10 Tradisi Unik Tahun Baru Imlek yang Dipercaya Membawa Hoki, Rezeki, dan Awal Baru Penuh Keberuntungan
- Tahun Baru Imlek bukan sekadar pergantian kalender bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga momen penting untuk menyambut keberuntungan, rezeki, dan kehidupan yang lebih baik. Setiap rangkaian tradisi Imlek memiliki makna filosofis yang mendalam, mulai dari makanan, pakaian, hingga aktivitas keluarga.
Tradisi ini dijalankan untuk membersihkan energi lama dan membuka jalan bagi pertumbuhan, kemakmuran, serta kebahagiaan di tahun yang baru.
Dilansir dari laman Aspire, Kamis (29/1), berikut ini 10 tradisi Tahun Baru Imlek yang paling populer dan sarat makna keberuntungan.
1. Menyiapkan Makanan Tradisional Imlek
Masyarakat Tionghoa selalu menyiapkan makanan khas Imlek dengan nama dan makna keberuntungan. Banyak jenis kue dibuat karena kata “kue” terdengar mirip dengan kata “pertumbuhan” dalam bahasa Mandarin dan Kanton.
Beberapa kue yang populer antara lain:
-
Kue wortel
-
Kue beras (nian gao)
-
Kue labu emas
-
Kue talas
Selain itu, camilan goreng juga wajib ada karena warna keemasannya melambangkan kemakmuran dan rezeki berlimpah.
2. Makan Malam Bersama Keluarga dan Rekan Kerja
Menjelang Imlek adalah masa tersibuk bagi para pebisnis. Banyak pengusaha mengadakan makan malam bersama karyawan dan kolega untuk menjaga hubungan baik di tahun mendatang.
Namun ada kepercayaan unik, jika saat jamuan makan ayam utuh disajikan dan kepalanya mengarah ke seseorang, itu dianggap pertanda kurang baik. Pada malam tanggal 29 atau 30 penanggalan lunar, keluarga biasanya berkumpul untuk makan bersama sebelum mengunjungi pasar tahun baru.
3. Mengenakan Pakaian dan Penampilan Baru
Memakai baju dan sepatu baru saat Imlek melambangkan awal yang segar dan kehidupan baru. Banyak orang Tionghoa juga memotong rambut sebelum Imlek karena rambut dianggap simbol uang, sehingga memotong rambut saat Imlek dipercaya dapat membuang rezeki.
4. Membersihkan dan Mendekorasi Rumah
Dua hari sebelum Imlek, rumah dibersihkan secara menyeluruh untuk membuang energi buruk dan kesialan. Setelah itu, rumah dihias dengan warna keberuntungan merah dan emas.
Dekorasi yang umum digunakan antara lain:
-
Aksara keberuntungan di kertas merah
-
Kalimat doa empat kata
-
Kotak camilan berisi permen dan jeruk
-
Dekorasi rumah baru
-
Tanaman hias seperti bunga, bambu, dan pohon jeruk kecil
5. Mengunjungi Pasar Tahun Baru dan Pasar Bunga
Pasar tahun baru biasanya ramai dikunjungi menjelang Imlek. Di sana tersedia pernak-pernik keberuntungan, bunga, tanaman hias, hingga mainan bertema zodiak tahun tersebut.
Setiap tanaman memiliki makna:
-
Pohon bunga persik untuk asmara dan relasi
-
Bambu untuk karier dan bisnis
-
Pohon jeruk untuk rezeki dan kekayaan
6. Memberi Berkah dan Angpao
Saat Imlek, orang-orang saling mengunjungi sambil membawa doa dan hadiah. Angpao atau “Lai Si” diberikan oleh pasangan yang sudah menikah kepada anak-anak dan yang lebih muda sebagai simbol berbagi rezeki dan keberuntungan.
7. Pantangan dan Anjuran Saat Imlek
Untuk menghindari kesialan, masyarakat Tionghoa dianjurkan mengucapkan kata-kata baik, menyantap makanan bermakna hoki, dan berdoa di kelenteng.
Beberapa pantangan lama seperti mencuci rambut atau makan daging di hari pertama Imlek kini sudah jarang dipatuhi.
8. Perayaan Besar dan Festival Meriah
Perayaan Imlek dikenal sebagai salah satu festival terbesar di dunia. Berbagai pertunjukan digelar, mulai dari parade malam, pesta kembang api, hingga perlombaan tradisional.
9. Waktu Istirahat dari Keluarga
Setelah dua hari bersilaturahmi, sebagian orang memilih beristirahat di rumah untuk menghindari konflik dan menjaga energi positif sebelum kembali bekerja.
10. Hari Kerja Pertama Setelah Imlek
Hari kerja pertama menjadi simbol awal baru. Karyawan biasanya menerima angpao dari atasan sebagai tanda keberuntungan dan kebersamaan. Beberapa perusahaan juga mengadakan makan bersama untuk mempererat hubungan kerja.
Tag: #tradisi #unik #tahun #baru #imlek #yang #dipercaya #membawa #hoki #rezeki #awal #baru #penuh #keberuntungan