Waspada Virus Nipah, Bandara di Asia Kini Terapkan Protokol Era Covid-19
Ilustrasi Bandara Internasional Pearson Toronto, Kanada.(Wikimedia Commons)
13:07
28 Januari 2026

Waspada Virus Nipah, Bandara di Asia Kini Terapkan Protokol Era Covid-19

 - Sejumlah bandara di Asia kini menerapkan pemeriksaan kesehatan seperti era pandemi Covid 19. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Nipah dari India.

Dilansir dari laman Independent, beberapa negara langsung menerapkan langkah-langkah pencehan setelah lima virus Nipah dikonfirmasi terjadi di Benggala Barat, India.

Adapun negara-negara yang sudah menerapkan kebijakan tesebut yaitu Thailand, Nepal, dan Taiwan.

Untuk diketahui, Nipah ialah penyakit zoonis yang menyebar ke manusia dari babi dan kelelawar yang terinfeksi. Tetapi, virus ini juga bisa ditularkan melalui kontak dekat antarindividu.

Di Bennggala Barat, sekitar 100 orang dikarantina setelah virus tersebut terdeteksi di sebuah rumah sakit.

Baca juga: 5 Bandara Tersibuk di Indonesia Saat Nataru, Layani 10 Juta Penumpang

Seorang dokter, seorang perawat, dan anggota staf lainnya di rumah skait tersebut dinyatakan positif setelah dua kasus pertama terjadi.

Dua kasus pertama ini dikonfirmasi merupakan seorang perawat pria dan seorang perawat wanita dari distrik yang sama.

Thailand perketat pemeriksaan di bandara

Di Thailand, kementrian kesehatan masyarakat telah meningkatkan pemeriksaan kesehatan di bandara-bandara utama, bagi penumpang yang tiba dari Benggala Barat.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan ini menggunakan teknik yang sebelumnya diterapkan saat pandemi Covid-19.

Penumpang yang tiba di bandara Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket akan dipantau, apakah terjangkit demam atau punya gejala yang terkait dengan virus nipah.

Di samping itu, Thailand juga sedang mengeluarkan kartu "waspada kesehatan". Kartu ini merupakan panduan untuk turis, berisi tentang apa yang harus dilakukan jika mereka jatuh sakit.

Kemudian, para pejabat di Thailand juga telah meningkatkan kebersihan dan kesiapan pengendalian penyakit di Bandara Internasional Phuket, sebagai bagian dari langkah-langkah pencegahan. 

Saat ini, maskapai penerbangan India, Indigo, mengoperasikan penerbangan langsung harian antara bandara internasional Kolkata di Bengal Barat dan Phuket.

Menanggapi kekhawatiran publik, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan bahwa belum ada kasus Nipah yang tercatat di Thailand. Meskipun demikian, katanya, tingkat pengawasan akan tetap tinggi.

"Departemen Pengendalian Penyakit Thailand melakukan pemeriksaan terhadap para pelancong dari Benggala Barat, India di bandara Suvarnabhumi & Don Mueang mulai 25 Januari di tengah wabah virus Nipah. Petugas kesehatan menerapkan langkah-langkah ketat karena penumpang menunjukkan kerja sama yang sangat baik di pos pemeriksaan,” kata pemerintah Thailand.

Menurut laporan media lokal, turis yang tiba di Thailand dalam kondisi demam tinggi atau gejala yang mungkin mengindikasikan infeksi Nipah, akan dipindahkan ke fasilitas karantina.

Tidak hanya itu, Departemen taman umum dan satwa liar juga telah memerintahkan pemeriksaan yang lebih ketat di area gua dan objek wisata alam di Thailand, di tengah kekhawatiran tentang wabah di India.

Waspada virus Nipah di Nepal

Sementara itu di Nepal, pemerintah telah meningkatkan kewaspadaan dan mengintensifkan pemeriksaan kesehatan di Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu.

Tindakan ini juga dilakukan di perbatasan darat utama dengan India, dalam upaya mencegah virus masuk ke negara tersebut.

Pos-pos kesehatan juga telah didirikan untuk memeriksa gejala pada para turis.

Sementara itu, rumah sakit serta pos-pos kesehatan perbatasan telah diinstruksikan untuk melaporkan dan menangani kasus-kasus yang mencurigakan.

Baca juga: Di Bandara Ini, Penumpang Tak Perlu Keluarkan Laptop saat Security Check

Para pejabat menyoroti tantangan yang ditimbulkan oleh perbatasan yang terbuka, dan pergerakan harian orang-orang dari negara bagian tetangga, Benggala Barat.

Juru bicara Kementerian Kesehatan di Nepal, Prakash Budhathoki, mengatakan pemerintah telah melakukan pencegahan dan penyebaran virus.

Ia menyambung, pemerintah juga melakukan pemeriksaan individual terhadap penumpang yang tiba di Nepal, melalui Bandara Internasional Tribhuvan (TIA) dan titik perbatasan dengan India.

"Kami secara khusus telah meningkatkan pengawasan di titik-titik perbatasan di Provinsi Koshi. Pemeriksaan kesehatan juga telah diperintahkan untuk orang-orang yang memasuki Nepal melalui penyeberangan perbatasan lainnya," ujarnya.

Pencegahan Nipah di Taiwan

Di sini lain, otoritas kesehatan di Taiwan berencana untuk memasukkan infeksi virus Nipah sebagai penyakit yang wajib dilaporkan kategori 5.

Penyakit kategori 5 ini berarti klasifikasi tertinggi untuk infeksi baru yang serius berdasarkan hukum setempat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Taiwan mengatakan, Taiwan mempertahankan peringatan perjalanan Level 2 "kuning".

Baca juga: 18 Paspor Bisa Autogate di Bandara Korea Selatan, Indonesia Tidak Termasuk

Level peringatan ini nantinya akan mengingatkan para pelancong untuk berhati-hati – untuk negara bagian Kerala di India barat daya.

Wakil DirekturJjenderal CDC, Lin Ming-cheng, mengatakan bahwa peringatan perjalanan akan diperbarui seiring perkembangan wabah.

Organisasi Kesehatan Dunia juga telah menetapkan virus Nipah sebagai patogen prioritas karena potensinya untuk memicu epidemi.

Apa gejala orang terjangkit virus nipah?

Gejala awal infeksi virus Nipah dapat meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan.

Sementara itu, gejala yang lebih serius adalah pusing atau mengantuk, perubahan kesadaran, pneumonia atipikal berat, dan masalah pernapasan.

Orang yang terinfeksi virus ini mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali. Sementara yang lain mengalami gangguan pernapasan akut, dalam kasus yang parah, Nipah dapat menyebabkan ensefalitis fatal, alias peradangan pada otak.

Baca juga: Cara Cegah Tertular Virus HMPV di Bandara dan Tempat Umum Lainnya

Sebagai informasi, wabah virus Nipah pada masa lalu dikaitkan dengan tingkat kematian yang tinggi.

Persentasa peluang ini dilaporkan antara 40 dan 75 persen, tergantung pada wabah dan jenis virus yang terlibat.

Selain Thailand, Nepal, dan Taiwan, virus ini telah didokumentasikan di Bangladesh, India, Malaysia, Filipina, dan Singapura.

Dalam catatan tersebut, Bangladesh mencatat jumlah kasus tertinggi, yaitu 341 kasus dan 241 kematian, menurut International Society for Infectious Disease.

Tag:  #waspada #virus #nipah #bandara #asia #kini #terapkan #protokol #covid

KOMENTAR