Terlihat Merem Saat Rapat Kabinet, Trump Mengaku Bosan, Bukan Ketiduran
Donald Trump diduga tertidur saat rapat kabinet pada Selasa (2/12/2025). (X @CollinDems)
11:06
26 Februari 2026

Terlihat Merem Saat Rapat Kabinet, Trump Mengaku Bosan, Bukan Ketiduran

- Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan klarifikasi terkait momen dirinya yang tertangkap kamera memejamkan mata dalam rapat kabinet pada Desember lalu. 

Trump menegaskan bahwa dirinya hanya merasa bosan, bukan karena kurang tidur.

Dalam rapat kabinet yang disiarkan televisi selama 81 menit pada 29 Januari 2026, Trump menanggapi spekulasi publik itu dengan nada santai.

"Beberapa orang mengatakan, dia memejamkan mata. Lihat, itu cukup membosankan," ujar Trump sambil tertawa, sebagaimana dikutip dari Reuters.

"Saya tidak tidur. Saya hanya memejamkan mata karena saya ingin segera keluar dari sini. Ngomong-ngomong, saya tidak tidur. Saya memang jarang tidur," lanjutnya.

Baca juga: Trump Siapkan 2 Tahap Serang Iran, Khamenei Bukan Target Pertama

Tepis keraguan soal vitalitas

Di usia 79 tahun dan dalam masa jabatan terakhirnya, Trump sangat ingin menepis keraguan publik mengenai kebugaran fisik dan kognitifnya.

Ia berulang kali memuji ketajaman berpikirnya di hadapan jurnalis dan menginstruksikan para ajudan untuk lebih transparan dalam mengungkap jadwal pertemuannya yang padat. 

Bahkan, Trump sesekali memberikan sinyal ingin mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga, meski hal tersebut terbentur batasan konstitusi.

Baca juga: Trump Tuding Iran Kembangkan Rudal yang Bisa Menjangkau AS

Berbeda dengan pemerintahan sebelumnya di mana rapat kabinet cenderung tertutup dan kaku, di era Trump, pertemuan ini berubah menjadi panggung publik. 

Trump menggunakan sesi tersebut untuk menyiarkan berbagai pencapaian pemerintahannya yang menurutnya kurang mendapat apresiasi dari media massa.

Tahun lalu, salah satu rapat kabinet bahkan disiarkan secara langsung selama lebih dari tiga jam, yang diyakini sebagai penampilan publik terlama sepanjang sejarah hidupnya.

Presiden dari Partai Republik itu sering terlihat memejamkan mata selama penampilan publik.

Sorotan stamina presiden AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menjawab pertanyaan media dalam konferensi pers di Brady Press Briefing Room, Gedung Putih, Washington DC, 20 Februari 2026.AFP/MANDEL NGAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menjawab pertanyaan media dalam konferensi pers di Brady Press Briefing Room, Gedung Putih, Washington DC, 20 Februari 2026.

Trump bukanlah presiden pertama yang menepis pertanyaan tentang staminanya. 

Sekretaris pers Ronald Reagan, Marlin Fitzwater, pernah diminta menjelaskan mengapa presiden era Perang Dingin yang berusia 70-an itu tampak mengantuk pada 1980-an.

Pendahulu Trump, Joe Biden, membatalkan pencalonannya untuk masa jabatan kedua pada 2024 setelah para pemilih dan Demokrat lainnya khawatir tentang kemampuan pria berusia 81 tahun itu untuk menjabat. 

Trump masih sering menyebut mantan lawannya itu sebagai "Sleepy Joe" dan telah memasang plakat di Gedung Putih yang menyiratkan bahwa pendahulunya menjalankan kepresidenannya menggunakan pena otomatis. 

Biden telah membantah tuduhan tersebut.

Baca juga: Puji Kepemimpinannya Sendiri, Trump: Ini Zaman Keemasan AS

Trump adalah pria tertua yang dilantik sebagai presiden AS ketika ia menjabat tahun lalu.

Ia bepergian, mengunggah di media sosial, dan berinteraksi dengan pers jauh lebih sering daripada Biden. 

Namun, pertanyaan tentang kesehatan Trump tetap ada, termasuk seputar tes pencitraan medis yang ia ungkapkan dan memar di tangannya .

Gedung Putih mengatakan, tes tersebut bersifat preventif dan menunjukkan presiden dalam kondisi kesehatan jantung yang baik. 

Mereka menghubungkan memar tersebut dengan aspirin yang rutin dikonsumsi Trump sebagai profilaksis terhadap penyakit kardiovaskular.

Tag:  #terlihat #merem #saat #rapat #kabinet #trump #mengaku #bosan #bukan #ketiduran

KOMENTAR