PMI Tegaskan Komitmen Jangka Panjang untuk Perkuat Peran Sampoerna
Indonesia masih menjadi pasar dan basis operasi yang dipandang strategis oleh Philip Morris International (PMI).
Di tengah perubahan lanskap industri tembakau nasional dan dinamika ekonomi regional, PMI menegaskan komitmen jangka panjang untuk terus memperkuat posisi PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) merupakan bagian penting dalam strategi global perusahaan.
Bagi PMI, Sampoerna bukan sekadar afiliasi bisnis di Indonesia. Perusahaan ini dinilai memiliki peran besar dalam mendorong inovasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta menjaga kinerja bisnis yang menopang langkah PMI, baik secara regional maupun global.
President East South East Asia Pacific and Global Travel Retail PMI Vassilis Gkatzelis mengatakan, kehadiran Sampoerna memperkuat rantai pasok regional dan memberi kontribusi signifikan terhadap daya saing PMI di tingkat global. Peran itu semakin relevan karena kontribusi Sampoerna dalam industri tembakau nasional yang besar.
Baca juga: Sampoerna Jaga Kepemimpinan Pasar lewat Inovasi dan Ketangguhan Bisnis 112 Tahun
Vassilis menilai, Sampoerna memiliki rekam jejak bisnis yang kuat dan konsisten menjalankan investasi berkelanjutan.
Menurutnya, investasi tersebut bukan hanya memperkuat fondasi bisnis, melainkan juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja serta hilirisasi produk tembakau.
Dengan fondasi tersebut, Sampoerna kini berperan sebagai pusat ekspor PMI untuk lebih dari 30 negara di Asia Pasifik. Peran ini mencakup ekspor produk rokok dan produk tembakau bebas asap yang terus dikembangkan seiring arah transformasi bisnis PMI.
“PMI memandang Sampoerna sebagai pilar penting dalam transformasi perusahaan dan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Upaya ini memadukan skala bisnis, inovasi, dan kontribusi sosial untuk mewujudkan kemajuan usaha yang berkelanjutan,” ujar Vassilis dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (25/2/2026).
Investasi PMI di Tanah Air
Pada sisi investasi, Vassilis menjelaskan bahwa sejak 2008, PMI telah berinvestasi sebesar 6,4 miliar dollar AS di Indonesia.
Investasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia ditempatkan sebagai basis jangka panjang dalam peta operasi PMI.
Baca juga: Mengintip Pabrik dan Advanced Lab Tembakau Bebas Asap Hasil Investasi Rp 5,3 T Sampoerna
Dari angka tersebut, PMI juga menanamkan 330 juta dollar AS atau setara Rp 5,3 triliun untuk membangun fasilitas produksi produk tembakau bebas asap di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Fasilitas ini disebut sebagai yang ketujuh di dunia dan pertama di Asia Tenggara.
Tak hanya fasilitas produksi, lokasi tersebut juga dilengkapi dengan Laboratorium Pengujian dan Analisis (Advanced Lab) berstandar global.
“Fasilitas ini merupakan satu-satunya laboratorium canggih PMI di seluruh Asia dan didukung oleh sekitar 200 tenaga ahli Indonesia yang berkualifikasi tinggi,” kata pria yang menjabat sebagai Presiden Direktur Sampoerna pada 2022–2024.
Jejak rantai nilai
Vassilis juga menyoroti Sampoerna yang kini memasuki usia 113 tahun. Menurutnya, usia panjang ini merepresentasikan warisan industri tembakau Indonesia sekaligus menunjukkan kemampuan perusahaan untuk terus menciptakan nilai tambah di seluruh rantai nilai.
Ia menjelaskan, Sampoerna telah menyerap lebih dari 90.000 tenaga kerja langsung dan tidak langsung. Serapan tenaga kerja ini didukung oleh 9 fasilitas produksi yang dikelola langsung serta 43 Mitra Produksi Sigaret (MPS).
MPS tersebut dimiliki dan dioperasikan oleh koperasi dan pengusaha daerah. Dengan demikian, ekosistem produksi tidak hanya terpusat, tetapi juga melibatkan pelaku usaha di berbagai wilayah.
Baca juga: Perkuat Ekonomi Rakyat, Sampoerna Serap 90.000 Tenaga Kerja dan Digitalisasi UMKM
Di sisi hulu, Sampoerna bermitra dengan lebih dari 19.500 petani tembakau dan cengkih di Indonesia. Kemitraan dengan petani merupakan bagian dari rantai pasok yang menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku dan perputaran ekonomi di daerah.
Untuk pengembangan produk tembakau bebas asap, Sampoerna juga bekerja sama dengan lebih dari 600 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tersebar di 20 kota. Kemitraan ini didukung jaringan Sampoerna Retail Community (SRC) di seluruh Indonesia.
Menurut Vassilis, kemitraan tersebut telah menciptakan lebih dari 1.300 lapangan kerja baru serta memperluas pemahaman konsumen dewasa terhadap produk tembakau bebas asap.
Dampak ekonomi dan efek berganda
Kontribusi ekonomi Sampoerna juga tecermin dalam riset Litbang Kompas (2025). Riset ini mencatat bahwa jejak ekonomi dan aktivitas bisnis Sampoerna memberikan dampak ekonomi tahunan sebesar Rp 204,1 triliun atau setara sekitar 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Efek itu juga terlihat dalam rasio multiplier 1,7 kali lipat. Artinya, setiap Rp 1.000 yang dihasilkan dari aktivitas bisnis Sampoerna dinilai mampu menggerakkan nilai ekonomi hingga Rp 1.700.
Angka tersebut menegaskan bahwa operasi perusahaan memberi efek berantai, baik lewat produksi, distribusi, kemitraan, maupun aktivitas ekonomi lain yang terkait.
Dorong kemandirian ekonomi rakyat
Di luar sektor manufaktur, Sampoerna juga aktif mendukung kemandirian ekonomi rakyat sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, terutama lewat pengembangan sektor UMKM.
Upaya tersebut dijalankan melalui SRC dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC). Kedua program ini berada di bawah payung Program Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia.
Baca juga: SRC Klaim Omzet Toko Kelontong Naik hingga 42 Persen
Saat ini, SRC menaungi lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia. Sementara itu, SETC telah menjangkau lebih dari 97.000 peserta dan membina sekitar 1.600 UMKM.
Bagi Sampoerna, program-program tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi di banyak daerah.
Talenta Indonesia untuk operasi PMI di 39 negara
Pada bidang pengembangan SDM, Vassilis menekankan bahwa Sampoerna berperan penting dalam menghasilkan talenta berkualitas yang mampu bersaing di tingkat global.
Ia menjelaskan, talenta asal Indonesia kini mendukung operasional PMI di 39 negara. Sampoerna, imbuhnya, turut memasok tenaga profesional di sejumlah bidang strategis.
“Sampoerna menyediakan tenaga profesional berkualitas di bidang teknologi informasi, keuangan, SDM, dan rantai pasok. Capaian ini memposisikan Indonesia sebagai pusat kapabilitas regional sekaligus mengangkat talenta lokal di panggung global,” katanya
Ia menambahkan, sekitar 70 karyawan Sampoerna yang saat ini bertugas di luar negeri dalam berbagai fungsi strategis dan posisi kepemimpinan.
Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan komitmen PMI dan Sampoerna dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang mampu menghadapi dinamika bisnis internasional.
Apresiasi pemerintah Indonesia
Vassilis pun turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas dukungan terhadap keberlanjutan industri. Ia juga menyinggung pentingnya stabilitas ekonomi dan penindakan tegas terhadap rokok ilegal.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk menciptakan persaingan yang adil bagi industri legal serta mendukung komitmen jangka panjang PMI dan Sampoerna dalam berkontribusi bagi perekonomian nasional.
“Semua inisiatif Sampoerna berlandaskan pada Filosofi Tiga Tangan yang memastikan manfaat bagi konsumen dewasa, karyawan, mitra usaha, dan pemegang saham, serta masyarakat luas demi menciptakan kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan,” tuturnya.
Tag: #tegaskan #komitmen #jangka #panjang #untuk #perkuat #peran #sampoerna