Galeri Foto Poco F8 Ultra dan F8 Pro, HP Flagship Baru di Indonesia
Meski sekilas tampak kembar, Poco F8 Pro dan Poco F8 Ultra menawarkan pendekatan desain dan ergonomi yang berbeda sesuai kebutuhan pengguna.()
19:06
4 Februari 2026

Galeri Foto Poco F8 Ultra dan F8 Pro, HP Flagship Baru di Indonesia

- Poco resmi membawa dua ponsel flagship terbarunya dari keluarga F8 Series ke Indonesia, yaitu Poco F8 Ultra dan Poco F8 Pro. 

Kedua ponsel ini resmi dirilis di Indonesia hari ini, Rabu (4/2/2026). Sebelumnya, Poco F8 Ultra dan Poco F8 Pro telah debut global di Bali, pada November 2025.

Di Tanah Air, Poco F8 Ultra dan Poco F8 Pro dilepas dengan banderol harga berbeda. Poco F8 Ultra, yang menjadi varian tertinggi dijual seharga Rp 11,9 juta. Sementara varian Poco F8 Pro, dipasarkan dengan harga lebih rendah, yaitu Rp 8,9 jutaan. 

Baca juga: HP Flagship Poco F8 Pro dan F8 Ultra Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Berdasarkan pengalaman Saya yang menggenggam langsung duo HP flagship baru ini sesaat setelah diluncurkan, keduanya memang terlihat serupa. Namun, aslinya tidak.

Saat digenggam langsung dan dilihat lebih dekat, Poco F8 Pro dan Poco F8 Ultra cukup berbeda. 

Salah satu hal yang menjadi pembeda antara Poco F8 Ultra dan Poco F8 Pro terletak pada penempatan logo "Sound by Bose" di bagian punggung perangkat.

Berbeda dengan varian Ultra, Poco F8 Pro (kanan) menampilkan tulisan Sound by Bose langsung di modul punggung, tanpa elemen speaker tambahan (subwoofer). Berbeda dengan varian Ultra, Poco F8 Pro (kanan) menampilkan tulisan Sound by Bose langsung di modul punggung, tanpa elemen speaker tambahan (subwoofer).

Sebagaimana terlihat pada foto, kedua ponsel ini kompak menampilkan tulisan tersebut sebagai penanda kolaborasi audio dengan produsen speaker kenamaan asal AS, Bose. 

Pada Poco F8 Ultra, akses tersebut ditempatkan di kompartemen khusus, tepatnya sisi kanan modul kamera belakang, menyatu dengan speaker pendukung (subwoofer). 

Kompartemen subwoofer tersebut dirancang dengan bentuk lingkaran yang dikelilingi jaring-jaring seperti sound system. Fungsinya untuk mengeksekusi nada rendah atau suara bass.

Tampilan punggung Poco F8 Ultra menonjol dengan aksen Sound by Bose yang menyatu dengan kompartemen subwoofer berbentuk lingkaran. Tampilan punggung Poco F8 Ultra menonjol dengan aksen Sound by Bose yang menyatu dengan kompartemen subwoofer berbentuk lingkaran.

Sebaliknya, pada Poco F8 Pro, tulisan "Sound by Bose" langsung dicetak pada permukaan modul punggung, tanpa ada elemen speaker tambahan atau tekstur bergerigi. 

Baca juga: Pengalaman Main “Mobile Legends” di Poco F8 Pro, FPS Stabil dengan Grafik Maksimal

Desain ponsel ini terlihat lebih sederhana dan bersih, sejalan dengan konfigurasi audio yang lebih minimal. Untuk diketahui, Poco F8 Pro, mengandalkan dual speaker stereo (2.0), sementara Poco F8 Ultra dibekali sistem audio tiga speaker (2.1).

Poco F8 Pro mengusung bodi punggung berlapis kaca dengan finishing mengilap, tampil bersih dan minimalis. Poco F8 Pro mengusung bodi punggung berlapis kaca dengan finishing mengilap, tampil bersih dan minimalis.

Finishing Denim Poco F8 Ultra beda

Perbedaan keduanya juga terasa dari finishing bodi punggung, terutama pada varian warna Denim Blue pada Poco F8 Ultra. 

Varian ini dirancang menggunakan material nano-tech generasi ketiga yang menghadirkan tekstur menyerupai kain denim. Saat saya sentuh, permukaannya terasa kasar, namun justru memberikan grip yang lebih mantap di tangan. 

Finishing denim pada Poco F8 Ultra juga membantu meminimalkan bekas sidik jari sekaligus memberi kesan premium yang unik. Finishing denim pada Poco F8 Ultra juga membantu meminimalkan bekas sidik jari sekaligus memberi kesan premium yang unik.

Menurut saya, tekstur denim ini juga membuat bodi ponsel tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari, sekaligus memberi kesan premium yang unik dibanding ponsel flagship kebanyakan yang mengandalkan kaca polos. 

Sementara itu, Poco F8 Pro tampil dengan pendekatan yang lebih sederhana. Bodi punggungnya dilapisi material kaca bertekstur halus dengan finishing mengilap. Tampilan ini membuat perangkat terlihat bersih dan minimalis, namun sedikit terasa licin. 

Baca juga: Perbedaan Spesifikasi Poco F8 Pro vs F8 Ultra: Desain, Chipset, Kamera, dll

Poco F8 Pro terasa "mungil"

Saat saya coba genggam, perbedaan ukuran kedua ponsel juga cukup terasa. Poco F8 Pro terasa lebih ringkas dan mungil, dengan ukuran layar 6,59 inci dan bobot sekitar 206 gram.

Dimensi yang lebih kecil ini membuat Poco F8 Pro relatif lebih nyaman digenggam. Jangkauan ibu jari ke sisi layar juga terasa lebih mudah, terutama saat menggulir layar dengan satu tangan. 

Poco F8 Pro mengusung bodi punggung berlapis kaca dengan finishing mengilap, tampil bersih dan minimalis. Poco F8 Pro mengusung bodi punggung berlapis kaca dengan finishing mengilap, tampil bersih dan minimalis.

Sementara "saudaranya", Poco F8 Ultra, hadir dengan dimensi yang lebih besar dan bobot yang lebih berat. Perangkat ini mengusung layar berukuran 6,9 inci dengan bobot sekitar 218 gram. 

Dari pengalaman saya, dimensi tersebut membuat ponsel terasa lebih bongsor saat digenggam. Ukurannya yang besar membuat Poco F8 Ultra terasa lebih mantap ketika dioperasikan dengan dua tangan. 

Perbedaan ukuran Poco F8 Ultra dan Poco F8 Pro dari sisi dimensi ketebalan. Perbedaan ukuran Poco F8 Ultra dan Poco F8 Pro dari sisi dimensi ketebalan.

Baca juga: Poco F8 Pro dan F8 Ultra Meluncur Global di Bali, HP Speaker Bose Harga Rp 9 Jutaan

Sama-sama flagship, beda karakter

Secara keseluruhan, Poco F8 Ultra dan Poco F8 Pro membawa karakter yang berbeda meski berada dalam satu keluarga. Menurut saya, dua ponsel ini menawarkan pengalaman yang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing pengguna.

Poco F8 Ultra tampil sebagai flagship yang dirancang "all-out" dengan bodi besar dan tampilan yang mencolok. Sementara Poco F8 Pro hadir sebagai alternatif yang lebih compact, tanpa menghilangkan kesan premium.

Untuk detail spesifikasi Poco F8 Pro dan F8 Ultra, bisa diakses melalui link berikut ini. 

Tag:  #galeri #foto #poco #ultra #flagship #baru #indonesia

KOMENTAR