Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena
Ilustrasi polisi. [Ist]
18:08
17 Mei 2026

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengirimkan kurang lebih 300 personel Brimob untuk mempertebal pengamanan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan guna mencegah terjadinya konflik perang antarsuku susulan.

Perwira Penghubung Polda Papua di Papua Pegunungan Kombes Pol Andi Y Enoch di Wamena, Minggu (17/5/2026), mengatakan sesuai arahan dari Kapolda Papua untuk situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas di Jayawijaya segera pulih, maka ada dukungan penambahan pasukan dari Brimob Polda Papua yang sudah terbang Sabtu (16/5) sore ke Wamena.

“Sesuai arahan Pak Kapolda, sekitar 300 personel Brimob Polda Papua diterbangkan ke Wamena untuk membantu pengamanan dan memulihkan situasi kondisi di sini,” katanya sebagaimana dilansir Antara.

Menurut dia, situasi kamtibmas di Wamena, Kabupaten Jayawijaya telah berangsur pulih, terlihat masyarakat sudah melakukan aktivitas seperti biasa.

“Setelah kami melakukan pemantauan langsung ke lapangan situasi kamtibmas sudah aman, dan masyarakat telah kembali melakukan aktivitas,” ujarnya.

Dia menjelaskan fokus utama saat ini di Wamena, Kabupaten Jayawijaya adalah memulihkan situasi kamtibmas pascaperang antarsuku dan mengembalikan masyarakat ke daerah asal setelah pertikaian itu.

“Kami bersama pemerintah daerah, tentu dengan bapak gubernur untuk secepatnya memulihkan kondisi daerah sehingga aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan dapat kembali seperti biasa,” katanya.

Dia mengharapkan perang antarsuku di Papua Pegunungan tidak terjadi lagi dan masyarakat bisa hidup rukun, damai dan tenteram di daerah ini.

“Kami tentu dari Polda Papua berharap perang suku yang terjadi di Wamena supaya tidak terjadi lagi dan seluruh masyarakat bisa hidup dengan damai di Papua Pegunungan,” ujarnya.

Editor: Bangun Santoso

Tag:  #cegah #perang #suku #pecah #lagi #pasukan #brimob #dikirim #wamena

KOMENTAR