Me Time, Bermain Tanah Liat Berjam-Jam bisa Hasil Kreasi Keramik Unik
PERJALANAN: Wenda Tri Kirana di antara hasil karyanya yang ditata rapi di workshop Tanah Liat by Ruang Tanam pada Jumat (9/2). (MUHAMAD ALI/JAWA POS)
20:56
25 Februari 2024

Me Time, Bermain Tanah Liat Berjam-Jam bisa Hasil Kreasi Keramik Unik

AKTIVITASNYA terlihat sederhana saja. Bermain-main dengan tanah liat, memutar pottery wheel, lalu menciptakan kreasi aneka bentuk. Namun, di balik aktivitas sederhana itu, ada begitu banyak manfaat yang bisa dipetik. Baik manfaat emosional, motorik, maupun sensorik.

Wenda Tri Kirana betah duduk berjam-jam menghadapi gumpalan tanah liat di mesin putar. Sesekali dia menaik-turunkan adonan di depannya. Tangannya juga lincah bergerak kian kemari untuk menghasilkan bentuk yang dimaui.

”Seperti me time. Mungkin bisa sambil dengerin musik. Yang paling penting sih mood. Bahkan, ada yang betah sampai tujuh jam,” katanya saat ditemui Jawa Pos sekitar dua pekan lalu di workshop Tanah Liat by Ruang Tanam, kawasan Graha Raya, Tangerang.

Seni keramik dimulai dengan wedging. Yakni, menguleni adonan tanah liat untuk memadatkan dan mengurangi kadar udara di dalamnya. Setelah itu, adonan diletakkan di mesin putar. Di situlah proses yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan dimulai. Dari proses mixing dan centering itulah bentuk karya akan terlihat. Jangan lupa beri sedikit air.

Proses olahan tanah liat. (MUHAMAD ALI/JAWA POS)

”Supaya adonan nggak melebar ke sana kemari dan untuk memudahkan step opening selanjutnya,” terang Wenda. Opening berarti membuat lubang dari posisi tengah ke pinggir. Posisi centering yang pas membuat proses opening setiap sisi terbentuk dengan presisi. "Kalau udah goyang dikit, nggak akan sama tebal dan tipisnya. Jadi mleyot,” imbuhnya.

Bagi ibu satu anak itu, menggeluti pottery adalah bagian dari perjalanan hidupnya. Wenda yang hingga 2020 adalah chef on board Garuda Indonesia bagai menjalani hidup baru setelah berkenalan dengan pottery di Bali. Selama sekitar satu bulan, dia belajar langsung kepada sejumlah perajin pottery di Pulau Dewata.

Saking seriusnya, dia pernah bergelut dengan pottery dari pukul 10.00 sampai pukul 21.00. ”Makanya, saya bilang baik banget orang itu ngizinin saya unlimited buat belajar,” kenang Wenda. Karena itulah, setelah kini membuka workshop pottery, Wenda pun tak pernah membatasi waktu para peserta. (han/c6/hep)

Editor: Ilham Safutra

Tag:  #time #bermain #tanah #liat #berjam #bisa #hasil #kreasi #keramik #unik

KOMENTAR