Layar HP Sering ''Mencet'' Sendiri Kalau Kena Air, Kok Bisa?
Ilustrasi smartphone tahan air(Igor Rodrigues)
18:03
29 Januari 2026

Layar HP Sering ''Mencet'' Sendiri Kalau Kena Air, Kok Bisa?

– Air dan perangkat elektronik memang bukan kombinasi yang ideal. Sebab, ponsel yang tercebur ke genangan air bisa langsung rusak dan memerlukan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Namun, ada fenomena lain yang sering dialami pengguna terkait ponsel dan air, yaitu touch screen atau layar HP yang mendadak “bertingkah” ketika terkena sedikit keringat hingga tetesan air hujan. 

Maksud bertingkah di sini adalah layar ponsel seolah-olah bisa "mencet" sendiri, sehingga memicu aplikasi terbuka atau fitur lain terakses. Terkadang, air di layar juga bisa memicu keyboard sehingga tuts bisa "mengetik" sendiri.

Lantas, mengapa air sekecil itu bisa membuat layar sentuh kacau?

Baca juga: Kerja Terlalu Lama di Depan Layar? Waspadai Computer Vision Syndrome

Cara kerja layar sentuh

Penjelasan bisa dimulai dengan memahami bagaimana cara kerja layar sentuh di smartphone saat ini.

Menurut American Institute of Physics (AIP), sebagian besar ponsel modern yang tersedia di pasar saat ini menggunakan teknologi layar sentuh kapasitif (capacitive touchscreen).

Teknologi layar sentuh ini sebenarnya tidak bekerja dengan menerima input tekanan dari jari, melainkan menerima input listrik. 

Saat jari menyentuh layar, tubuh manusia yang bersifat konduktif akan menarik muatan listrik sangat kecil dari permukaan layar.

Perubahan muatan listrik ini kemudian dideteksi oleh sensor, lalu diterjemahkan oleh sistem sebagai perintah. Misalnya seperti menggulirkan (scroll) layar, mengetik huruf, atau membuka aplikasi.

Ilustrasi layar yang terkena air ketika sedang digunakan.YouTube/Inside Sceience Ilustrasi layar yang terkena air ketika sedang digunakan.

Nah, dengan metode kerja di atas, layar sentuh tentunya tak hanya akan menerima input manusia, melainkan juga hal lain yang bersifat konduktif atau menghantarkan listrik, salah satunya air. 

Ketika ada air, minyak, atau kondisi jari lembab, air dapat menjadi jalur alternatif bagi muatan listrik yang bereaksi dengan layar. 

Akibatnya, layar sentuh bisa salah mengira air sebagai sentuhan jari. Di titik layar yang terkena air, sistem akan mendeteksi perubahan listrik dan menganggapnya sebagai input pengguna.

Inilah yang membuat layar terlihat seolah disentuh sendiri atau sulit merespons dengan akurat saat basah.

Fenomena ini biasanya memang tidak selalu merusak perangkat, tetapi cukup mengganggu pengalaman penggunaan sehari-hari, terutama saat hujan atau berolahraga.

Baca juga: 3 Cara Cepat Mengunci Layar Laptop Windows, Praktis Saat Keadaan Darurat

Optimalisasi layar kapasitif sebagai solusi

Seiring berkembangnya teknologi, produsen layar sentuh menerapkan berbagai optimalisasi untuk mengurangi gangguan sentuhan akibat air atau kelembapan.

Salah satunya adalah self-capacitance, yakni metode pendeteksian sentuhan yang lebih peka terhadap perubahan muatan listrik.

Pendekatan ini membantu layar membedakan sentuhan jari manusia dengan gangguan dari air, keringat, atau kondisi lembap, sehingga sentuhan palsu (ghost touch) dapat ditekan.

Meski demikian, self-capacitance bukan jenis layar baru, melainkan bagian dari teknologi layar sentuh kapasitif modern yang dikenal sebagai projected capacitive touchscreen (PCAP).

Teknologi PCAP memungkinkan layar mendeteksi banyak sentuhan sekaligus (multitouch), dan umumnya dipadukan dengan pemrosesan perangkat lunak untuk menjaga akurasi sentuhan di kondisi basah.

Sejauh ini, tidak banyak vendor smartphone yang secara gamblang menyebut penggunaan self-capacitance.

Ilustrasi ponsel Xiaomi yang sudah pakai teknologi Wet Touch.Xiaomi Ilustrasi ponsel Xiaomi yang sudah pakai teknologi Wet Touch.

Namun, sejumlah produsen memasarkan optimalisasi serupa dengan istilah “Wet Touch”, yakni fitur yang membuat layar tetap responsif meski terkena air atau digunakan dengan jari lembap.

Baca juga: Samsung Pamer Layar Lipat Tanpa Bekas, Bakal Dipakai iPhone Lipat?

Fitur ini dapat ditemukan pada beberapa smartphone, seperti Vivo Y21d hingga Y29 4G, Infinix Note 50X 5G, serta Redmi 15 dan Redmi Note 15.

Namun, hal ini bukan berarti hanya vendor tersebut yang menerapkan teknologi serupa.

Sebab, bisa saja teknologi serupa "Wet Touch" sudah tersedia di banyak smartphone modern, hanya saja mungkin tidak dipromosikan atau menjadi satu nilai jual unik (unique selling point/USP) dari ponsel tersebut.

Tetap waspada saat layar basah

Meski teknologi layar sentuh terus berkembang dan layar HP pengguna sudah punya teknologi self-capacitance atau Wet Touch, air tetap saja menjadi tantangan bagi perangkat elektronik.

Karena itu, pengguna tetap disarankan mengeringkan layar sebelum digunakan, terutama jika perangkat tidak dirancang untuk penggunaan di kondisi basah.

Hal ini tentunya untuk menghindari kerusakan yang terjadi pada layar atau ponsel tersebut, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari AIP.org.

Tag:  #layar #sering #mencet #sendiri #kalau #kena #bisa

KOMENTAR