Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
Grafik harga sejumlah komoditas pangan pokok di pasar tradisional seluruh Indonesia kembali menunjukkan pergerakan yang variatif pada akhir pekan ini, Minggu (17/5/2026).
Berdasarkan data terbaru dari Panel Harga Pangan Nasional Bank Indonesia (BI) yang dihimpun hingga pukul 10.35 WIB, lonjakan harga paling mencolok terjadi pada sektor hortikultura seperti cabai, diikuti daging ayam ras dan komoditas minyak goreng kemasan.
Di sisi lain, harga beras di pasar tradisional terpantau belum stabil sepenuhnya, di mana segmen beras premium masih bertahan di level yang cukup tinggi meskipun ada koreksi di beberapa varian bawah.
Tekanan pada komoditas beras hingga pertengahan Mei ini menunjukkan persebaran yang belum merata antar-kualitas. Beras dengan kualitas super I mengalami kenaikan sebesar 2,88 persen, yang membuatnya kini bertengger di angka Rp16.850 per kilogram. Sebaliknya, beras kualitas super II justru mengalami penurunan sekitar 2,96 persen ke level Rp16.400 per kilogram.
Untuk kategori beras medium yang banyak dikonsumsi masyarakat, harga bergerak di koridor Rp15.850 per kilogram untuk kualitas I, dan Rp15.550 per kilogram untuk kualitas II.
Sementara itu, beras kualitas bawah I dilaporkan turun 2,75 persen menjadi Rp14.150 per kilogram, meski untuk kualitas bawah II justru merangkak naik tipis ke posisi Rp14.650 per kilogram.
Sektor Hortikultura: Cabai Rawit Merah Tembus Rp71.400
Komoditas cabai kembali menjadi pemicu utama fluktuasi harga pangan akhir pekan ini akibat faktor distribusi dan cuaca yang tidak menentu di daerah sentra produksi.
Cabai Rawit Merah: Melonjak hingga 3,26 persen dan kini menyentuh level Rp71.400 per kilogram, menjadikannya bahan pangan termahal di kelompok sayuran.
Cabai Merah Besar: Mengalami kenaikan signifikan sebesar 5,34 persen menjadi Rp55.200 per kilogram.
Cabai Merah Keriting: Naik tipis dan bertengger di kisaran Rp50.450 per kilogram.
Cabai Rawit Hijau: Menjadi satu-satunya di kelompok cabai yang turun, yakni melemah 2,63 persen ke posisi Rp48.100 per kilogram.
Pergerakan Harga Protein Hewani dan Bumbu Dapur
Di sektor pemenuhan protein, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk komoditas daging ayam ras segar yang harganya naik 3,32 persen menjadi Rp40.400 per kilogram.
Kabar baiknya, kenaikan ini diimbangi oleh penurunan harga telur ayam ras yang terkoreksi cukup dalam sebesar 2,73 persen ke angka Rp30.300 per kilogram.
Penurunan harga yang cukup melegakan juga terjadi pada daging sapi. Untuk daging sapi kualitas 1, harganya merosot 2,67 persen menjadi Rp143.850 per kilogram, diikuti kualitas 2 yang melemah ke posisi Rp136.400 per kilogram.
Untuk kelompok bumbu dapur, duo bawang terpantau kompak mengalami penurunan. Bawang merah ukuran sedang turun 1,28 persen menjadi Rp46.200 per kilogram, sementara bawang putih ukuran sedang bertengger di angka Rp38.750 per kilogram setelah terkoreksi 1,02 persen.
Minyak Goreng Variatif, Gula Pasir Melunak
Komoditas gula pasir yang sempat mengalami tekanan tinggi dalam beberapa pekan terakhir, kini mulai menunjukkan tren melunak. Gula pasir jenis premium turun ke level Rp19.950 per kilogram, sedangkan untuk gula pasir lokal berada di posisi Rp19.050 per kilogram.
Sementara itu, komoditas minyak goreng masih menunjukkan tren campuran (mixed). Minyak goreng curah merangkak naik tipis menjadi Rp20.700 per kilogram.
Di kategori kemasan, minyak goreng kemasan bermerek 1 melonjak 1,85 persen ke angka Rp24.250 per kilogram, sedangkan untuk kemasan bermerek 2 sedikit melandai ke level Rp22.950 per kilogram.
Pemerintah bersama Satgas Pangan diharapkan terus memantau rantai pasok ini guna memastikan stabilitas harga jelang perubahan musim.
Disclaimer: Perubahan harga pangan di tingkat eceran dapat bervariasi di setiap daerah tergantung pada jarak distribusi, kebijakan regulasi daerah, serta stok pasokan di pasar induk setempat.
Tag: #harga #pangan #hari #cabai #rawit #daging #ayam #naik #beras #premium #tetap #tinggi