Operasi Ketupat 2026 Mulai 13-26 Maret, Korlantas Polri Pastikan Sudah Siap
- Sebagai bagian dari persiapan pengelolaan arus mudik dan balik tahun ini, Korlantas Polri bakal melaksanakan Operasi Ketupat 2026. Rencananya operasi tersebut berlangsung selama dua pekan. Mulai pada 13 Maret dan berakhir di 26 Maret.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memastikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan semua aspek untuk melaksanakan operasi tersebut. Baik infrastruktur jalan, rekayasa lalu lintas, jalur penghubung antar pulau, serta tempat istirahat untuk pemudik.
”Operasi Ketupat 2026 nanti diperkirakan tanggal 13 sampai 26. Tapi, nanti akan diumumkan oleh Mabes Polri,” kata dia kepada awak media di Jakarta pada Kamis (26/2).
Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 turut menyesuaikan dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Termasuk kebijakan Work From Anywhere atau WFA. Kemudian pembatasan operasional kendaraan besar atau angkutan barang di jalan tol dan jalur arteri.
”Kebijakan dari pemerintah tentang work from anywhere, terus sumbu tiga dilarang melintasi tol dan arteri. Itu sudah disiapkan semuanya,” terang Agus.
Jenderal bintang dua Polri itu menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 bukan sekedar operasi bidang lalu lintas, melainkan operasi kemanusiaan. Agus menyebut, pihaknya akan melaksanakan operasi tersebut dengan penekanan pada keamanan dan keselamatan masyarakat.
”Tagline dari bapak kapolri untuk Operasi Ketupat 2026 itu adalah Mudik Aman, Masyarakat Bahagia,” ujarnya.
Sejauh ini, Korlantas Polri sudah menyiapkan beberapa hal sebelum Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan. Diantaranya adalah jalan tol, jalan arteri, pelabuhan, tempat wisata, dan tempat-tempat ibadah yang dapat digunakan untuk melaksanakan salat Idul Fitri.
”Polri dan stakeholder tentunya berkolaborasi untuk bisa hadir menyelesaikan persoalan-persoalan,” kata dia.
Kemarin (25/2), Agus memeriksa kesiapan infrastruktur jalan menjelang arus mudik dan balik beberapa pekan ke depan. Dia turun ke wilayah Jawa Barat (Jabar) untuk memeriksa beberapa ruas jalan tol. Diantaranya Ruas Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) di Kilometer 01-Kilometer 188.
Kemudian Ruas Tol Cisumdawu di Sumedang. Tujuannya untuk memastikan kesiapan infrastruktur jalan serta titik-titik pengamanan yang akan digunakan saat periode arus mudik dan balik terjadi.
”Kami melakukan survei dari Kilometer 01 sampai Kilometer 188 Cipali, termasuk melewati Tol Cisumdawu untuk memastikan kondisi jalan serta kesiapan titik pengamanan,” kata Agus kepada awak media.
Selain dua ruas tol itu, Agus turut memeriksa kesiapan ruas Tol Cileunyi. Di lokasi tersebut, dia mendapat penjelasan dari jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jabar, Polresta Bandung, Polres Garut, dan Polres Tasikmalaya mengenai strategi pengamanan arus mudik tahun ini.
Agus menyatakan bahwa salah satu fokusnya adalah kesiapan check point kendaraan pemudik yang akan ditempatkan di Rest Area Kilometer 81. Pemeriksaan kendaraan akan dilakukan secara kolaboratif melibatkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian PUPR, Polri, hingga unsur kesehatan.
”Check point ini kolaborasi lintas sektor. Kendaraan yang mengangkut pemudik, khususnya bus, akan kita periksa secara menyeluruh sebagai langkah preventif keselamatan,” jelas dia.
Tag: #operasi #ketupat #2026 #mulai #maret #korlantas #polri #pastikan #sudah #siap