Apa Arti Mokel saat Bulan Puasa? Ini Penjelasan dan Asal-usulnya
Istilah “mokel” kerap terdengar setiap bulan Ramadhan, terutama di percakapan sehari-hari atau media sosial.
Biasanya, kata ini digunakan untuk menyebut seseorang yang membatalkan puasa sebelum waktunya, baik karena tidak kuat menahan lapar dan haus maupun alasan lainnya.
Namun, apa sebenarnya arti mokel dan dari mana asal-usulnya?
Apa itu Mokel?
Secara umum, mokel adalah istilah tidak baku yang berarti membatalkan puasa sebelum waktu berbuka.
Dalam konteks Ramadan, kata ini merujuk pada tindakan makan atau minum secara sengaja di siang hari tanpa uzur syar’i, seperti sakit atau dalam perjalanan jauh.
Karena sifatnya informal, istilah ini lebih sering dipakai dalam percakapan santai daripada dalam pembahasan agama resmi.
Baca juga: Jangan Ubah Dosis Obat Diabetes Saat Puasa Tanpa Konsultasi Dokter
Asal-usul Istilah Mokel
Dikutip dari Antara, kata mokel berasal dari bahasa Jawa. Dalam sejumlah penjelasan etimologis populer, mokel berakar dari kata “batal” atau merujuk pada tindakan membatalkan sesuatu sebelum waktunya.
Seiring waktu, istilah ini mengalami pergeseran bunyi dan digunakan secara luas untuk menyebut orang yang tidak melanjutkan puasa hingga maghrib.
Penggunaan kata mokel banyak ditemukan di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, lalu menyebar melalui percakapan lintas daerah dan media sosial.
Kini, istilah tersebut semakin dikenal secara nasional, terutama di kalangan anak muda.
Meski demikian, mokel bukanlah istilah resmi dalam kajian fikih atau terminologi Islam.
Dalam hukum Islam, tindakan membatalkan puasa disebut “membatalkan puasa” atau “iftar” jika dilakukan saat waktunya tiba.
Sementara jika dilakukan tanpa alasan yang dibenarkan, maka hal tersebut termasuk pelanggaran terhadap kewajiban puasa Ramadan.
Baca juga: 40 Ucapan Selamat Buka Puasa untuk Pasangan, Romantis dan Penuh Doa
Contoh Penggunaan Kata Mokel di Masyarakat
Dalam praktiknya, kata mokel sering dipakai dengan nada bercanda. Misalnya, seseorang berkata, “Aku tadi hampir mokel karena nggak kuat haus.” Ungkapan ini biasanya diiringi tawa atau nada ringan.
Namun, ada pula konteks penggunaan yang lebih serius, terutama ketika membahas kedisiplinan menjalankan ibadah puasa.
Fenomena penggunaan istilah mokel juga menunjukkan bagaimana bahasa berkembang mengikuti budaya dan kebiasaan masyarakat.
Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial.
Istilah seperti mokel menjadi contoh bagaimana tradisi lokal dapat masuk ke percakapan nasional melalui interaksi antardaerah dan media digital.
Perspektif Agama tentang Membatalkan Puasa
Dalam ajaran Islam, puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang memenuhi syarat, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 185.
Membatalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan, seperti sakit, haid, atau musafir, termasuk perbuatan yang tidak diperbolehkan dan wajib diganti di kemudian hari.
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. (QS. Al-Baqarah: 185)
Karena itu, meski istilah mokel sering digunakan secara santai, makna di baliknya tetap berkaitan dengan ibadah yang memiliki aturan jelas.
Menggunakan istilah ini dalam candaan tentu sah-sah saja dalam ranah sosial, tetapi penting untuk tetap memahami konteks hukumnya dalam ajaran agama.
Baca juga: 35 Ucapan Semangat Puasa untuk Anak yang Baru Belajar, Agar Si Kecil Kuat
Ilustrasi puasa Rajab
Bahasa, Budaya, dan Ramadan
Kemunculan dan popularitas kata mokel menunjukkan bahwa bulan Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga ruang lahirnya berbagai istilah khas.
Setiap daerah memiliki kosakata unik yang memperkaya ragam bahasa Indonesia.
Pada akhirnya, mokel adalah istilah slang yang merujuk pada tindakan membatalkan puasa sebelum waktunya.
Meski terdengar ringan dan kerap dipakai dalam guyonan, maknanya tetap berkaitan dengan praktik ibadah yang sakral.
Memahami arti dan asal-usulnya membantu kita melihat bagaimana bahasa, budaya, dan tradisi keagamaan saling berkelindan dalam kehidupan sehari-hari.
Tag: #arti #mokel #saat #bulan #puasa #penjelasan #asal #usulnya