Kena Todong Pajak Tak Jelas, Studio Game Toge Productions Pertimbangkan Relokasi ke Luar Negeri
Senada dengan unggahan Twitter Fatimah Zahratunnisa, founder pengembang game Toge Productions bagikan kisah tidak mengenakkan menghadapi Bea Cukai. (Toge Productions)
11:28
26 Februari 2026

Kena Todong Pajak Tak Jelas, Studio Game Toge Productions Pertimbangkan Relokasi ke Luar Negeri

 

- Kabar kurang sedap datang dari industri game Indonesia. Toge Productions, salah studio game yang sukses di balik game Coffee Talk dan A Space for the Unbound, disebut tengah mempertimbangkan memindahkan operasionalnya ke luar negeri.

Isu ini mencuat setelah CEO Toge Productions, Kris Antoni, melontarkan kritik terbuka terhadap kebijakan pajak yang dinilai tidak rasional dan memberatkan pelaku industri game.

Ditodong Kurang Bayar Pajak

Lewat akun X pribadinya, Kris mengungkapkan kekecewaannya atas ketentuan yang menurutnya tiba-tiba membebani perusahaan.

“Habis ditodong sama orang pajak dengan aturan yg dibuat2 membuat gw semakin yakin untuk mulai memindahkan Toge Productions ke negara lain,” tulis Kris.

Ia menambahkan bahwa selama 17 tahun terakhir dirinya telah berupaya membangun industri game Indonesia dari nol.

“Saya sudah berusaha memajukan industri game Indonesia selama 17 tahun, tapi sepertinya harapan saya sudah pupus. I've tried my best.”

Pernyataan tersebut sontak memicu diskusi luas di kalangan developer dan pelaku industri kreatif digital.

Polemik Amortisasi Biaya Gaji

Akar persoalan yang disorot Kris adalah kewajiban amortisasi biaya gaji karyawan selama masa pengembangan game. Dalam praktik akuntansi, amortisasi umumnya berkaitan dengan aset tidak berwujud yang dikapitalisasi.

Namun Kris menegaskan bahwa studionya tidak pernah melakukan atau memenuhi syarat untuk kapitalisasi biaya development.

“Apabila ada studio game yg tiba2 ditodong kurang bayar dengan alasan biaya gaji karyawan selama development wajib diamortisasi, padahal kalian tidak pernah melakukan atau memenuhi syarat untuk mengajukan kapitalisasi biaya development, jangan mau,” lanjutnya.

Dari sudut pandang industri, persoalan ini menjadi sensitif karena model bisnis game berbeda dengan sektor manufaktur atau jasa konvensional. Proses development bisa berlangsung bertahun-tahun sebelum produk menghasilkan pendapatan.

Beban administratif yang muncul di tengah proses produksi berpotensi mengganggu arus kas dan keberlanjutan proyek.

Wacana relokasi Toge Productions tentu bukan perkara kecil. Studio ini selama bertahun-tahun menjadi simbol bahwa game lokal mampu bersaing di pasar global, baik dari sisi kualitas narasi maupun produksi.

Di saat pemerintah mendorong ekonomi digital sebagai mesin pertumbuhan baru, polemik ini menjadi ujian nyata. Industri game bukan lagi sektor niche; ia bagian dari ekonomi kreatif berbasis IP (intellectual property) yang nilainya bisa berlipat dalam jangka panjang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari otoritas pajak terkait isu yang ramai diperbincangkan tersebut. Para pelaku industri kini menunggu penjelasan sekaligus berharap ada ruang dialog yang konstruktif.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #kena #todong #pajak #jelas #studio #game #toge #productions #pertimbangkan #relokasi #luar #negeri

KOMENTAR