Ada Apa di Greenland, Pulau Es Raksasa yang Ingin Dicaplok Trump
Ilustrasi Greenland((Credits: surangaw/Envato Elements))
11:07
7 Januari 2026

Ada Apa di Greenland, Pulau Es Raksasa yang Ingin Dicaplok Trump

Setelah Venezuela, kali ini Presiden Amerika Serikat Donald Trump ingin mencaplok Greenland, yaitu pulau es raksasa yang telah dikuasai Denmark selama kurang lebih tiga abad.

Trump ingin mengakuisisi Greendland karena alasan prioritas keamanan nasional Amerika Serikat, terurama untuk mengantisipasi pengaruh Rusia dan China.

"Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi Panglima Tertinggi," ungkak pihak Gedung Putih, dikutip dari BBC, Rabu (7/1/2026).

Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat menginginkan Greenland menjadi bagian dari Amerika Serikat, dengan alasan letak strategis untuk pertahanan serta kekayaan mineralnya.

Greenland milik siapa?

Diberitakan Kompas.com (7/1/2026) Greenland merupakan wilayah semi-otonomi dari Denmark. 

Meski masuk bagian dari benua Amerika Utara, Greenland telah dikuasai Denmark selama lebih kurang 300 tahun. 

Pulau ini dikelola sebagai koloni hingga pertengahan abad ke-20. Pada 1953, Greenland menjadi bagian dari Kerajaan Denmark dan penduduk Greenland menjadi warga negara Denmark.

Pada 1979, referendum tentang otonomi memberikan Greenland kendali atas sebagian besar kebijakan di wilayahnya, sementara Denmark tetap mengendalikan urusan luar negeri dan pertahanan. 

Greenland terletak di Arktik dan berjarak hampir 3.000 km dari Denmark, selanjutnya menjadi tempat bagi pangkalan militer Denmark maupun Amerika Serikat.

Apa tanggapan pemerintah Greenland?

Meski dikenal kaya mineral langka, Greenland menegaskan tak ingin menjadi negara tambang besar. Pemerintah hanya mengizinkan segelintir proyek demi menjaga lingkungan dan masyarakat lokal.SHUTTERSTOCK/Vadim Nefedoff Meski dikenal kaya mineral langka, Greenland menegaskan tak ingin menjadi negara tambang besar. Pemerintah hanya mengizinkan segelintir proyek demi menjaga lingkungan dan masyarakat lokal.Menanggapi pernyataan Trump, PM Greenland Jens Frederik Nielsen menegaskan wacana penguasaan Greenland oleh AS sebagai “fantasi”.

"Sudah cukup. Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi aneksasi. Kami terbuka untuk dialog dan diskusi, tetapi harus melalui jalur yang benar dan dengan menghormati hukum internasional,” ujar Nielsen.

Diberitakan Kompas.com,  PM Denmark Mette Frederiksen sebelumnya menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki hak untuk menganeksasi wilayah mana pun di dalam Kerajaan Denmark. 

Ada apa di Greendland?  

Menambahkan dari Kompas.com, Greneland merupakan pulau terbesar di dunia. Pulau ini membenteng seluas 2,16 juta kilometer persegi, yang hampir 80 persen daratannya dilapisi es.

Meski hampir sebagian besar wilayahnya berupa es, ternyata masih ada orang yang tinggal di Greenland.

Sehingga menjadikannya sebagai salah satu negara dengan populasi penduduk paling sedikit di dunia.

Hampir 90 persen dari penduduk di Greenland adalah Inuit, yang nenek moyangnya diyakini berasal dari Siberia bagian timur,  dan melakukan perjalanan ke Greenland melalui Kanada pada abad ke-13.

Fakta uniknya, setiap tahun, matahari di Greenland tidak terbenam dari tanggal 25 Mei hingga 25 Juli. Sehingga, kawasan tersebut akan terlihat sepanjang siang dan malam. 

Ilustrasi asal usul nama Greenland, padahal sebagian besar wilayahnya tertutup salju.Unsplash/Visit Greenland Ilustrasi asal usul nama Greenland, padahal sebagian besar wilayahnya tertutup salju.Menambahkan dari laman resmi Visit Greenland, salah satu daya tarik utama di Greenland yaitu terdapat situs warisan dunia UNESCO Icefrod.

Icefrod merupakan kumpulan besar gunung es yang  telah terlepas dari gletserr Sermeq Kujalleg satu per satu.

Selain gunung es, di sana juga ada Pusat Ilulissar Icefjord, yaitu pusat pengunjung dan penyebaran informasi  melalui pameran “Kisah Es”.

Di sana wisatawan akan diberi tahu tentang sejarah es, budaya di dalam dan sekitar Icefjord, serta perubahan iklim. 

Pameran Pusat Icefjord didasarkan pada penelitian dan data, dan menjelaskan sejarah alam dan budaya unik di daerah tersebut, serta perubahan iklim yang dapat dilihat dan dirasakan dengan jelas.

Tag:  #greenland #pulau #raksasa #yang #ingin #dicaplok #trump

KOMENTAR