Pramugari Gadungan Akui Pernah Melamar Kerja di Batik Air, tapi Gagal
Ilustrasi pesawat Batik Air. Aturan bagasi Batik Air. Aturan terbaru bagasi Batik Air. Aturan bagasi terbaru Batik Air.(Shutterstock)
20:35
9 Januari 2026

Pramugari Gadungan Akui Pernah Melamar Kerja di Batik Air, tapi Gagal

Video yang menampilkan seorang perempuan berseragam pramugari viral di media sosial. Diketahui bahwa individu berpakaian mirip pramugari tersebut bukanlah awak kabin, melainkan penumpang pesawat biasa.

Oknum berinisial KN (23) mengaku sengaja mengenakan seragam pramugari Batik Air untuk meyakinkan orangtuanya bahwa ia sudah bekerja di Batik Air, padahal tidak demikian.

"Dia ngelamar kerja jadi pramugari, tapi ternyata gagal," kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, dilaporkan Kompas.com, Kamis (8/1/2026).

Aksinya mengenakan seragam pramugari Batik Air terbongkar setelah tertangkap basah oleh kru kabin dalam penerbangan rute Palembang-Jakarta pada Selasa (6/1/2026).

Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, membenarkan bahwa KN bukanlah pramugari Batik Air, meski pakaiannya tampak sama persis dengan kru kabin.

"Batik Air juga menegaskan bahwa seluruh atribut, perlengkapan, maupun aksesori yang digunakan oleh oknum tersebut bukan merupakan pembagian, inventaris, ataupun perlengkapan resmi Batik Air," kata Danang.

Seorang wanita memakai seragam pramugari palsu di maskapai Batik Air saat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. 7 Fakta Pramugari Gadungan Batik Air: Pakai Seragam Palsu dan Lolos PemeriksaanTangkapan layar dari akun Instagram @jabodetabek24info. Seorang wanita memakai seragam pramugari palsu di maskapai Batik Air saat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. 7 Fakta Pramugari Gadungan Batik Air: Pakai Seragam Palsu dan Lolos Pemeriksaan

"Atribut tersebut tidak dikeluarkan dan tidak didistribusikan oleh Batik Air," sambung Danang dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (9/1/2026).

Menurut keterangan polisi, pramugari gadungan itu mulanya membeli atribut Batik Air dari toko online, lalu mengenakan atribut lengkap layaknya pramugari dari rumah menuju bandara di Palembang.

Setibanya di bandara, KN berniat untuk berganti pakaian. Namun, karena waktunya tidak cukup, ia tetap mengenakan seragam tersebut saat menaiki pesawat.

Para kru kabin Batik Air merasa curiga dengan seragam pramugari yang digunakan KN karena motif rok yang digunakan berbeda dengan awak kabin lainnya.

"Kru pesawat curiga, kok ini ada pramugari Batik Air, menggunakan pakaian mirip pramugari, tapi coraknya beda," kata Yandri.

Merasa curiga, kru kabin selanjutnya melaporkan hal itu ke petugas keamanan penerbangan (Avsec) di Bandara Soekarno-Hatta.

Setibanya di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Avsec langsung memeriksa KN dan mendapati bahwa ia bukan pegawai Batik Air.

KN kemudian dibawa ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta oleh Avsec dan diinterogasi oleh polisi.

Selama pemeriksaan, polisi menyebut, tidak ditemukan indikasi tindak pidana terhadap perempuan itu. Begitu pula dengan potensi pelanggaran lainnya.

Oleh sebab itu, pihak Batik Air disebut tidak melanjutkan proses hukum dan memilih menyelesaikan persoalan dengan kesepakatan damai. 

Waspada penipuan yang mengatasnamakan awak kabin Batik Air

Lebih lanjut, Danang menegaskan bahwa Batik Air memandang serius setiap tindakan yang menyerupai atau mengatasnamakan awak kabin Batik Air tanpa hak, menyalahgunakan atribut atau identitas yang menyerupai seragam resmi, maupun berpotensi merugikan masyarakat serta mengurangi kepercayaan publik.

"Seragam, identitas, dan atribut awak kabin Batik Air bersifat resmi dan terbatas, serta hanya digunakan oleh personel yang telah melalui proses rekrutmen, pelatihan, dan penugasan sesuai standar perusahaan," jelas Danang.

Batik Air mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan yang

mengatasnamakan Batik Air dengan berbagai modus.

Baik itu pihak yang mengaku sebagai awak kabin, karyawan, atau perwakilan Batik Air, permintaan uang, transaksi, atau data pribadi melalui jalur tidak resmi, maupun penawaran tiket, promosi, atau kerja sama yang tidak berasal dari kanal resmi.

"Batik Air mengajak masyarakat untuk bersama-sama bersikap cermat, waspada, dan tidak mudah percaya kepada pihak yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya.

Tag:  #pramugari #gadungan #akui #pernah #melamar #kerja #batik #tapi #gagal

KOMENTAR