Datang Dini Hari di Masjid Al Jabbar, Tenang karena Sekarang Buka 24 Jam
Ilustrasi Masjid Raya Al Jabbar dari Udara (27/12/2025).(KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA)
18:07
10 Januari 2026

Datang Dini Hari di Masjid Al Jabbar, Tenang karena Sekarang Buka 24 Jam

Masjid Raya Al Jabbar, ikon megah kebanggaan Kota Bandung, Jawa Barat, kini buka 24 jam mulai 1 Januari 2026.

Keputusan tersebut adalah sebagai bagian dari program rebranding besar menjadi “Al Jabbar Istimewa”.

Transformasi ini diputuskan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Jabbar periode 2025–2030 yang dipimpin Tata Sukayat, setelah resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 9 Desember 2025.

Jawaban keluhan pengunjung yang datang dini hari

Menurut Kang Tata, keputusan membuka masjid selama 24 jam lahir dari banyaknya keluhan jamaah yang datang pada dini hari, tetapi harus menunggu di luar.

Sebelum dibuka selama 24 jam, Masjid Raya Al Jabbar baru akan dibuka untuk pengunjung pada pukul 04.00 WIB.

“Banyak keluhan para pengunjung Masjid Al Jabbar dari berbagai daerah yang datang pada pukul 1–2 dini hari harus menunggu lama di luar. Pada 1 Januari 2026, Masjid Al Jabbar buka 24 jam,” jelasnya.

Kebijakan ini menjadi solusi bagi jamaah lokal maupun wisatawan yang terus meningkat. Hingga Desember 2025, jumlah kunjungan mencapai 4,5 juta orang, termasuk wisatawan mancanegara dari negara tetangga.

Dengan jam operasional tanpa batas, masjid ini ingin benar-benar menjadi ruang ibadah dan wisata religi yang terbuka bagi siapa pun, kapan pun.

Kuatkan identitas Al Jabbar Istimewa

Nama baru ‘Al Jabbar Istimewa’ bukan sekadar label, melainkan konsep yang mencerminkan tiga prinsip utama:

  • Menjaga kesakralan masjid sebagai baitullah.
  • Menjadi wajah Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin di Jawa Barat.

Menjalankan fungsi masjid secara istimewa:

  • Imaroh: pemakmuran kegiatan.
  • Riayah: pemeliharaan.
  • Idaroh: pengembangan dan tata kelola.

Program-program DKM disusun secara logis, etis, dan estetis, serta akan disinergikan dengan Dewan Penasihat, Imam Besar, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Eduwisata hingga pemberdayaan umat

Sekretaris DKM Iu Rusliana, memaparkan sejumlah program unggulan yang melengkapi rebranding ini:

Bagian dalam Masjid Raya Al Jabbar (27/12/2025).KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Bagian dalam Masjid Raya Al Jabbar (27/12/2025).

1. Riayah (Pemeliharaan)

  • Agro edu wisata
  • Taman tematik
  • Penataan ruang hijau

2. Idaroh (Pengembangan)

  • Kajian kitab kuning
  • Penyusunan database mitra
  • Program sosial kolaboratif

3. Program sosial

“Ameng Ka Al Jabbar”: program kolaboratif dan kemitraan publikasi

4. Seni & budaya

  • Musik religi
  • Budaya Sunda dan wayang golek sebagai media dakwah

5. Ziswaf

  • Program “Si Duta Jabar”
  • Digitalisasi masjid
  • Pemberdayaan ekonomi umat

6. Pendidikan anak

  • Pelatihan guru RA/PAUD
  • Al Jabbar Kids Islamic Class

7. Program keagamaan lainnya

  • Pengajian tingkat provinsi
  • Pembentukan Remaja Masjid Raya Al Jabbar
  • Kajian rutin muslimah
  • Kegiatan Hari Besar Islam

Dengan rebranding menuju ‘Al Jabbar Istimewa’ dan kebijakan buka 24 jam, Masjid Raya Al Jabbar mempertegas diri sebagai pusat peribadatan, edukasi, sosial, hingga wisata religi yang modern sekaligus tetap menjaga nilai-nilai kesakralan.

Tag:  #datang #dini #hari #masjid #jabbar #tenang #karena #sekarang #buka

KOMENTAR