Eks Mertua Pratama Arhan Bawa Kasus Baru ke PSSI, Akan Segera Lapor
-
Andre Rosiade melaporkan hakim garis atas dugaan penghinaan rasis terhadap pemain Semen Padang FC.
-
Semen Padang FC kalah telak 0-4 dari Bhayangkara FC dan masuk ke zona degradasi.
-
Nasib pelatih Dejan Antonic ditentukan pada hasil laga kandang melawan tim PSIM Yogyakarta.
Awan hitam menyelimuti perjalanan Semen Padang FC setelah menelan pil pahit di markas lawan.
Kekalahan telak empat gol tanpa balas dari Bhayangkara FC menyisakan luka mendalam bagi manajemen tim.
Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, langsung bereaksi keras menanggapi hasil minor pada Selasa malam tersebut.
Mantan mertua pemain Timnas Indonesia Pratama Arhan itu mengungkapkan adanya insiden memalukan yang melibatkan oknum perangkat pertandingan saat laga berlangsung di Lampung.
Andre menuding salah satu hakim garis melakukan tindakan rasis dan penghinaan verbal kepada penggawa timnya.
Dugaan pelecehan tersebut menyasar pemain dengan nomor punggung 15 yang disebut dengan kata-kata tidak pantas.
Politisi partai Gerindra ini menegaskan bahwa perilaku oknum hakim garis tersebut benar-benar mencederai sportivitas sepak bola nasional.
"Hakim Garis yang memimpin Bhayangkara vs Semen Padang Rasis," kata Andre Rosiade dalam pernyataan resmi Semen Padang FC.
Manajemen tim merasa sangat keberatan karena kata-kata yang dilontarkan merendahkan martabat atlet profesional secara personal.
"Yang bersangkutan menyebut Pemain Semen Padang no.15 sebagai pemain Tarkam dan pemain Kampungan," jelas Andre.
Kekalahan di lapangan mungkin bisa diterima sebagai bagian dari permainan, namun perilaku rasis adalah pengecualian besar.
Bagi manajemen Kabau Sirah, kehormatan pemain jauh lebih berharga daripada poin yang hilang di klasemen sementara.
"Kalah menang itu biasa tapi kelakuan Hakim Garis seperti ini luar biasa."
Pihak Semen Padang FC memastikan tidak akan tinggal diam dan segera menempuh jalur hukum atau organisasi.
"Kami akan laporkan Hakim Garis ini secara resmi setelah pertandingan selesai."
Kekalahan di Stadion Sumpah Pemuda Lampung ini memperpanjang catatan kelam tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut.
Tanpa satu pun kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir, posisi tim kini berada dalam kondisi yang sangat kritis.
Hasil negatif ini memaksa Semen Padang FC terjun bebas ke peringkat 17 di klasemen Liga Indonesia.
Hantu degradasi kini mulai membayangi tim yang memiliki sejarah panjang di kasta tertinggi sepak bola tanah air.
Situasi darurat ini menuntut adanya perubahan radikal agar tim tidak semakin terpuruk di sisa musim kompetisi.
Fokus manajemen kini juga tertuju pada kinerja juru taktik asal Serbia, Dejan Antonic, yang dianggap minim kontribusi.
Sejak menukangi tim pada Oktober 2025, Dejan hanya mampu mempersembahkan tiga kemenangan dari total 15 laga resmi.
Statistik ini dianggap sangat mengecewakan mengingat target tinggi yang dibebankan oleh manajemen sejak awal kedatangannya di Padang.
Ujian terakhir bagi masa depan Dejan Antonic akan tersaji pada pekan ke-24 Super League mendatang.
Semen Padang FC dijadwalkan akan menjamu PSIM Yogyakarta dalam laga hidup mati pada Rabu, 4 Maret 2026.
Pertandingan kandang ini menjadi harga mati bagi skuat Kabau Sirah untuk memutus tren negatif yang sedang melanda.
Tag: #mertua #pratama #arhan #bawa #kasus #baru #pssi #akan #segera #lapor