GitLab Pangkas Jumlah Karyawan, Dana Dialihkan ke Pengembangan AI
Ilustrasi AI.(Dok. Freepik/DC Studio)
13:09
17 Mei 2026

GitLab Pangkas Jumlah Karyawan, Dana Dialihkan ke Pengembangan AI

– Perusahaan perangkat lunak GitLab akan melakukan restrukturisasi bisnis dan berencana merampingkan jumlah karyawan dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Langkah ini dilakukan seiring upaya perusahaan untuk bertransformasi menjadi platform utama pengembangan perangkat lunak di era AI.

Meski demikian, manajemen GitLab menegaskan bahwa kebijakan pengurangan karyawan ini bukan semata-mata untuk efisiensi biaya.

CEO GitLab, Bill Staples, mengatakan restrukturisasi yang dilakukan perusahaannya berbeda dari gelombang PHK berbasis AI yang banyak terjadi di industri teknologi saat ini.

"Proses restrukturisasi ini tidak seperti yang mungkin Anda lihat di berita. AI memang mengubah cara kita bekerja dan menjadi bagian dari transformasi, tetapi ini bukan upaya optimasi AI atau pengurangan biaya," ujar Staples dalam pernyataan resminya.

Menurut dia, dana yang dihemat dari pengurangan tenaga kerja justru akan dialihkan untuk investasi pengembangan bisnis, khususnya pada infrastruktur dan teknologi berbasis AI.

Baca juga: Cisco Cetak Rekor Pendapatan, tapi PHK 4.000 Karyawan

Dalam rencana transformasinya, GitLab menyiapkan sejumlah fokus pengembangan.

Seperti API khusus agen AI, pembaruan sistem CI/CD, model data berbasis konteks, tata kelola, serta dukungan untuk beban kerja yang melibatkan manusia maupun agen AI secara otonom.

Menurut laporan The Register, Gitlab juga membuka opsi PHK "sukarela" dan melakukan perampingan struktur organisasi.

Perusahaan menilai struktur manajemen yang ada saat ini terlalu kompleks, dengan delapan lapisan organisasi yang dinilai memperlambat pengambilan keputusan.

"Kami merampingkan organisasi karena lapisan manajemen yang terlalu dalam memperlambat kami," kata Staples.

GitLab juga berencana mengurangi operasional globalnya dengan memangkas jumlah negara tempat perusahaan memiliki tim kecil hingga 30 persen. Saat ini, GitLab diketahui beroperasi di sekitar 60 negara.

Manajemen juga meminta para manajer untuk berdiskusi langsung dengan karyawan terkait peran mereka ke depan, termasuk kemungkinan tetap bertahan atau keluar dari perusahaan.

Namun, hingga kini belum ada kriteria resmi terkait karyawan yang akan terdampak kebijakan tersebut.

Baca juga: Cloudflare PHK 1.100 Karyawan, Imbas Adopsi AI

Jumlah pasti karyawan yang akan terkena PHK juga belum diungkap. GitLab menyatakan detailnya akan diumumkan dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2027 pada 2 Juni mendatang.

Berdasarkan data perusahaan analitik Unify, GitLab diperkirakan memiliki sekitar 1.800 karyawan, dengan mayoritas berada di luar Amerika Serikat.

Restrukturisasi ini dilakukan di tengah tekanan bisnis yang dihadapi GitLab, termasuk perlambatan pertumbuhan pelanggan akibat kenaikan harga layanan premium hingga 50 persen beberapa tahun lalu.

Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya penggunaan alat pengembangan berbasis AI serta anggaran SaaS yang cenderung stagnan.

Ke depan, GitLab juga akan semakin mengandalkan platform Duo Agent Platform (DAP) untuk mendukung integrasi AI dalam proses pengembangan perangkat lunak.

Tag:  #gitlab #pangkas #jumlah #karyawan #dana #dialihkan #pengembangan

KOMENTAR