ini memicu perdebatan luas tentang batas antara kebiasaan wisatawan dan penghormatan terhadap budaya lokal.
Berjemur di dekat kuil, foto viral di media sosial
Media internasional VnExpress International menyebut bahwa foto-foto tersebut diambil di area parit kota dekat Wat Ratchamonthian, salah satu kuil bersejarah di Chiang Mai.
Dalam gambar yang beredar, beberapa turis terlihat duduk dan berbaring santai di rerumputan sambil mengenakan bikini.
Unggahan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial Thailand dan memancing reaksi dari warga lokal.
Banyak yang menilai tindakan tersebut tidak pantas karena lokasi kejadian berada di sekitar kawasan religius yang memiliki makna spiritual bagi masyarakat setempat.
Respons publik terbelah
Reaksi publik tidak sepenuhnya seragam. Sebagian warga Thailand menilai wisatawan seharusnya lebih peka terhadap norma budaya, terutama di sekitar tempat ibadah.
Bagi mereka, berpakaian minim di dekat kuil dianggap sebagai bentuk kurangnya penghormatan, meskipun tidak ada larangan tertulis di lokasi tersebut.
Namun, ada pula suara yang menyebut bahwa perbedaan budaya sering kali menjadi sumber kesalahpahaman.
Beberapa warganet berpendapat, wisatawan mungkin tidak menyadari sensitivitas lokasi tersebut dan seharusnya diberi edukasi secara langsung, bukan langsung diviralkan.
Etika berpakaian di destinasi budaya
Thailand dikenal sebagai destinasi wisata yang terbuka dan ramah bagi pelancong internasional. Namun di balik citra tersebut, negara ini memiliki norma kuat terkait tempat suci.
Umumnya, wisatawan dianjurkan mengenakan pakaian sopan saat berada di area kuil, termasuk menutup bahu dan lutut.
Kasus ini kembali menegaskan bahwa memahami konteks budaya sama pentingnya dengan menikmati destinasi itu sendiri. Apa yang dianggap wajar di pantai atau resor bisa menjadi sensitif ketika dilakukan di ruang publik yang dekat dengan situs religius.
Bagi wisatawan global, kejadian di Chiang Mai menjadi pengingat bahwa traveling bukan hanya soal menikmati tempat baru, tetapi juga soal menghormati nilai dan kebiasaan tuan rumah.
Riset kecil sebelum berkunjung, termasuk memahami etika berpakaian, dapat mencegah kesalahpahaman dan menjaga pengalaman perjalanan tetap positif bagi semua pihak.
Tag: #berjemur #pakai #bikini #dekat #kuil #turis #asing #tuai #kecaman #thailand