Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Akuisisi Perusahaan Teknologi (THC)
Ilustrasi akuisisi(SHUTTERSTOCK)
12:32
26 Februari 2026

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Akuisisi Perusahaan Teknologi (THC)

- PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi mengakuisisi PT Trans Hybrid Communication (THC). Aksi korporasi ini untuk memperkuat ekosistem infrastruktur digital nasional.

THC merupakan perusahaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berdiri sejak 2006 dan berstatus penanaman modal asing (PMA). Perseroan mengantongi lisensi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, mulai dari Jaringan Tetap Tertutup (JARTAPTUP), Internet Service Provider (ISP), hingga Jaringan Tetap Lokal (JARTAPLOK).

Legalitas tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan bisnis konektivitas berskala domestik dan internasional.

Melalui akuisisi ini, INET mengintegrasikan portofolio layanan strategis THC. Di segmen konektivitas internasional, THC dikenal sebagai penyedia International Private Leased Circuit (IPLC) dan International Ethernet Private Line (IEPL), dengan dukungan teknologi dari Huawei dan Fiberhome.

Baca juga: Paramount Skydance Naikkan Tawaran Akuisisi Warner Bros. Discovery Jadi 31 Dollar AS Per Saham

Layanan ini memungkinkan koneksi privat lintas negara yang aman dan stabil bagi segmen enterprise maupun operator.

Selain itu, THC menyediakan layanan internet dedicated berperforma tinggi serta IP Transit untuk instansi pemerintah, korporasi, hingga sesama ISP yang membutuhkan konektivitas berstandar global.

Di sisi infrastruktur, kepemilikan backbone fiber optik domestik dan internasional, serta jaringan Point of Presence (PoPs) di berbagai wilayah strategis, menjadi aset penting dalam memperluas jangkauan layanan INET.

THC juga mengembangkan layanan data center dan private cloud, termasuk solusi colocation dan pengelolaan big data yang dirancang untuk mendukung transformasi digital organisasi. Tidak hanya berfokus pada segmen korporasi (B2B), THC mulai merambah pasar ritel (B2C) melalui merek Dukodu.id yang menyediakan layanan internet broadband bagi end-user.

Direktur Utama INET, Muhammad Arif, mengatakan akuisisi merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk memperkuat fondasi infrastruktur sekaligus memperluas kapabilitas bisnis. Menurutnya, kebutuhan konektivitas ke depan menuntut jaringan yang terbuka, skalabel, dan mampu mengantisipasi lonjakan trafik digital.

“Akuisisi THC bukan sekadar ekspansi bisnis, tetapi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem infrastruktur digital nasional. Kami melihat masa depan konektivitas membutuhkan jaringan yang terbuka, scalable, dan siap menghadapi pertumbuhan trafik digital yang semakin besar,” ujarnya lewat keterangan pers, Kamis (26/2/2026).

Ia mencatat sinergi jaringan fiber optik, konektivitas internasional, dan layanan cloud akan menjadi pilar utama pertumbuhan INET. Perseroan menargetkan peran yang lebih besar dalam pembangunan backbone digital nasional, sekaligus membuka peluang ekspansi regional.

“Melalui sinergi ini, INET ingin mengambil peran lebih besar dalam membangun backbone digital Indonesia sekaligus membuka peluang ekspansi regional. Visi kami adalah menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya kuat secara teknologi, tetapi juga mampu mendorong inklusi digital dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” paparnya.

Sebelumnya, manajemen THC mengedepankan nilai TCARE, Trust, Customer Centricity, Agility, Result Through Collaboration, dan Excellence Through Innovation, sebagai landasan operasional perusahaan. Integrasi kedua entitas diharapkan menciptakan efisiensi, memperluas jangkauan layanan, serta meningkatkan daya saing di industri telekomunikasi.

Baca juga: Grup Bakrie Siapkan Rights Issue Rp 414 Miliar untuk Akuisisi Jungleland

Tag:  #sinergi #inti #andalan #prima #inet #akuisisi #perusahaan #teknologi

KOMENTAR