Manfaat Konsumsi Cokelat Hitam, Bisa Memperlambat Penuaan
- Memilih camilan yang tepat bukan hanya bisa meredam keinginan makan berlebih, tapi juga punya manfaat kesehatan. Salah satunya adalah cokelat yang disebut-sebut bisa memperlambat proses penuaan.
Rahasia manfaat ini terkait erat dengan usia biologis, yang menilai seberapa muda sel tubuh dibandingkan umur asli.
"(Usia biologis) adalah cara ilmuwan memperkirakan seberapa tua sel-sel kita terlihat berdasarkan penanda kimia pada DNA kita," ungkap direktur medis sistem geriatri dan layanan paliatif rawat jalan di Hartford HealthCare, Sowmya Kurtakoti, M.D, melansir Prevention, Minggu (17/5/2026).
"Penanda ini dapat dipengaruhi oleh hal-hal seperti pola makan, stres, merokok, aktivitas fisik, dan penyakit kronis," sambung dia.
Dengan kata lain, orang yang sangat bugar mungkin memiliki sel tubuh yang lebih muda daripada umur aslinya.
Baca juga: 8 Cara untuk Memperlambat Usia Biologis agar Awet Muda
Teobromin, senyawa dalam cokelat yang bisa pemperlambat penuaan
Studi dalam jurnal Aging-US mengumpulkan data dari 509 perempuan kembar di Inggris. Hasilnya, peserta dengan kadar teobromin lebih tinggi dalam darah menunjukkan penuaan sel yang lebih lambat.
Proses penuaan diukur menggunakan alat khusus untuk memantau DNA dan riwayat keseharian guna memprediksi harapan hidup. Lalu, apa sebenarnya teobromin?
Ilustrasi cokelat.
"Teobromin adalah alkaloid stimulan bercita rasa pahit yang ditemukan dalam biji kakao, teh, dan kacang kola," jelas ketua pendidikan kardiovaskular di American Academy of Anti-Aging Medicine, Mark Houston, M.D.
Secara kimiawi, teobromin mirip dengan kafein tetapi lebih ringan, menjadikannya senyawa utama yang bertanggung jawab atas efek stimulasi cokelat.
Senyawa ini bisa merelaksasi pembuluh darah, sekaligus bersifat antiradang dan antioksidan, saat kamu menyantap cokelat hitam.
Baca juga: Mengapa Kita Mengidam Cokelat Saat Stres?
Memahami batasan riset terkait usia biologis sel
Kendati demikian, alat pengukur usia sel ini hanya membuat prediksi berdasarkan sampel DNA.
Temuan ini tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat langsung antara makan cokelat dengan jaminan umur panjang.
"Ini tidak berarti peserta studi terbukti hidup lebih lama atau terhindar dari penyakit, hanya saja penanda penuaan tertentu di sel mereka terlihat 'lebih muda' dibandingkan usia sebenarnya. Penting dicatat, ini adalah asosiasi, bukan bukti bahwa teobromin menyebabkan penuaan yang lebih lambat," kata Kurtakoti.
Baca juga: Pendekatan Fungsi Biologis Tubuh untuk Kulit Sehat dan Awet Muda
Ilustrasi cokelat.
Pentingnya membatasi porsi dan memilih jenis cokelat yang tepat
Tingkat teobromin dalam darah peserta hanya mencerminkan asupan mereka baru-baru ini.
Ada kemungkinan para penikmat cokelat hitam yang disurvei juga rajin berolahraga, makan lebih sehat, serta memiliki akses medis yang memadai.
Terlebih lagi, cokelat dalam jumlah besar memuat tumpukan gula, lemak, serta kalori ekstra. Semuanya bisa memperburuk kesehatan jangka panjang.
Artinya, porsi cokelat berlebih tidak dianjurkan. Lebih lanjut, cokelat hitam lebih disarankan karena memiliki konsentrasi kakao tertinggi dibandingkan varian cokelat susu biasa, sehingga memuatnya mengandung lebih banyak teobromin.
Baca juga: Cokelat Hitam Terbukti Bisa Tingkatkan Daya Ingat, Kuncinya Timing
Merawat tubuh tidak bisa hanya bersandar pada satu jenis makanan semata. Artinya, cokelat hitam dalam jumlah kecil bisa menjadi bagian dari diet sehat.
Utamakan asupan gizi seimbang termasuk memperbanyak asupan dari sumber nabati, rutin beraktivitas fisik, jauhi rokok, kelola stres, dan pastikan tidur berkualitas.
Tag: #manfaat #konsumsi #cokelat #hitam #bisa #memperlambat #penuaan